MONA

MONA
Lamaran Kemal



Kemal pun memberikan Mona ponsel, walaupun bukan android setidaknya bisa di gunakan oleh Mona, Kemal yang tersenyum licik di belakang Mona pun senang karena rencananya mulai berjalan.


Lalu Kemal pun kembali ke rumah, dan ternyata Siska sudah menunggu kemal.


"Darimana aja kamu? Kok nggak pamit?" Tanya Siska.


"Aku tadi dari puskesmas, aku mantau situasi di sana." Jawab Kemal.


"Terus.. terus.. gimana? Ada si Mona di sana?" Tanya Siska penasaran.


"Belum kelihatan... Pokoknya aku akan pantau terus ke puskesmas, jadi kamu itu tenang aja." Ujar Kemal.


"Sebenarnya rencana kamu apa sih? Kasih tau dong!" Balas Siska.


"Kamu mau dia jadi perempuan malam kan?" Tanya Kemal


"Iya dong! Aku mau buat dia hancur! Dari aku kecil sampai sekarang penduduk desa itu selalu saja memuji si Mona, kesal aku dengarnya.!" Jawab Siska.


"Jadi rencana aku itu, mau jual si Mona ke germo hiburan malam.. jadi mereka yang pantau si Mona! Aku udah kasih foto si Mona sama mereka." Ujar Kemal.


"Kamu punya foto si kampungan itu?" Ujar Siska kesal.


"Tuh kan cemburu lagi... Udah deh gak moment nya kamu cemburu!" Ujar rayu kemal.


"Iya iya... Pokoknya ingat ya! Kamu jangan lupa fotoin si Mona saat dia tidur sama laki laki... Biar aku sebarin ke kampung!" Balas Siska.


"Iya. Kamu tenang aja!" Jawab Kemal.


Siska pun terlihat bahagia karena baginya kehancuran Mona kebahagiaan buatnya.


*******


(Di puskesmas)


"Kamu kenapa Nak? Kok melamun!" Sapa Dokter Dina.


"Iya Bu, saya bingung! Tadi ada akang Kemal temui saya!" Jawab Mona


"Kemal? Siapa itu?" Tanya dokter Dina.


"Dia yang memperkosa saya Bu, tadi dia datang ke sini untuk minta maaf dan mau menikahi saya." Ujar Mona.


"Kamu harus hati-hati dengan lelaki itu.. kalau memang dia mau tanggung jawab dia harus temui kedua orang tua kamu." Ujar dokter Dina.


"Iya Bu, akang Kemal bilang yang merencanakan pemerkosaan itu temannya.. tadi akang Kemal juga kasih saya handphone ini." Balas Mona sambil menunjukkan ponsel.


"Dia bilang untuk menghubungi nya kalau saya sudah sampai di kampung, jadi dia bisa datang untuk melamar saya." Jawab Mona.


"Ya sudah, kalau memang dia punya niat baik itu lebih baik.. mungkin dia sudah sadar akan kelakuannya..jadi kapan kamu berencana akan kembali ke kampung?" Ujar dokter Dina.


"Tunggu uang saya cukup Bu, saya kan belum genap satu bulan di sini." Jawab Mona.


"Lebih cepat lebih baik, nak! Ya sudah.. besok pagi saya antar kamu ke terminal, saya juga akan kasih kamu ongkos pulang.." ujar dokter Dina.


"Terima kasih banyak ya Bu." Jawab Mona senang.


******


Besok paginya Mona pun bersiap untuk berangkat ke terminal menuju desanya, dan tak lupa juga dokter Dina memberikan uang dan nomor ponselnya. Ketika Bus sudah berangkat Mona pun pergi dan melambaikan tangannya kepada dokter Dina dari jendela bus.


Setelah naik Bus Mona pun naik angkutan desa agar bisa sampai ke rumahnya.


Senja pun tiba, akhirnya Mona sampai juga ke rumahnya. Dengan rasa bahagia dan senang Mona mengetuk pintu rumahnya dan Ibunya Mona pun membuka pintu.


"Ndok! Kamu pulang!" Ujar Ibunya Mona senang dan haru.


Ibunya pun memeluk Mona erat dan memanggil suaminya. Bapaknya Mona pun juga langsung berlari menuju Mona karena sangat bahagia anaknya pulang.


"Bapak senang sekali kamu pulang ndok!" Ujar Bapaknya Mona.


"Iya Pak, Bu! Mona juga senang bisa ketemu sama Bapak dan Ibu.. Mona ke sini mau kasih kabar kalau Mona mau menikah!" Ujar Mona.


"Benarkah? Dengan siapa Ndok?" Tanya Ibunya Mona.


"Dengan akang Kemal! Dia mau melamar Mona pak, Bu!" Jawab Mona.


"Bukannya dia dekat dengan nak Siska?" Tanya bapaknya Mona.


"Iya pak, kang Kemal dan Siska sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi." Jawab Mona.


"Ya sudah kapan dia kemari?" Tanya bapaknya Mona.


"Rencananya besok kang Kemal mau ke sini pak!" Jawab Mona.


"Ya sudah kamu istirahat dulu, biar Ibu masak makan malam dulu." Ujar ibunya Mona.


Mona pun melangkahkan kakinya ke kamar dengan bicara sedih dalam hatinya "maafin Mona pak, Bu! Mona takut bilang ke Bapak dan ibu yang sebenarnya terjadi.. Mona takut!" Ujar Mona dalam hatinya.