
Ketika Mona tidak sadarkan diri, Kemal dan Andre pun mulai melakukan nafsu bejat mereka kepada Mona yang malang.
*****
Keesokan paginya Mona terbangun dan ketika dia sadar dia merasa kesakitan dan tanpa pakaian. Mona pun langsung menangis sedih karena dirinya sudah tidak suci lagi. Tidak lama kemudian Kemal dan Andre pun datang.
"Sudah jangan menangis, nanti kamu juga bakalan ketagihan.." ujar Kemal
"Oh ya, gue bukan bos Lo, jadi habis ini Lo siap siap, karena ini bukan rumah gue." Ujar Andre.
"Jahat sekali kalian, apa salah saya ke kalian, kang Kemal saya tidak menyangka akang sejahat ini." Balas Mona menangis.
"Mona...Mona... Kamu itu terlalu polos sehingga gak bisa menilai mana yang baik mana yang jahat.. kamu aja yang bodoh mau aja ikut dengan orang yang tidak di kenal." Ujarnya sambil tertawa.
Lalu Andre dan Kemal pun pergi, sementara Mona masih menangis dengan nasibnya dan tidak tau mau kemana.
Ketika Mona sudah sampai di pintu gerbang, Mona pun bertemu dengan ujang si satpam.
"Neng, mau kemana?" Tanya ujang.
"Saya nggak tau kang, saya sudah hancur." Jawabnya sambil menangis.
"Bagaimana kalau neng menginap di rumah saya, saya kan selalu tidur di sini jadi rumah saya kosong. Bagaimana neng?" Ujar Ujang.
"Saya mau kembali ke kampung saja kang, saya takut di sini.. saya sudah tidak bisa percaya siapapun lagi di sini." Jawab Mona yang sedih dan pergi.
Mona pun berjalan tidak tau mau kemana, dia terlihat sangat kacau dan terus bertanya dengan orang orang arah menuju ke kampungnya, namun tidak ada orang yang tau. Mona yang terus berjalan dan mulai merasa kelaparan tidak menyerah untuk bertanya.
Lalu sesuatu pun terjadi padanya, Mona yang kelaparan dan pingsan di jalan.
Mona yang pingsan di pinggir jalan pun mendapat bantuan dari para warga sekitar dan langsung membawa Mona di puskesmas.
"Saya dimana?" Tanya Mona yang bingung kepada suster.
"Ibu pingsan di jalan, jadi tadi ada warga yang membawa ibu ke sini." Jawab Suster.
"Saya harus pergi suster, saya tidak bisa membayar biaya rumah sakit." Ujar Mona cemas.
"Ibu tenang saja, ini puskesmas yang di tanggung pemerintah, sebentar ya Bu saya panggilkan dokter dulu." Balas suster
"Ibu sudah sadar, kalau boleh saya tau nama ibu siapa?" Tanya dokter Dina.
"Nama saya Mona dok, saya sakit apa ya dok?" Tanya Mona.
"Ibu hanya kelelahan karena ibu lemas, apa ibu tidak makan ya dari pagi?" Tanya dokter Dina.
"Iya dok, saya tidak punya uang untuk makan, saya juga tidak punya siapa-siapa di sini." Ujar Mona sedih
"Ya sudah, nanti ada suster yang mengantar makanan sekaligus vitamin yang harus ibu minum ya." Balas dokter Dina prihatin.
Tidak lama suster pun mengantarkan makanan untuk Mona, Mona pun sangat lahap menyantap makanan tersebut. Melihat Mona begitu dokter Mona sangat prihatin melihat kondisinya. Setelah selesai Mona makan dokter Dina pun mulai bertanya tentang Mona.
"Apa boleh saya panggil kamu Nak Mona? Karena kalau saya panggil ibu kesannya tidak cocok untuk usia kamu." Ujar dokter Dina.
"Iya dokter, tidak apa apa!"balas Mona.
"Ini sudah malam, kamu sebenarnya tinggal dimana?" Tanya dokter Mona.
Lalu Mona pun mulai menangis sedih dan bingung harus cerita atau tidak tentang aib nya itu.
"Tidak apa, cerita saja! Daripada di simpan akan menjadi beban buat kamu." Ujar dokter Dina.
"Sebenarnya saya di tipu dokter, saya juga di perkosa." Ujarnya menangis Sangat sedih.
"Ya Tuhan, Nak! Sungguh malang nasib kamu. Memangnya keluarga kamu dimana? Kenapa bisa kamu di tipu." Tanya dokter sambil mengelus punggung Mona yang sedang sedih.
"Saya dari kampung dok, saya sudah tanya sama warga tapi tidak ada yang mau membantu saya pulang. Kasihan kedua orang saya berharap banyak dengan saya dok." Jawabnya yang masih menangis.
"Ya sudah, kamu bekerja di sini saja. Kebetulan saya butuh asisten rumah tangga." Ujar dokter Dina.
"Pekerjaan apa itu dokter?" Tanya Mona polos.
"Kerjaannya sama seperti pembantu, cuma kamu bersih bersih di puskesmas ini. Kamu juga bisa menginap di sini untuk sementara waktu." Balas Dokter Dina.
"Terima kasih banyak dokter! Saya senang sekali ternyata masih ada orang yang baik membantu saya." Ujar Mona dengan tangis haru.