
Sementara itu Vino yang sering mengimami Mona untuk solat. Sehingga dalam lubuk hati Vino dia menyukai Mona, namun dia sadar kalau Mona sudah punya suami dan dia juga sadar akan fisiknya.
Malam harinya pun tiba, seperti biasa Mona di antarkan dengan supir Vino.
Ketika melihat Mona di antar dengan mobil membuat Kemal marah dan bertanya dengan siapa Mona pulang.
"Siapa tadi? Kamu jual diri ya? Hah!" Ucap Kemal marah sambil memegang leher Mona.
"Sakit kang! Lepas!" Ujar Mona yang berusaha melepaskan tangan Kemal.
Lalu Kemal pun melepaskan tangannya.
"Tadi itu supir majikan saya kang! Saya tidak mungkin berselingkuh ataupun jual diri! Akang mabuk ya?" Ujar Mona.
"Mau aku mabuk apa nggak itu terserah! Ayo sekarang kita ke kamar!" Ujar Kemal sambil menarik tangan Mona.
Kemal yang sedang mabuk pun melampiaskan nafsunya kepada Mona, Mona setelah itu hanya bisa berdoa agar suaminya bisa berubah.
*****
Keesokan paginya Mona terbangun dan solat subuh, ketika Mona solat subuh dia pun mulai mengaji. Karena merasa terganggu dengan suara Mona, kemal pun terbangun dan marah kepada Mona.
"Berisik... Pagi pagi udah ganggu orang tidur! Ngapain sih ngaji segala." Ujar Kemal marah.
"Astaghfirullah Kang! Seharusnya akang itu ikut solat dan ngaji dengan saya. Bukan sebaliknya." Jawab Mona lembut.
"Aku nggak mau ngaji, aku mau tidur! Udah kamu berhenti ngaji kalau nggak kamu keluar dari rumah ini." Ujar Kemal kasar.
Mona pun sedih dengan kelakuan Kemal, lalu Mona menyelesaikan ngajinya dan bersiap untuk membuat sarapan pagi. Karena setelah itu Mona harus pergi bekerja.
Lalu Mona pun sudah sampai untuk bekerja merawat Vino. Ketika bekerja bersama Vino sekilas Mona pun melupakan kesedihannya, karena Vino selalu saja membuatnya bahagia.
*******
Sementara itu kemal pun pulang ke rumahnya dan ternyata Siska sudah menunggu Kemal di sofa.
"Aku nginap di rumah teman! Aku mabuk, jadi ketiduran di sana!" Jawab Kemal santai.
"Teman yang mana? Aku udah telpon semua teman kamu, tapi mereka nggak ada yang tau kamu dimana! Awas kalau kamu ketahuan bohong!" Ujar Siska marah.
"Please! Aku tuh gak mau ribut! Kalau kamu ajak ribut terus mending kamu pergi sana!" Ujar Kemal kesal.
"Oh jadi kamu berani ngusir aku! Kamu sadar gak selama ini kamu hidup pakai uang aku." Balas Siska kesal.
"Jadi kamu mulai hitung hitungan? Oke! Aku juga udah muak sama kamu!" Ujar Kemal marah.
"Kenapa kamu jadi kasar gitu sama aku! Kamu udah banyak berubah ya.. apa kamu ada wanita lain?" Ujar Siska kesal
"Aku gak ada wanita lain.. kamu aja yang marah marah gak jelas! Lagian kamu kenapa masih di sini? Kamu gak kuliah?" Ujar Kemal.
"Aku malas! Semuanya bisa beres kok kalau ada uang!" Jawab Siska.
"Wah..wah! Ternyata kades itu kaya juga! Sudahlah..aku mau ganti baju.. aku mau pergi!" Ujar Kemal.
"Mau kemana lagi? Baru pergi dah pergi lagi!" Tanya Siska kesal.
"Aku ada kerjaan, makanya harus pergi! Bosan minta uang kamu terus!" Ujar Kemal.
"Tumben! Kerja apa?" Tanya Siska penasaran.
"Jual ganja sama narkoba lainnya!" Jawab Kemal santai.
"Apa? Nanti kamu ketahuan polisi kan bisa di penjara! Bahaya!" Balas Siska kaget.
"Udah biasa aja ekspresi nya! Kalau gak ketahuan ya gak di tangkap! Lagian sekali jual harga bisa sampai puluhan juta! Kan kamu juga yang senang!" Ujar Kemal.
"Ya sudah terserah! Yang penting hati hati aja!" Balas Siska.
Lalu Kemal pun bersiap pergi, Kemal tergiur dengan tawaran temannya untuk jadi pengedar narkoba karena bisa menghasilkan banyak uang, karena mendengar uang Siska pun langsung redam amarahnya.