
Lalu Siska pun pergi dari toko tersebut dengan sombongnya itu. Lalu Siska bukannya mencari pekerjaan lagi dia malah pergi dugem dengan teman-temannya. Lalu akhirnya Siska tergiur menjadi Simpanan Om om hidung belang.
(Di rumah Kemal)
"Ini Bu, uang enam juta yang aku pinjam!" Ujar Siska.
"Kamu dapat dari mana uang ini Nak? Cepat sekali kamu kembalikan ke Ibu?" Tanya Ibunya.
"Duh ibu ini cerewet sekali ya! Udahlah gak usah banyak tanya!" Ujar Siska kesal.
"Tapi Ibu berhak tau Nak! Kamu itu anak Ibu." Ujar ibunya sedih.
"Itu di kasih Om Hengky! Aku jadi simpanan dia! Jadi apapun aku minta dia kasih!" Ujar Siska santai.
"Ya Allah, Nak! Kamu sudah keterlaluan! Apa tidak bisa kamu cari uang dengan halal? Kenapa kamu seperti ini, Nak?" Ujar ibunya menangis.
"Udah deh Bu nggak usah nangis segala! Toh juga selama ini ibu hidup dengan uang haram hasil korupsinya bapak! Udah ya Bu! Aku mau istirahat! Terserah sama ibu uang itu mau diapain yang jelas hutang aku lunas!" Ujar Siska lalu pergi ke kamarnya.
Ibunya Siska pun hanya bersedih, dia tidak menyangka Anaknya bisa seperti itu kepadanya.
Ketika ibunya Siska belanja di pasar ternyata tidak sengaja bertemu dengan Mona.
"Ibu Lastri! Ibu di sini?" Sapa Mona.
"Nak Mona! Kamu beda sekali sekarang?" Tanya Ibunya Siska.
"Alhamdulillah Bu! Saya sudah berhijab sekarang! Ibu tinggal dimana sekarang?" Ujar Mona.
"Ibu sekarang tinggal di rumah Kemal pacarnya Siska. Kamu tinggal dimana?" Tanya Ibunya Siska lagi.
"Saya ngontrak rumah dekat pasar sini. Oh ya Bu, bagaimana keadaan Siska?" Tanya Mona.
"Buruk Nak! Siska makin salah arah sekarang! Ibu sadar selama ini ibu selalu saja manjakan dia!" Ujar ibunya Siska menangis.
Lalu mereka pun duduk di warung kopi yang tak jauh dari pasar. Lalu ibunya Siska pun menceritakan semuanya, dari mulai Siska mencuri dan menjadi simpanan.
Mona yang mendengar itu pun ikut sedih, setelah selesai bicara Mona mengantarkan Ibunya Siska pulang ke rumah.
"Eh! Ngapain Lo ke sini? Pasti Lo mau ketawain gue kan?" Ujar Siska kesal.
"Nak! Mona hanya mengantarkan ibu pulang! Tadi tanpa sengaja kami bertemu di pasar!" Sambung ibunya.
"Lagian ibu ngapain sih pulang sama ni orang!" Ujar Siska.
"Siska! Dia ibu kamu! Yang sopan dong bicara kamu!" Ujar Mona.
"Nggak usah ikut campur! Ibu masuk ke dalam!" Ujar Siska.
Lalu ibunya Siska pun masuk ke dalam rumah. Siska hanya menatap sedih melihat ibunya. Lalu tanpa berkata lagi Mona pun pergi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya atas kelakuan Siska.
Keesokan harinya Mona datang lagi ke rumah Kemal untuk bertemu Ibunya Siska.
"Nak! Ada apa ke sini?" Tanya Ibunya Siska.
"Iya Bu! Saya cuma mau kasih ini!" Jawab Mona.
Ternyata Mona memberikan mukenah, sajadah dan buku panduan solat. Melihat pemberian Mona, ibunya Siska pun menangis haru karena memang selama ini dia tidak pernah solat.
"Terima kasih ya Nak! Ibu selama ini sadar kalau Ibu sudah lupa dengan Allah!" Ujar ibunya Siska sedih.
"Saya juga dulu begitu Bu! Banyak sekali cobaan yang saya hadapi! Saya sadar itu teguran dari Allah untuk saya ingat dengan Allah! Alhamdulillah setelah saya hijrah saya jadi lebih tenang dan damai! Insha Allah ibu juga nanti bisa tenang! Ibu juga bisa mendoakan Siska agar dapat Hidayah!" Ujar Mona.
Mendengar perkataan Mona ibunya Siska jadi semakin sedih, tidak lama kemudian Mona pun pamit pergi karena harus kembali bekerja, ibunya Siska pun mulai pelajari buku yang di berikan Mona dan dia pun mendirikan solat dan selalu mendoakan Anaknya Siska.