MONA

MONA
kedatangan Kemal



Pada hari di sebuah perdesaan hidup wanita yang cantik dan baik hati, dia adalah Mona. Mona anak tunggal di keluarganya dia tinggal dengan Ayah dan Ibunya. Ayah dan Ibunya adalah petani, jadi Mona dan keluarganya makan dan melangsungkan hidup mereka dengan mengandalkan hasil panen.


Mona hanya bisa bersekolah sampai tamatan SMP karena faktor ekonomi Mona tidak bisa berlanjut sekolah lagi tapi dengan demikian Mona tidak berhenti untuk belajar karena sebenarnya Mona adalah anak yang cerdas.


Di desa Mona mempunyai teman yang bernama Nining. Nining adalah tetangganya di kampung.


Setelah selesai mencuci di sungai Mona dan Nining tidak sengaja bertemu dengan Siska di jalan.


"Hei kampungan! Habis nyuci ya... Duh kasihan ya!" Ujar Siska dengan duduk sombong di atas sepeda motornya.


"Duh Siska yang cantik kok sudi ya menyapa kami yang kampungan ini... Ada gerangan apa?" Balas Nining cetus.


"Dasar kampungan kalian itu merusak pemandangan aku makanya aku itu mau muntah lihat kalian." Balas Siska lagi dengan jutek dan pergi.


"Eleh....eleh! Dasar anak sombong... Belagu sok cantik..!" Balas Nining marah marah.


"Ndak boleh begitu Ning! Toh mungkin dia memang mau muntah, cuma gak enak ada kita di sini." Ujar Mona polos.


"Duh Mona! Kamu itu ya kok ya Ndak ngudeng toh! Dia itu menghina kita.." balas Nining geram.


"Sudah...sudah! Ndak usah di pikiri, yuk kita pulang nanti orang tua kita nyariin." Balas Mona lagi.


Lalu mereka pun berjalan pulang ke rumah mereka masing-masing.


Siska itu anak kepala desa, Siska anak yang sombong karena dia sekolah tinggi dan bahkan sedang kuliah di kota. Siska ada di desa karena libur panjang di kampusnya.


Dari sekolah dulu Siska itu iri pada Mona karena selalu di puji dengan banyak orang karena cantik dan kesantunannya.


Seminggu kemudian datang lelaki dari kota yang tidak sengaja menanyakan alamat kepada Mona yang sedang berjalan untuk pergi ke sawah.


"Permisi..." Sapa Kemal pada Mona yang duduk santai di atas mobilnya.


Lalu Mona berhenti dan membalas pada Kenal "iya, ada yang bisa saya bantu kang?"


"Oh ya, saya mau tanya alamat ini.. apa kamu tau" tanya Kemal pada Mona dengan menunjukkan ponselnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Mona.


"Oh, ini teh alamat kepala desa kang.. akang tinggal lurus nanti ada rumah yang cat berwarna hijau, itu rumah nya." Jawab Mona dengan polos.


"Oh.. terima kasih ya.. oh ya nama kamu siapa?" Tanya Kemal genit dan mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.


"Saya Mona kang.." jawab Mona namun tidak balik menyalamnya.


"Saya Kemal.. saya teman Siska dari kota.. salam kenal ya." Balas Kemal lagi.


"Punten kang, saya permisi dulu." Jawab Mona sopan dan berjalan pergi.


Ketika Mona pergi, mata keranjang Kemal tetap memandang tubuh Mona yang seksi dan montok.


"Ampun Dj... Tu cewek bohay banget... Nggak nyesel gue datang ke kampung ini." Ujarnya dalam hati mesum.


Lalu Kemal pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah Siska, Kemal adalah kekasih Siska. Kemal memang tampan namun belagu kaya, di kampus dia hanya manfaati cewek cewek termasuk Siska.


Sampailah Kemal di rumah Siska.


"Permisi" ujar Kemal.


Lalu keluarlah Siska dengan wajah yang sangat senang sekali "sayang... Kamu jadi juga datang!" Jawab Siska.


"Iya dong! Kan aku dah janji sama kamu.. ternyata rumah kamu bagus ya." Ucap Kemal.


"Iya dong sayang... Rumah aku yang paling bagus di sini... Secara Ayah aku kan Kepala desa." Jawab Siska bangga.


"Wah korupsi berapa banyak ini." Ujar Kemal.


"Sst, kamu ini. Udah ayok masuk.. ada Ibu di dalam." Balas Siska.