MONA

MONA
kehancuran Mona



Lalu Mona pun beristirahat di kamarnya, sementara Kemal juga kembali ke kamarnya.


(Di kamar Kemal)


Kemal menelpon temannya Andre tentang Mona.


"Ada apa bro? Dah balik dari desa Lo?" Tanya Andre.


"Gue nelpon Lo karena ada barang bagus ini.. masih perawan.." ujar Kemal licik.


"Serius Lo? Wah.. wah... Kapan kita mainkan bro? Dah lama gak merasakan yang perawan!" Balas Andre mesum.


"Sabar dulu bro, gue mau Lo besok pura pura jadi tetangga gue yang butuh pembantu rumah tangga.. gue bilang ke Dia kalau dia ke sini mau jadi pembantu." Ujar Kemal.


"Oh gitu.. beres itu bisa di atur.. nanti gue cari rumah kontrakan yang bagus biar dia percaya kalau dia mau bekerja jadi pembantu." Ujar Andre.


"Sip, Lo emang bisa di andalkan... Untuk hari ini gue buat dia nyaman dan percaya sama gue. Besok baru kita bertindak." Ucap Kemal.


"Oke.. gue tunggu kabar dari Lo ya.." ujar Andre.


"Oke bro!" Balas Kemal.


Kemal pun menutup telponnya sambil tersenyum jahat.


******


Keesokan paginya Mona sudah bangun dan menyiapkan sarapan, karena mencium aroma masakan Kemal pun terbangun dan menuju ke dapur, lalu dia melihat Mona sudah menyiapkan sarapan.


"Wah..wah.. ini semua kamu yang masak?"tanya Kemal.


"Iya kang, saya sudah terbiasa bangun subuh jadi saya sekalian masak dengan bahan bahan yang ada di kulkas." Jawab Mona.


Lalu Kemal pun langsung duduk di meja makan tanpa mencuci wajahnya dulu, Kemal pun langsung mencicipi masakan Mona.


"Enak banget.. kamu memang pintar masak ya." Puji Kemal.


"Saya sudah biasa kang.." jawab Mona.


"Oh ya, hari ini tetangga saya itu datang, saya sudah telpon dia dan bilang nanti dia mau ke sini." Ujar Kemal.


"Makasih ya kang.. sudah membantu saya." Balas Mona.


Mona memang wanita yang rajin, dia juga bersih bersih di rumah Kemal yang berantakan.


******


Siang harinya Andre pun datang ke rumah Kemal.


"Hai, saya Andre.." sapa Andre dengan mengangkat tangannya untuk bersalaman.


"Iya pak Andre, saya Mona." Jawab Mona sopan.


"Jangan panggil saya pak dong.. kesannya tua sekali.. panggil saya mas Andre.." ujar Andre.


"Ya sudah Mona, kamu beres beres karena kamu kan mau ke rumah Andre." Ucap Kemal.


Lalu Mona pun pergi ke kamarnya..


"Dre, gimana? Lo dapat nggak kontrakan rumah dekat sini?" Tanya Kemal.


"Santai aja.. dapat kok.. cuma beda 3 rumah dari rumah Lo.. kebetulan yang punya rumah ke luar negeri." Jawab Andre.


"Terus kok bisa Lo sewa rumahnya? Setahu gue itu rumah gak di kontrakin." Ujar Kemal.


"Satpam di rumah itu teman gue.. jadi dia mau ikutan ngerjain tuh cewek.." balas Andre.


"Gila Lo, bisa mati anak orang sekali tiga yang ngerjain dia." Jawab Kemal.


"Udah Lo tenang aja." Ujar Andre.


Lalu Mona pun datang dengan tasnya, lalu Mona pun berpamitan dengan Kemal dan pergi dengan Andre yang berjalan kaki menuju rumah tersebut.


"Ini rumah saya. Kamu sanggup dengan rumah sebesar ini?" Tanya Andre.


"Insha Allah saya siap mas, saya memang niat untuk bekerja." Balas Mona.


"Baiklah, kamar kamu ada di belakang dekat dapur ya. Habis itu kamu langsung bersih bersih." Ujar Andre.


"Iya mas, saya permisi." Balas Mona dan pergi.


Malam harinya, Andre pun mulai melakukan rencana. Andre yang masukkan obat tidur di makanan Mona mencoba agar Mona memakannya.


"Mona, saya sudah kenyang, jadi kamu habiskan ya makanan ini.. saya tidak suka makanan mumbajir." Ujar Andre.


"Iya Mas, nanti pasti saya makan, pak Ujang sudah makan, mas?" Ujar Mona lagi.


"Ujang sudah makan. Jadi kamu saja yang makan. Kan kamu belum makan." Jawab Andre.


Ujang itu adalah security di rumah tersebut. Di rumah tersebut ada cctv-nya namun Andre dan Ujang mematikannya untuk menghilangkan bukti.


Mona yang sedang makan, tidak lama kemudian Mona merasa pusing dan mulai tidak sadarkan diri, lalu Andre pun mengantar Mona ke kamar dan Kemal sudah menunggu, yang awalnya Ujang mau bergabung mengurungkan niatnya untuk berbuat bejat tersebut karena yang dia lihat Mona gadis yang baik, jadi Ujang tidak tega melakukan nya.