MONA

MONA
Kekaguman Vino dengan Mona



Mendengar Kemal yang membandingkan dirinya dan Mona semakin membuat Siska kesal. Lalu Siska pun pergi ke rumah Vino dengan rasa marah.


"Eh cewek kampung! Keluar Lo!" Teriak Siska di depan pagar rumah Vino.


Lalu Vino yang kebetulan ada di ruang tamu mendengar dan keluar.


"Maaf! Ada apa ya mbak? Tidak baik teriak di depan rumah orang!" Ujar Vino sopan.


"Gue nggak ada urusan sama Lo! Mana si Mona! Suruh dia keluar!" Ujar Siska marah.


Lalu karena suara Siska yang kuat Mona pun keluar.


"Ada apa Siska! Kamu kenapa marah marah begitu! Bukannya urusan kita sudah selesai?" Ujar Mona sopan.


"Gak akan pernah selesai sebelum Lo menderita! Gue nggak suka Lo bahagia di atas penderitaan gue! Gara gara Lo kemal jadi cuek Ama gue! Semuanya gara gara Lo!" Ujar Siska kesal.


"Saya tidak pernah membuat masalah dengan kamu, kamu saja yang selalu buat masalah kamu sendiri! Lebih baik kamu tinggalkan saja lelaki seperti Kemal itu! Kamu bisa dapatkan lelaki yang lebih baik lagi." Ujar Mona.


"Kenapa? Supaya Lo bisa deketin Kemal lagi. Iya kan!" Balas Siska yang masih kesal.


"Tidak ada sedikitpun niat saya untuk kembali dengan lelaki kasar seperti dia. Saya malah senang sudah tidak berurusan lagi dengan dia. Saya hanya berharap kamu bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.. lebih baik kamu pergi Siska! Ini rumah majikan saya! Saya tidak enak!" Ujar Mona.


"Awas aja kamu ya! Urusan kita masih belum selesai." Ujar Siska lalu pergi.


Pada akhirnya Siska pun pergi, ternyata Vino masih ada di depan pintu.


"Mas Vino belum masuk?" Tanya Mona.


"Sungguh baik hati kamu! Bukannya marah tapi kamu malah menasehati wanita itu!" Ujar Vino.


"Siska teman saya di kampung Mas! Saya juga bingung dia kenapa begitu dengan saya.. tapi sebenarnya dia baik kok Mas!" Balas Mona.


Lalu Mona pun mendorong kursi roda Vino dan masuk ke dalam rumah.


Lalu Vino yang lagi santai di ruang tengah ternyata mendapat telpon.


"Iya halo! Gimana? Ada perkembangan?" Tanya Vino.


"Ternyata dugaan pak Vino benar! Ada korupsi di Desa Makmur, bagaimana pak? Apakah kita tindak lanjuti?" Ujar detektifnya Vino.


Ternyata diam diam Vino menyuruh detektifnya untuk menyelidiki Desa kampung halaman Mona.


"Tentu! Segera kamu laporkan! Dan kamu juga jangan lupa cari ustadz yang mau mengajarkan penduduk desa untuk mengaji." Perintah Vino.


"Baik, Pak! Saya laksanakan segera!" Balas detektifnyanya itu.


Vino sebenarnya pengusaha kaya, tanpa harus ke kantor dia mengerjakan tugas melalui laptop nya itu, orang tua Vino sudah lama meninggal semenjak dia kuliah, sehingga setelah orang tua nya meninggal maka dokter Dina lah yang menjadi walinya.


Lalu Vino yang lagi santai di ruang tengah ternyata mendapat telpon.


"Iya halo! Gimana? Ada perkembangan?" Tanya Vino.


"Ternyata dugaan pak Vino benar! Ada korupsi di Desa Makmur, bagaimana pak? Apakah kita tindak lanjuti?" Ujar detektifnya Vino.


Ternyata diam diam Vino menyuruh detektifnya untuk menyelidiki Desa kampung halaman Mona.


"Tentu! Segera kamu laporkan! Dan kamu juga jangan lupa cari ustadz yang mau mengajarkan penduduk desa untuk mengaji." Perintah Vino.


"Baik, Pak! Saya laksanakan segera!" Balas detektifnyanya itu.