
Tengah malam, Mona terbangun dari tidurnya, nyatanya apa yang terjadi membuatnya sama sekali tak tenang.
Emosi masih meraja di dalam dirinya, merasa apa yang menjadi kemalangan hidupnya telah dijadikan lelucon dan mainan pasangan tak berhati.
Mona beranjak dari tempat tidurnya malam itu, duduk di depan meja kerjanya menghadapi laptop miliknya.
Setelah daftar nama-nama akun yang tinggal satu wilayah dengan Raditya telah ia kantongi, kini ia mencari akun Tari.
Tari yang ada di dalam pertemanan dengan Raditya juga langsung di pantau Mona dengan seksama.
Siapa saja yang sering berinteraksi dengannya, yang bukan hanya sekedar basa basi karena itu jelas hanya teman dunia maya, tapi yang benar-benar terlihat intens dengan Tari dan yang tinggal di sekitar Tari dan Raditya tinggal pun juga yang dari wilayah tempat tinggal Tari berasal.
Mona terus mendata setiap nama yang ia curigai memiliki hubungan pertemanan dekat, bahkan juga keluarga.
Banyaknya foto-foto Tari bersama keluarga di acara pernikahan dan sebagainya juga membuat Mona makin mudah melihat siapa saja yang komen dan memberikan like.
Dari semua yang komen, Mona lihat wajahnya di foto profil mereka apakah ada di dalam foto yang Tari upload.
Hingga kemudian Mona mendapatkan hampir sepuluh nama yang dari keluarga dan saudara Tari bahkan alamat rumah orangtuanya dari salah satu akun saudaranya.
Mona tentu saja merasa mulai mendapatkan banyak amunisi, sudah saatnya permainan kini ia yang pegang kendali.
"Baiklah Raditya dan Tari, kita bermain. Aku akan jadi gerhana rumahtangga kalian mulai sekarang. Bersiaplah."
Kata Mona.
Sekitar pukul tiga dini hari, saat akhirnya Mona akhirnya kembali menutup laptopnya, ia pergi ke kamar mandi dan memutuskan berendam air hangat di bathtub.
Ya...
Mona ingin merileksasi sebentar dirinya.
Nanti, Mona akan bergerak setelah Raditya dan Tari merasa aman dalam persembunyian.
Mona yakin, saat di mana ia menyerang, badai terbesar dalam hidup mereka akan langsung terjadi.
Dan tentu ini adalah sesuatu yang pantas mereka dapatkan.
Sesuatu yang harus dibayar manakala mempermainkan orang yang ingin tulus baik pada mereka.
Membuat kemalangan hidup orang lain menjadi alasan mereka bisa mengambil keuntungan tentu saja itu adalah hal terbusuk yang harus mereka pertanggungjawabkan.
Mona memejamkan matanya sejenak, menikmati air hangat yang merendam tubuhnya, menikmati aroma terapi yang sengaja ia letakkan juga di sana.
"Nikmatilah hari-hari tenang kalian yang hanya tinggal tersisa sebentar saja."
Gumam Mona lirih, dengan senyuman di bibirnya yang mengandung penuh arti.
**--------------**
Raditya menyeruput kopinya yang sudah ketiga kalinya ia menyeduh.
Rokok sudah habis satu setengah bungkus sejak ia memutuskan duduk di depan rumah sendirian sambil melamun memikirkan banyak hal.
Tari sendiri di dalam rumah juga sama tak tenangnya, ia sejujurnya takut tinggal di rumah itu.
Bersebelahan dengan makam membuatnya dihantui suasana horor.
Berulangkali ia memanggil Raditya, tapi suaminya itu seolah tak peduli, ia tetap saja lebih memilih duduk di depan rumah sambil ngopi dan merokok.
Tari sebetulnya tahu dan sadar, jika sejak kejadian kemarin Raditya tahu apa yang menyebabkan Mona marah, Raditya sesunguhnya seperti benar-benar telah hilang cintanya pada Tari.
Yang tersisa pada diri Raditya sepertinya memang hanya karena anak-anak, ia ingin tetap bertahan meskipun sebetulnya ia sudah enggan pada Tari.
Dan memang nyatanya adalah demikian.
Tapi...
Meski untuk mengakuinya Tari sakit, mengakui suaminya tak lagi memiliki rasa yang sama lagi seperti dulu padanya tentu terlalu menyakitkan.
Tapi, Tari juga tetap tak mau ditinggalkan. Tari tak mau mereka berpisah, lalu Raditya akan benar-benar dengan Mona hidup bahagia.
Jika Raditya nanti terlihat lebih bahagia dengan Mona, lalu Tari akan semakin terlihat gagal menjadi isteri.
Tari tidak mau itu terjadi. Tari tidak mau.
Maka lebih baik bertahan saja. Tari harus bertahan saja. Sampai kapanpun, semenyakitkan apapun. Tari akan tetap bertahan untuk bersama Raditya.
Tari tak mau kehilangan Raditya.
Tak mau.
Tak mau.
**-------------**