MONA

MONA
perhatian Vino



Seminggu sudah berlalu, Kemal sibuk dengan kerjaan menjadi pengedar, Siska yang kecipratan uang haram itu pun ikut senang karena dia bisa shopping sepuasnya. Karena sadar sudah seminggu dia tidak pulang ke rumah Mona, kemal pun pamit kepada Siska untuk bekerja dan bilang tidak pulang, namun Siska curiga dan mengikuti Kemal.


(Di rumah kontrakan kemal dan Mona)


"Akang kenapa seminggu tidak pulang? Akang darimana?" Tanya Mona.


"Udah gak usah banyak tanya! Tunggu... Kamu kenapa pakai jilbab? Sejak kapan kamu bergaya seperti ini?" Tanya Kemal kaget.


Mona memang memutuskan untuk berhijab untuk menyempurnakan ibadahnya.


"Alhamdulillah sudah 3 hari ini saya berhijab kang!" Jawab Mona senyum.


"Aduh! Jelek... Gak seksi di lihat! Udah buka gak usah pakai jilbab! Kayak nenek nenek!" Ujar Kemal kesal.


"Astaghfirullah! Harusnya akang senang kalau saya menutup aurat bukan sebaliknya!" Balas Mona sabar.


"Jadi malas pulang aku kalau begini! Gak nafsu lihat gaya kamu kayak gini!" Ujar Kemal cetus.


Lalu tidak lama Siska pun datang langsung marah marah.


"Oh jadi ini yang kalian lakukan di belakang aku! Jadi cewek kampungan ini sama kamu bukan kamu jual! Brengsek kamu kemal!" Ujar Siska marah dan menampar kemal.


"Sayang! Ini salah paham! Dengar dulu penjelasan aku!" Ujar Kemal memohon.


"Apa kang? Sayang! Bukannya kalian tidak ada hubungan apa apa?" Tanya Mona kaget.


"Eh kampungan perebut pacar orang! Kurang puas ya kamu ambil semuanya, dulu pas sekolah semua cowok yang aku suka kamu ambil, bahkan semua orang memuji kamu.. nah sekarang Kemal.. kurang puas kamu ya.." ujar Siska marah.


Karena terlalu marah dengan Mona, Siska menarik jilbab dan membuka jilbabnya, tidak puas Siska pun menjambak rambut Mona. Melihat itu kemal pun memisahkan pertengkaran mereka.


"Sudah.. sudah! Siska dengar aku dulu... Aku dan Mona cuma senang-senang aja.. aku nikah sama dia juga nikah sirih! Gak mungkin aku nikahi dia secara sah! Ini semua rencana aku untuk hancuri hidup Mona.. untuk balas dendam kamu.. selama aku nikah sirih sama dia aku tuh buat dia sengsara.." ujar Kemal sambil memegang tangan Siska.


Mendengar semua pertanyaan itu Mona langsung menangis dan sakit hati yang sangat dalam, Mona hanya bisa mengelus dada dan istighfar untuk menenangkan hatinya.


Siska juga sangat senang mendengar penjelasan dari kemal.


"Mona.. kamu dengar sendiri kan! Aku senang sekali akhirnya hati kamu hancur sama seperti yang pernah aku rasakan! Sayang ayo kita pergi?" Ujar Siska.


"Mona. Mulai detik ini kamu bukan istri aku.. lihat gaya kamu sekarang aku malah muak! Siska lebih menarik dan seksi daripada kamu!" Ujar Kemal.


Lalu Siska dan kemal pun pergi.


"Astaghfirullah! Cobaan apalagi ini ya Allah! Hamba harap mereka sadar dengan dosa mereka." Ujar Mona sambil menangis dan memakai hijabnya lagi.


******


Besok harinya seperti biasa Mona bekerja, namun Mona terlihat murung dan sedih.


"Mona! Apa kamu baik baik saja?" Tanya Vino.


"Oh, iya Mas, saya baik! Mas Vino perlu apa?" Balas Mona.


"Sepertinya kamu tidak baik.. saya perhatikan kamu seperti ada masalah." Ujar Vino.


"Maksudnya?" Tanya Vino.


"Ternyata saya cuma nikah sirih! Kang Kemal nikahi saya cuma untuk balas dendam saja." Ujar Mona yang menangis.


Vino yang mendengar cerita Mona pun ikut sedih, karena dia tidak menyangka wanita sebaik Mona mendapatkan cobaan yang begitu berat.


"Kamu yang sabar! Jangan menangis ya.. seharusnya kamu senang karena Allah sudah menunjukkan siapa kemal yang sebenarnya! Tandanya Allah sayang sama kamu!" Ujar Vino lembut.


"Saya bingung harus bilang apa ke bapak dan Ibu masalah ini." Ujar Mona yang masih sedih.


"Kamu harus cerita kan semua kebenarannya kepada orang tua kamu.. jangan ada lagi yang kamu tutupi! Saya yakin mereka pasti bisa mengerti." Ujar Vino.


"Iya Mas Vino benar! Saya boleh minta izin besok tidak masuk kerja Mas?" Tanya Mona.


"Kenapa harus besok! Sekarang saya akan antar kamu.. saya akan temani kamu ke kampung! Sekalian saya juga penasaran dengan kampung halaman kamu! Boleh kan?" Ujar Vino.


"Tentu saja boleh Mas." Balas Mona.


Mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke kampung halaman Mona. Pada akhirnya mereka pun sampai di kampung Mona pada malam hari.


"Ndok! Kamu dengan siapa itu?" Tanya bapaknya Mona.


"Itu Mas Vino! Dia majikan Mona pak, Bu!" Balas Mona.


Lalu bapak dan Ibunya Mona pun menyambut Vino dengan baik.


"Saya Vino, pak, Bu!" Sapa Vino sopan.


Lalu Mona pun mendorong kursi roda Vino untuk masuk ke dalam rumah Mona, lalu Vino pun melihat lihat isi rumah Mona yang serba kekurangan.


"Ya inilah Nak, rumah bapak dan Ibu!" Ujar Bapaknya Mona.


"Saya malah tertarik untuk menginap di sini." Balas Vino


Mendengar ucapan Vino tadi Mona pun sontak kaget, karena sebelumnya Kemal saja tidak mau menginap di rumahnya.


"Aduh, mas Vino becanda ya! Hehe!" Ujar Mona.


"Tidak saya serius! Saya ingin menginap di sini." Ujar Vino.


"Saya akan sewa rumah yang lebih layak kok Mas dari ini." Ujar Mona


"Tidak perlu! Saya dan supir saya memutuskan untuk menginap di sini.. boleh nggak Pak, Bu?" Tanya Vino sopan.


"Tentu saja Boleh nak! Bapak sama Ibu malah senang ada tamu yang mau menginap!" Balas Bapaknya Mona.


"Kalau begitu Ibu beresin kamar dulu ya." Ujar ibunya Mona pamit.


"Kalau gitu saya juga permisi mau bantu ibu beres beres." Ujar Mona yang juga ikut pamit.


Mona dan Ibunya pun pergi ke kamar dan beres beres kamar. Sementara Vino dan bapaknya Mona mengobrol layaknya sudah akrab.