MONA

MONA
Rencana Jahat Kemal 2



Keesokan harinya Kenal mendatangi Mona yang sedang mencuci pakaian di sungai, hari ini Mona mencuci sendiri karena Nining sedang sakit.


"Sendiri aja Mon, teman kamu mana?" Tanya Kemal sambil memandang tubuh Mona.


"Eh akang.. akang sedang apa di sini?" Tanya Mona lagi.


"Iya aku sedang joging pagi terus lihat kamu di sini sendiri aja. Mana tau ada yang bisa aku bantu." Ujar Kemal.


"Ndak usah kang.. ini juga mau selesai.. teman saya si Nining sedang sakit kang makanya saya sendiri.. Siska tidak ikut lari pagi dengan akang?" Ujar Mona.


"Siska masih tidur.. dia itu mana suka olahraga.. kamu itu rajin ya.. beda dengan Siska." Ujar Kemal.


"Akang mah bisa aja, Siska kan punya pembantu akang.. jadi ngapain dia nyuci di sungai juga." Jawab Mona.


Mereka pun tertawa.


"Oh ya. Gimana? Kamu jadi ikut aku ke kota?" Tanya Kemal.


"Iya kang jadi. Bapak dan Ibu udah izinkan saya bekerja di kota." Jawab Mona.


"Wah bagus itu, lusa saya sudah pulang ke kota, jadi lusa pagi saya jemput kamu di rumah ya. Soalnya kalau Siska tau yang ada dia cemburu buta." Ujar Kemal


"Iya Kang. Saya mengerti." Jawab Mona.


Kemal pun terlihat senang karena Mona masuk dalam jebakannya.


Lalu Kemal pun kembali ke rumah Siska.


"Darimana aja kamu?" Tanya Siska


"Biasa jalan jalan keluar."jawab Kemal santai.


"Kamu kira aku nggak tau kalau kamu sering jumpai si Mona kampungan itu." Balas Siska kesal.


"Come on.. sayang! Mona itu bukan tipe aku... Yang ada di hati aku itu cuma kamu seorang." Ujar Kemal lembut.


"Bener ya? Awas kalau kamu macam macam." Balas Siska senyum kecil.


Lalu Kemal pun berhasil membujuk Siska dengan rayuannya itu.


"Siska...Siska.. kamu sama aja bodohnya sama cewek-cewek yang lain." Ujar Kemal dalam hati.


*******


Dua hari kemudian Kemal pun kembali ke kota sementara Siska masih belum bisa kembali ke kota.


"Sayang kamu jangan nakal ya di sana." Ujar Siska.


"Kamu bisa aja. Paling bisa buat aku senang." Balas Siska genit.


"Ya sudah aku pergi dulu ya sayang." Ujar Kemal.


Lalu Kemal pun memasukkan tasnya ke dalam mobil dan melambaikan tangan nya ke Siska karena itu perdesaan jadi Kemal hanya melambaikan tangan saja. Ketika Kemal sudah mengendarai mobilnya dia pun langsung bersemangat menjemput Mona.


(Di rumah Mona)


"Bagaimana? Sudah lengkap semuanya?" Tanya Kemal.


"Sudah kang." Jawab Mona.


"Nak, tolong jaga Mona ya." Ujar Bapaknya Mona.


"Iya pak, Mona aman kok." Balas Kemal.


"Bapak, Ibu.. Mona pamit ya.. doakan Mona sukses di Kota.. kalau Mona sudah punya uang nanti Mona kirim uangnya." Ujar Mona dengan mata berkaca-kaca.


"Iya ndok, Ibu selalu berdoa untuk kamu." Balas Ibunya dengan mengeluarkan air mata.


Lalu Mona pun berpelukan dengan Bapak dan Ibunya sambil menangis sedih, setelah itu Mona pun masuk ke mobil dan mereka pun pergi.


*********


Sesampainya di kota lebih tepatnya di rumah Kemal.


"Mona, untuk sementara kamu menginap di sini ya." Ujar Kemal.


"Kang, ini rumah siapa? Kok sepi sekali." Tanya Mona.


"Ini rumah saya.. karena tetangga saya besok baru pulang dari luar kota makanya kamu nginap di sini dulu." Jawab Kemal.


"Kita berdua saja di rumah ini?" Tanya Mona lagi.


"Iya kita berdua saja.. emang nya kenapa kalau kita berdua saja?" Ujar Kemal.


"Saya nggak enak kang sama tetangga, apa kata mereka nanti.. kita kan bukan muhrim." Ujar Mona yang mulai gelisah.


"Ini kota beda sama desa.. lagian kamu tenang aja. Aku gak bakalan kurang ajar sama kamu." Ujar Kemal santai.


"Saya merasa tidak nyaman saja kang." Ujar Mona.


"Sudah nggak usah kamu pikirkan itu.. lagian kalau tidak di sini kamu mau nginap dimana? Sudah ayo saya antar ke kamar kamu." Ujar Kemal.


Lalu Mona pun mengikuti Kemal dari belakang menuju kamarnya, Mona yang masih merasa gelisah dan bingung terpaksa mau menginap di rumah Kemal yang sepi.