MONA

MONA
Kejahatan Siska



Berita ini pun sampai terdengar di telinga Mona, karena Bapaknya Mona menelpon Mona dan menceritakan kejadian tersebut. Mona pun kaget dan tidak menyangka selama ini Kepala desa di kampung nya melakukan korupsi, namun Mona masih sempat menanyakan kabar Siska dan Ibunya. Lalu Bapaknya pun memberi tahu kalau semua penduduk desa tidak tau mereka pergi kemana.


Lalu melihat wajah khawatir Mona, Vino pun menyapanya.


"Apa apa Mona? Kenapa Murung?" Sapa Vino.


"Teman saya Siska lagi dapat musibah, bapaknya terbukti melakukan korupsi! Dan saya gak tau Siska dimana!" Balas Mona murung.


"Syukurlah Kades di kampung kamu sudah tertangkap." Ujar Vino lega.


"Loh! Mas Vino tau ya berita ini?" Tanya Mona.


"Sebenarnya saya yang sudah melaporkan Kades itu! Karena waktu saya datang ke kampung kamu, saya merasa ada yang janggal aja di sana, makanya saya selidiki." Balas Vino.


"Oh begitu! Tapi saya kasihan dengan Siska! Bagaimana ya keadaan dia sekarang!" Ujar Mona.


Vino pun hanya tersenyum, karena dia kagum dengan kebaikan Mona, padahal yang dia tau Siska itu sudah jahat dengannya.


******


Sementara itu Siska ternyata tinggal di rumah Kemal, karena rumah itu masih kosong semenjak Kemal di penjara.


"Ini rumah siapa Nak?" Ujar Ibunya Siska.


"Ini rumah Kemal Bu! Untuk sementara kita tinggal di sini dulu." Balas Siska.


"Nak! Ibu masih ada tabungan untuk kuliah kamu! Kamu lanjut saja kuliah ya! Tidak perlu memikirkan biayanya!" Ujar Ibunya Siska.


"Nggak Bu! Siska sudah tidak minat untuk kuliah lagi! Siska mau cari kerja saja! Hidup di kota keras Bu, tidak seperti di desa!" Balas Siska.


"Tapi kamu mau kerja apa?" Tanya Ibunya Siska.


"Apa ajalah Bu! Yang penting kerja!" Jawab Siska.


Lalu Siska mencoba mencari pekerjaan, ternyata ada lowongan kerja di toko pakaian. Siska pun mulai bekerja di toko itu.


"Ternyata kamu ya pencurinya." Ujar pemilik toko.


"Bukan pak! Saya tidak mencuri!" Balas Siska gugup.


"Masih ngelak lagi! Saya punya rekaman Cctv-nya! Kamu saya laporkan polisi atau kamu mengembalikan semua uang yang kamu curi! Tinggal pilih!" Ujar pemilik toko.


"Iya pak iya! Saya bakalan kembalikan semua uang yang saya ambil." Balas Siska.


Siska yang bingung pun berjalan tanpa arah, dia stress memikirkan ganti uang tersebut, lalu dia mencoba menelpon semua temannya yang ada di kota namun tidak ada satupun yang mau membantu. Lalu Siska pun memutuskan untuk pulang ke rumah.


"Ada apa Nak?" Tanya Ibunya Siska.


"Aku di pecat Bu! Aku juga harus ganti uang bos aku! Duh... Pusing!" Balas Siska.


"Kenapa kamu harus ganti uang bos kamu? Kamu salah apa?" Tanya Ibunya Siska lagi.


"Aku ketahuan mencuri!" Balas Siska.


"Ya Ampun, Nak! Kenapa kamu berani mencuri!" Ujar ibunya Siska sedih.


"Nggak tau! Mungkin ketularan bapak kali! Ya sudahlah Bu, mending aku pinjam dulu uang Ibu! Nanti aku ganti!" Ujar Siska santai.


"Memangnya berapa yang kamu ambil?" Tanya Ibunya lagi.


"Enam juta!" Ujar Siska.


"Uang sebanyak itu kamu pakai buat apa?" Tanya Ibunya kaget.


"Ya buat senang senang lah Bu! Aku tuh stress dengan keadaan ini! Di tambah lagi aku biasanya megang uang banyak sekarang nggak pernah lagi! Ya udah aku ambil aja uang Kasir selama aku kerja!" Ujar Siska santai.


Mendengar perkataan Siska ibunya pun jadi sedih dan terpukul, sementara tabungan ibunya pas tersisa enam juta, lalu tanpa berfikir lagi ibunya pun memberikan uang tersebut kepada Siska. Siska pun terlihat senang dan langsung ke toko.


"Ini pak! Saya kembalikan uang yang gak seberapa ini!" Ujar Siska sombong.