MONA

MONA
Fitnah Siska Ke Mona



Pada akhirnya Mona pun bekerja di puskesmas tersebut, dokter Dina adalah Dokter yang terkenal ramah dan baik hati kepada pasien yang kurang mampu di puskesmas tersebut.


*************


(Keesokan harinya di kampung)


Karena sudah dua hari tidak mendengar kabar dari Anaknya Mona, maka Bapaknya Mona pun datang ke rumah pak Kades untuk bertemu Siska, karena yang Bapaknya Mona tau Kemal adalah temannya Siska di kota.


"Ada apa bapak ketemu saya?" Tanya Siska cetus.


"Maaf Nak, bapak mengganggu Nak Siska, bapak cuma mau tau kabar Mona bagaimana di kota?" Tanya bapaknya Mona sopan.


"Apa? Kota? Jadi si Mona ke kota? Ngapain dia ke Kota?" Tanya Siska cetus dan penasaran.


"Nak Kemal yang membawa Mona ke kota Nak, nak Kemal bilang tetangganya butuh pembantu, jadi Mona bekerja di sana." Ujar Bapaknya Mona.


"Gak mungkin, Kemal tidak pernah cerita kalau Mona bekerja di kota, apalagi pergi ke kota bersama Kemal. Udah pergi sana, bapak itu mengganggu saya saja." Ucap Siska dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


Bapaknya Mona pun sedih karena tidak mendapatkan informasi apapun, karena Mona tidak punya ponsel yang bisa di hubungi.


*******


Karena mendengar kabar dari bapaknya Mona, Siska pun langsung menelpon Kemal.


"Halo, sayang!" Ujar Kemal.


"Apa bener si Mona ke kota sama kamu? Jawab jujur!" Tanya Siska marah.


"Kamu tau darimana?" Tanya Kemal lagi.


"Tadi bapaknya Mona ke rumah aku. Kamu itu kenapa sih? Jangan jangan kamu suka ya sama si kampungan itu." Ujar Siska yang masih marah.


"Kamu tenang dulu ya sayang, aku tuh gak ada hubungan apa apa dengan si Mona itu, si Andre yang sudah suruh aku cari cewek yang masih ting Ting." Jawab Kemal santai.


"Maksudnya?" Tanya Siska.


"Jadi si Mona itu udah gak suci lagi sayang, si Andre udah merebut kesucian dia. Lagian aku juga tau kamu kan benci banget sama si Mona itu." Jawab Kemal.


"Wah...wah... Berita bagus nih... Kalau semua warga kampung tau masalah ini pasti jadi heboh sayang.. udah gak ada lagi Mona yang lugu." Ujar Siska dengan senangnya.


"Iya aku segera ke sana! Ngomong ngomong si Mona dimana skrng?" Tanya Siska.


"Dia udah aku usir! Aku juga gak tau dia dimana! Peduli amat sama dia." Jawab Kemal.


"Jadi kamu biarin aja dia pergi gitu aja. Kalau sampai dia lapor polisi gimana? Kamu itu **** banget sih." Ujar Siska.


"Dia mau lapor polisi gimana? Dia gak ada bukti sayang.. semua bukti udah aku ilangin." Balas Kemal.


"Tetap aja kamu jangan biarin dia pergi gitu aja! Ya sudah aku segera ke sana, tapi aku mau sebarin berita bagus ini ke penduduk desa." Ujar Siska.


Lalu Siska pun menutup telponnya sambil tersenyum licik.


Kabar tentang Mona pun tersebar luas, bahkan kabar itu sudah di dengar Nining temannya Mona. Nining yang mendengar kabar itu pun sontak marah dan bilang ke penduduk desa kalau itu fitnah karena tidak ada bukti.


"Bapak ibu semua jangan dengarkan apa Siska katakan.. itu semua fitnah!" Ujar Nining kesal.


"Duh, temannya ******* sok belain temannya.. eh asal kamu tau ya Ning, teman kamu itu gak suci lagi. Dia jual diri di kampung!" Balas Siska ngotot.


"Mana buktinya? Nggak punya bukti kan kamu? Mona itu bekerja demi orang tua nya, jadi kamu jangan bicara buruk tentang Mona." Ujar Nining.


Melihat ekspresi penduduk desa yang mulai percaya pada Nining membuat Siska kesal.


"Baiklah! Aku akan ke kota dan cari buktinya ke kalian semua kalau aku benar." Ujar Siska kesal dan pergi.


Tidak terima dengan hinaan Nining, Siska pun berkemas dan besoknya pergi ke kota. Sementara Nining menenangkan kedua orang tuanya Mona.


"Kenapa neng Siska tega ya memfitnah Mona seperti itu?" Ujar ibunya Mona sedih.


"Iya Bu, bapak jadi semakin cemas dengan Mona, bagaimana ya kabarnya Mona di sana." Ujar Bapaknya Mona dengan mata berkaca-kaca.


"Bapak sama Ibu jangan sedih yo, toh kita doakan saja Mona di kota baik baik saja. Mona anak yang baik dan sangat menyayangi bapak dan ibu." Ujar Nining.


"Iya, ibu juga berdoa semoga tidak terjadi apa apa pada Mona di sana." Balas Ibunya Mona lagi.


Tidak lama menghibur kedua orang tua Mona, Nining pun pulang ke rumahnya. Kedua orang tuanya Mona pun berdoa kepada yang Maha Kuasa agar Mona di lindungi di sana.