
(Di kamar)
"Ndok! Majikan kamu baik sekali yo.. ibu sampai kaget dia mau nginap di rumah yang jelek ini." Ujar ibunya Mona.
"Bukan Ibu saja yang kaget! Saya juga kaget Bu, di kota rumah Mas Vino itu besar dan bagus! Adem lagi.. makanya Mona kaget kok bisa Mas Vino mau menginap di sini." Balas Mona.
"Kakinya Nak Vino itu kenapa?" Tanya Ibunya Mona.
"Kecelakaan 5 tahun lalu Bu, makanya sekarang Mas Vino lumpuh! Padahal Mas Vino itu baik sekali." Balas Mona.
"Tunggu! Ndok, Ibu baru sadar! Kamu pakai jilbab sekarang?" Tanya Ibunya haru.
"Iya Bu! Alhamdulillah, Mona sudah mendalami agama! Ini juga berkat Mas Vino yang sabar ngajarin Mona." Balas Mona senyum.
"Terus suamimu mana? Kenapa tidak ikut." Tanya Ibunya Mona.
Mona yang sedang menyapu pun sontak berhenti.
"Kang Kemal gak ikut Bu! Nanti Mona jelasin semuanya!" Balas Mona lalu melanjutkan nyapu lantai.
Tidak lama Ibu dan Mona pun selesai beres beres.
"Kamarnya sudah bersih Nak! Mari Ibu antar ke kamar!" Ujar Ibunya Mona.
Lalu supir dan Vino pun ke kamar. Setelah mengantarkan Vino ke kamar ibunya Mona kembali berkumpul dengan Mona dan bapak.
"Bapak, Ibu! Sebenarnya Mona ke sini mau menyampaikan sesuatu, Mona harap bapak dan Ibu jangan sedih ya." Ujar Mona.
Lalu Bapak dan Ibunya pun mendengarkan penjelasan Mona, Mona menceritakan dari awal dia di perkosa sampai dia menikah dengan Kemal. Bapak dan Ibu yang mendengar pun kaget dan menangis dengan nasib anaknya.
"Sing sabar yo Ndok! Bapak tidak menyangka cobaan mu sungguh banyak! Bapak juga senang kamu berjilbab sekarang!" Ujar Bapaknya Mona sedih.
Lalu keesokan harinya Mona tampak ceria kembali, melihat keceriaan Mona, Vino pun ikut senang.
"Mas Vino! Bagaimana tidur nya?" Tanya Mona.
"Nyenyak kok! Saya nyaman di sini!" Balas Vino senang.
"Ayo Mas kita sarapan pagi! Ibu sudah selesai masak!" Ujar Mona.
Lalu mereka semua pun sarapan pagi dengan bahagia, lalu Vino meminta Mona untuk menemaninya berjalan keliling kampung, tentu saja tidak berdua melainkan bertiga dengan supirnya.
Vino sangat senang berkeliling di kampung, melihat padi, sungai dan udara yang sejuk. Lalu tanpa sengaja Vino melihat musholla di sana.
"Apa itu tempat penduduk sini solat?" Tanya Vino.
"Iya Mas! Itu satu satunya musholla di sini. Memangnya kenapa Mas! Mas mau solat ya?" Ujar Mona.
"Saya perhatikan penduduk di sini tidak sejahtera, bahkan musholla saja tidak terawat! Apa desa ini tidak menerima bantuan dari pemerintah?" Tanya Vino.
"Masalah itu saya juga tidak tau Mas! Yang urus soal pemerintahan itu kepala desa!" Jawab Mona.
"Dimana Rumah kepala desa di sini?" Tanya Vino.
Lalu Mona mengantarkan Vino ke rumah kepala desa, Vino yang melihat rumah nya sempat kaget karena rumah kepala desa begitu mewah sementara rumah penduduk yang lain terlihat memperhatinkan.
"Ini mas rumah pak Kades! Mas Vino mau bertamu juga?" Tanya Mona.
"Tidak! Saya cuma mau tau saja kok! Kalau begitu kita balik ke rumah saja!" Ujar Vino.
Lalu mereka pun kembali ke rumah Mona, Vino pun sempat berfikir untuk membantu penduduk desa di sini. Cuma dia mau merahasiakan hal ini dulu.