MONA

MONA
Dendam Siska Ke Kemal



Siska yang sangat marah dengan kelakuan Kemal pun ingin membalaskan dendamnya


"Brengsek kamu Kemal! Kamu lihat aja.. kamu akan menyesal udah buat aku begini!" Ujar Siska kesal dan marah.


Lalu Siska bersiap dan pergi ke tempat para bandar narkoba itu, ketika dia tau ada kemal di sana, Siska pun langsung menelpon polisi untuk menangkap para pengedar itu. Kemal yang tengah asik menghisap sabu, tiba tiba polisi datang dan menangkap beberapa orang karena sebagian berhasil melarikan diri.


Melihat polisi keluar dengan membawa Kemal membuat Siska tertawa senang.


"****** kamu Kemal! Itu akibatnya udah buat aku sakit hati!" Ujar Siska senang dan pergi.


Lalu Siska pun pulang ke rumah. Tidak lama kemudian Andre datang.


"Siska! Kemal masuk penjara!" Ucapnya panik.


"Gue tau! Kan gue yang ngelaporin dia ke polisi!" Balas Siska santai.


"What the...! Jadi Lo yang lapor polisi!" Kenapa?" Tanya Andre kaget.


"Karena dia pantes dapat hukuman, itu akibatnya berani buat gue sakit hati." Balas Siska.


"Parah...parah! Ya udah gue pamit dulu,, malas gue ikut campur!" Ujar Andre dan pergi.


Lalu Siska bersiap siap untuk pergi ke penjara menjenguk Kemal.


"Sayang! Bebasin aku dari sini ya! Kamu bayar pengacara!" Mohon Kemal.


"Ngapain aku bebasin kamu, kan aku yang lapor polisi!" Balasnya santai.


Kemal yang mendengarnya pun kaget dan kesal.


"Oh jadi kamu yang laporin aku! Keterlaluan kamu! Kamu kan juga nikmati uang itu!" Ujar Kemal kesal.


"Ini akibatnya kalau kamu berani menghianati aku! Aku lagi sedih kamu malah senang senang dengan cewek lain di club'! Kamu itu memang pantes di penjara!" Ucap Siska senyum dan santai.


Lalu Siska pun pergi dengan melambaikan tangannya kepada Kemal.


"Cewek stress! Awas kamu ya! Tunggu pembalasan aku!" Ujar Kemal marah.


Melihat penderitaan Kemal membuat Siska senang, lalu Siska memutuskan untuk menenangkan pikirannya di kampung halaman.


*******


Namun Mona sangat bahagia.


******


Setelah dua hari di kampung, Siska melihat para penduduk sudah mengaji dan ada ustadz yang mengajarkan penduduk desa termasuk anak-anak. Namun sayang, Siska sama sekali tidak tertarik untuk belajar ngaji. Setibanya Siska di rumah dia pun bertanya kepada ayahnya yang tak lain adalah kades di desa itu.


"Pak! Kok ada ustad di sini? Bapak yang gaji ya?" Tanya Siska penasaran.


"Bukan! Rugilah gaji orang! Mending uangnya untuk bapak!" Balas bapaknya Siska.


"Terus? Nggak mungkin kan ustadz itu datang dengan sendirinya!" Tanya Siska.


"Itu ustadz datang sendiri! Dia bilang tidak perlu di bayar! Ya karena gratis bapak izinkan saja!" Jawab bapaknya Siska.


"Oh, begitu!" Ujar Siska.


******


Andre beranikan dirinya menemui Mona.


"Mona! Apa kamu tau Kemal masuk penjara?" Ujar Andre.


"Astaghfirullah! Kenapa Mas, kesalahan kang Kemal apa?" Tanya Mona.


"Dia pengedar dan pemakai narkoba! Dan yang parahnya lagi Siska yang sudah laporkan Kemal ke polisi." Balas Andre.


"Bukannya Siska cinta sekali dengan Kang kemal?" Tanya Mona.


"Kamu kayak tidak tau Siska aja! Siska itu pendendam!" Balas Andre.


"Lalu apa Mas Andre hanya memberi kabar itu saja?" Tanya Mona.


"Ya bukan itu aja! Aku juga sekalian mau minta maaf sama kamu Mona! Aku udah berdosa sekali sama kamu! Aku harap kamu bahagia ya! Kamu orang yang baik Mona! Dan satu lagi, jangan terlalu polos jadi orang ya!" Ujar Andre.


"Sebelum Mas minta maaf saya sudah maafkan semuanya, termasuk Kang kemal, bagaimanapun manusia tak luput dari dosa!" Balas Mona.


"Aku jadi nyesal pernah berbuat salah sama wanita sebaik kamu! Ya sudah aku permisi dulu ya! Assalamualaikum." Ujar Andre lalu pergi.


"Walaikumsalam." Balas Mona.