
Mona dan Dokter Dina pun pergi, sesampainya di rumah Dokter Dina, Vino pun langsung keluar dari kamarnya dan melihat Mona.
"Apa dia yang akan jadi perawat saya Tante." Ujar Vino.
"Iya nak, kenalkan namanya Mona." Ujar Dokter Dina.
"Senang bertemu mas Vino! Saya akan bekerja sebaik-baiknya." Ujar Mona sopan.
"Iya, mohon bantuannya ya." Ujar Vino sopan.
Kesan pertama Vino merasa cocok dengan Mona, pada hari ini juga Mona langsung bekerja menjadi perawat Vino. Apapun yang di butuhkan Vino, Mona pun membantunya.
Ketika makan siang..
"Ayo Mona! Kamu ikut makan semeja dengan saya." Ujar Vino.
"Jangan Mas! Saya kan cuma perawat!" Balas Mona.
"Jangan sungkan! Saya tidak mau merasa spesial! Kita ini semua sama di mata Allah!" Ujar Vino.
Lalu Mona pun duduk di meja yang sama dan mengambilkan nasi dan lauk untuk Vino.
Vino memang lelaki yang baik, namun sayang Vino cacat karena kecelakaan yang menimpanya. Vino lelaki yang tampan berkulit putih.
Setelah selesai makan, Vino pun mengobrol dengan Mona.
"Apa kamu sudah menikah Mona?" Tanya Vino.
"Iya Mas, saya baru saja menikah! Bagaimana dengan Mas Vino?" Tanya Mona lagi.
"Saya pernah menikah, tapi karena keadaan saya yang cacat, istri saya malah meninggalkan saya. Jadi sekarang saya duda tanpa anak." Jawab Vino.
"Maaf ya Mas! Saya tidak tau soal itu." Jawab Mona.
"Tidak apa-apa! Wajar saja kalau kamu bertanya.. saya harap kamu betah Bekerja dengan saya.. oh ya! Saya mau solat dulu, apa kamu sudah solat Mona?" Tanya Vino.
"Solat? Saya bahkan tidak bisa mengaji Mas, dulu Waktu di kampung kami tidak mengaji.. belajar membaca dan berhitung saja sudah bersyukur!" Jawab Mona malu.
"Begitu ya! Akhlak kamu sudah bagus, saya akan ajari kamu solat dan mengaji! Ayo kita mulai dari wudhu dulu.. lalu nanti kamu ikuti saya ketika solat! Saya imamnya." Ujar Vino.
Lalu Vino pun mengajarkan Mona berwudhu dan solat, Mona sangat semangat mengikuti ajaran yang di ajarkan Vino. Vino juga memberikan Mona buku panduan solat yang mudah di pahami untuk Mona. Maka malam hari pun tiba, saatnya Mona untuk pulang, lalu Vino menyuruh supirnya untuk mengantarkan Mona pulang ke rumah.
*****
"Mona! Saya nggak pulang hari ini.. jadi kamu nggak usah tunggu saya ya." Ujar Kemal.
"Kenapa akang tidak pulang?" Tanya Mona.
"Udah gak usah banyak tanya, mau saya gak pulang atau pulang itu terserah saya." Balas Kemal dan menutup telponnya.
Mona hanya bisa bersabar dan menuruti Kemal. Mona pun membaca buku panduan solat yang di berikan Vino kepadanya. Sambil membaca, menghalalkan dan mempraktekkan.
Sementara Kemal hanya mabuk mabukan dengan Siska kekasihnya itu.
⏳⏳⏳
Sudah dua Minggu berlalu, Mona semakin pintar dalam bacaan sholatnya. Vino yang melihat pun sangat senang dengan semangatnya Mona untuk belajar.
"Kamu cepat juga ya belajar." Ujar Vino.
"Iya Mas, saya terus belajar! Hati saya selalu damai kalau ibadah." Jawab Mona.
"Saya ikut senang mendengarnya." Ucap Vino yang tersenyum.
******
(Di rumah Kemal)
"Sayang! Gimana kabar si Mona? Apa ada kemajuan? Kok kamu akhir akhir ini santai saja." Tanya Siska penasaran.
"Si Mona udah gak di puskesmas lagi sayang, jadi mereka minta tambahan uang untuk mencari Mona, sementara uang aku kan nggak ada." Ujar Kemal.
"Masalah uang gampang.. pokoknya rencana kita harus berhasil." Balas Siska.
"Iya kamu tenang aja! Pokoknya beres!" Ujar Kemal.
Tanpa berfikir panjang Siska pun memberikan uang kepada Kemal. Padahal uang tersebut di pakai kemal untuk bersenang-senang.
Kemal pun kepikiran dengan Mona, karena sudah dua Minggu Kemal tidak pulang ke kontrakan. Sehingga dia memutuskan untuk pulang nanti malam.