MONA

MONA
Datangnya Vino



Esoknya Kemal pun sampai di kampung. Ketika sampai kemal pun langsung ke rumah Mona.


"Saya ke sini dengan tujuan untuk melamar anak Bapak dan Ibu." Ujar Kemal santai.


"Apa nak Kemal serius dengan niat nak Kemal itu? Seperti yang nak Kemal tau kondisi keluarga kami seperti ini." Balas bapaknya Mona.


"Iya pak, saya serius! Kalau bisa besok kami sudah menikah! Masalah biaya saya yang tanggung semuanya!" Ujar Kemal.


"Alhamdulillah kalau begitu! Bapak senang akhirnya Mona akan menikah!" Ucap bapaknya Mona senang.


"Jadi untuk malam ini nak Kemal menginap dimana?" Tanya ibunya Mona.


"Saya sementara menginap di rumah warga juga pak, Bu, saya sudah menyewa rumah untuk beberapa hari." Jawab Kemal.


Rencana pernikahan pun di laksanakan dua hari lagi, segala persiapan Kemal yang mengurus termasuk penghulu dan saksi. Pernikahan Mona dan kemal hanya dilaksanakan sederhana saja karena Kemal juga gak mau berita pernikahannya di dengar oleh Siska.


Setelah acara pernikahan Kemal pun membawa Mona ke rumah kontrakan yang ada di desa untuk sementara waktu, karena besok paginya mereka baru kembali lagi ke kota.


Malam yang di tunggu kemal pun tiba, Kemal yang sangat senang bisa berkuasa atas Mona.


Besok harinya pun kemal dan Mona berpamitan kepada orang tuanya Mona untuk kembali ke kota.


Sesampainya di kota Kemal menyewa rumah, karena kalau di rumah Kemal ada Siska. Mona masih ingin bekerja di klinik sehingga Mona pun minta izin kepada Kemal.


"Kang, saya masih boleh nggak kerja di klinik?" Tanya Mona.


"Ya boleh lah! Aku nggak akan ngelarang apapun yang kamu mau, kamu kan istriku tercinta!" Ujar Kemal gombal.


"Terimakasih ya kang, bagaimana pun saya mau membantu perekonomian orang tua saya kang." Balas Mona.


"Iya..iya! Terserah kamu aja." Ujar Kemal.


"Oh ya, kang! Kenapa rumah akang lain lagi? Rumah yang lama kenapa?" Tanya Mona.


Karena memang Mona sebelumnya tau rumah lama Kemal.


"Iya rumah itu dah habis masa kontraknya, jadi aku ngontrak rumah di sini.. kenapa kamu nggak suka rumah ini?" Tanya Kemal lagi.


"Naik ojek aja! Kamu tinggal bilang puskesmas mana, nanti tukang ojek itu antar kamu ke tujuan, atau kamu langganan ojek.. gampang kan!" Ujar Kemal.


"Iya kang!" Balas Mona.


Lalu Mona pun masak untuk makan malam, dan mereka berdua pun makan.


******


(Esok paginya di klinik)


"Wah sepertinya lagi bahagia nih." Sapa Dokter Dina.


"Ibu bisa aja.. saya masih boleh kan Bu bekerja di sini?" Ujar Mona.


"Ya boleh dong! Kamu selalu di terima di sini." Balas Mona.


"Oh ya Mona, saya punya kerjaan baru untuk kamu, saya punya keponakan, namanya Vino.. kamu mau nggak jadi perawatnya Vino?" Tawar dokter Dina.


"Saya tidak ada dasar menjadi perawat Bu, apa tidak masalah kalau saya merawat keponakan ibu?" Ujar Mona.


"Tidak masalah kok! Tugasnya cuma merawat Vino, tinggal tanya saja dia maunya apa." Balas dokter Dina.


"Pasti keponakan ibu imut dan lucu ya." Ujar Mona senyum.


Mendengar perkataan Mona, dokter Dina pun tertawa terbahak, karena sebenarnya keponakan Dokter Dina adalah lelaki dewasa.


"Jadi kamu berfikir Vino itu anak kecil ya." Ujar dokter Dina sambil tersenyum lebar.


"Iya Bu, saya jadi babysitter kan?" Tanya Mona polos.


"Bukan Mona, Vino itu lelaki dewasa! Vino terkena musibah 5 tahun yang lalu.. jadi dia tidak bisa berjalan! Vino sehari-hari hanya pakai kursi roda." Ujar dokter Dina.


"Oh maaf Bu, saya tidak tau!" Balas Mona yang merasa tidak enak.


"Tidak apa! Ya sudah ayo kamu ikut saya ke rumah! Vino sudah menunggu!" Ujar dokter Dina.