
Lalu Kemal pun masuk ke dalam rumah yang di sambut Ibu Lastri yang tak lain adalah Ibu kepala desa yang wataknya sombong juga.
"Eh... Nak Kemal udah datang.... Siska banyak cerita tentang nak Kemal loh.." ujar Ibu Lastri.
"Oh ya. Yang baik apa yang buruk Tante?" Balas Kemal.
"Yang baik baik dong.. masa yang buruk buruk... Ya sudah kamu istirahat ke kamar, biar Siska yang antar ke kamar." Ujar Bu Lastri.
"Iya Tante, makasih ya. Maaf loh saya merepotkan." Balas Kemal.
"Oh Ndak kok.. jangan sungkan ya.. baiklah Ibu mau masak dulu di dapur soalnya sebentar lagi bapak pulang." Ujar Bu Lastri.
"Ya dah yuk aku antar kamu ke kamar.." sambung Siska.
Lalu Siska pun mengantarkan Kemal ke kamar tamu, sesampai di kamar Kemal pun mulai genit dengan Siska, Kenal memang lelaki genit yang suka meniduri pacar pacarnya.
"Sayang... Ini desa bukan di kosan.. kalau ketahuan warga yang ada kita di nikahi." Ujar Siska genit juga
"Bukannya itu yang kamu mau? Ayolah sayang... Gak lama kok cuma sebentar.. aku lagi pengen ini." Jawabnya mesum sambil mencium leher Siska.
"Iya, nanti malam aja ya sayang.. ntar malam aku diam diam ke kamar kamu." Ujar Siska
"Bener ya, kalau gak jadi aku balik ke kota." Balas Kemal.
"Iya sayang... Untuk kamu apa yang nggak." Ujar Siska.
Mereka pun tidak jadi berhubungan intim melainkan hanya berciuman dan berpelukan saja.
*******
(Di rumah Mona di malam hari)
"Mon,, Mona..." Ujar Nining yang memanggil Mona.
"Iya Ning, Ono opo toh kok teriak teriak..." balas Mona.
"Ada kabar, si Siska bawa pacar nya nginap di rumah nya.. apa sudah tidak waras ya Kepala desa kita itu." Ujar Nining.
"Pacar? Oh jadi lelaki itu pacarnya Siska toh.." balas Mona.
"Loh, kamu dah tau?" Balas Nining.
"Aku ndak tau Ning, yang aku tau lelaki itu temannya Siska dari kota.. soal ne tdi sore dia nanya alamat sama aku." Jawab Mona.
"Oh begitu toh! Cuma yang aku heran kok ya pak kades izinkan pacar nya menginap di rumahnya, kalau mereka berbuat mesum di kampung kita gimana." Ujar Nining.
"Ushh.. kamu itu ndak usah mikirin yang ndak ndak toh Ning, kan mungkin pak kades punya kamar banyak.." balas Mona.
"Iya juga ya. Ya wes lah Ndak urusan kita juga.. mending sekarang kita tidur, besok pagi kamu jadi kan nyuci di sungai?" Tanya Nining.
"Jadi, kan seperti biasa kita menyuci pakaian di sungai ..." Jawab Mona.
Lalu Nining pun pulang ke rumahnya. Keesokan harinya Mona dan Nining pun mencuci pakaian di sungai. Lalu ada Kemal yang melihat Mona di sungai, Kemal yang sedang joging pagi pun mengintip Mona dan Nining yang hanya memakai kain saja. Melihat kemolekan tubuh Mona Kemal semakin tertantang untuk mendekati Mona.
******
Pada suatu hari Mona yang sedang sendirian berjalan menuju pulang ke rumahnya, lalu Kemal pun mendekati Mona.
"Akang Kemal kan.. pacar nya Siska." Jawab Mona.
"Jadi kamu sudah tau kalau aku pacar Siska.. kalau kamu gimana apa sudah punya pacar?" Ujar Kemal.
"Saya teh nggak ada pacar kang.. siapa yang mau sama saya.. saya cuma gadis miskin si anak petani." Jawab Mona.
"Nggak mungkin lah nggak ada yang suka sama kamu.. kamu itu cantik Mona.. apalagi kalau kamu sudah ke kota pasti banyak yang mau ngajak kamu nikah." Balas Kemal licik.
"Ke kota, saya ini cuma tamatan SMP kang.. ndak kayak Siska yang anak kuliahan.." balas Mona.
"Di sana juga banyak kok pekerjaan untuk tamatan SMP, terus pulang pulang ke desa kamu bisa bawa uang banyak untuk kedua orang tua kamu."
"Oh ya, kerja apa itu kang?" Jawab Mona.
"Kamu keahliannya apa?" Tanya Kemal.
"Saya teh bisa masak kang, saya juga bisa buat kerajinan tangan." Jawab Mona.
"Wah pas sekali, tetangga aku butuh seorang pembantu kamu di upah perbulannya 4 juta. Kamu mau?"
"Besar sekali kang gajinya.. apa cuma untuk satu orang kang? Soalnya saya punya teman juga yang mau kerja." Ujar Mona.
"Iya butuhnya cuma satu. Ya kamu kan bisa kabari teman kamu kalau ada pekerjaan lagi untuk dia.. ini kartu nama aku (memberikan kartu nama) kalau kamu mau datang aja ke kota terus telpon ke nomor itu." Ujar Kemal.
"Iya kang, nanti saya pikirkan dulu.. saya kan harus izin ke Bapak dan Ibu." Balas Mona.
"Oke. Ya sudah aku pulang ke rumah Siska dulu ya. Bye Mona." Ujar Kemal.
Kemal pun pergi dengan wajah liciknya itu. Sementara Mona masih berdiri dan melihat kartu nama tersebut sambil berfikir akan pergi atau tidak.
Lalu setibanya di rumah Mona pun bertanya dengan Bapak dan Ibunya masalah pekerjaan yang ada di kota.
"Pak, Bu! Bagaimana kalau Mona bekerja di kota sebagai pembantu?" Tanya Mona
"Memangnya kenapa ndok kok tiba tiba kamu mau bekerja di kota?" Tanya Bapak lagi
"Biar bisa bantu Ibu sama Bapak.. bapak juga semakin tua, toh juga jadi pembantu di kota Mona bisa bantu ekonomi keluarga." Ujar Mona
"Ibu sih setuju saja.. kamu kan di kota tidak ada kenalan nak.. apa kamu yakin mau ke kota?" Ujar Ibu.
"Akang Kemal yang beri Mona pekerjaan Bu, temannya Siska.. dia punya tetangga membutuhkan Pembantu." Jawab Mona.
"Oh nak Kemal yang temannya Non Siska toh." Balas Bapak.
"Bapak kenal?" Tanya Mona.
"Iya bapak tau, dia selalu menyapa penduduk desa sini, termasuk bapak dan Ibu.. kelihatan nya Nak Kemal anak yang baik." Ujar bapak.
"Iya Pak, Mona juga lihat begitu.. jadi bagaimana apakah Bapak dan Ibu setuju Mona pergi ke kota?" Tanya Mona lagi.
"Iya sudah, bapak setuju." Jawab Bapak.
Kedua orang tua Mona pun setuju dengan itu. Di desa memang Kemal Sangat Ramah karena untuk menutupi kelakuan bejatnya. Karena pikir Kemal jika dia ramah dan baik di depan penduduk desa maka kelakuan mesumnya dengan Siska tiap malam tidak ketahuan.