
...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...
Kini suasana menjadi hening. Semua berkabung menggunakan pakaian hitam. Ada yang menangis ada yang sudah mrngikhlaskan dan ada yang biasa saja.
Setelah berkabung terlalu lama, Siswa/i pun pergi ber'iringan. Dan tersisah lah Guru-guru, Miza dengan kawan-kawanya dan Arga dengan kawan-kawanya.
" Baiklah, Untuk Arga dan Miza Bapak ucapin Turut berduka cita atas meninggalnya Pemilik sekolah kita yaitu, Aditya Rezand Zioland beserta istrinya Amelia Rezand Zioland. Semoga kesalahan Mereka di Maafkan oleh orang-orang dan tidak meninggalkan kebencian didalam hati. " Ucap Pak Vino selaku Wakil dari Kepala sekolah.
" Dan saya juga turut berduka cita atas meninggalnya Bapak pemilik sekolah kits yaitu, Bapak Aditya Rezand Zioland beserta Istri tercintanya yaitu, Ibu Amelia Rezand Zioland. Semoga kesalahan mereka dimuka bumi ini di maafkan." Ucap Bu Rinai selaku Guru IPA.
" Dan Saya juga turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Rezand Zioland beserta Istri tercintanya Ibu Amelia Rezand Zioland. Dan semoga saja, mereka sudah tenanh di dimensi yang laen-- eh, maksudnya di Sisi Tuhan Yang Maha Esa. Amiiinn ..." Ucap Bu Echa selaku Guru IPA Wajib.
" Saya juga mengucapkan Terimakasih Banyak untuk Bapak, Ibu Guru yang saya Hormati tapi enggak saya Cintai karena saya sudah punya orang yang saya cintai. Dan lanjut, terimakasih juga untuk teman-teman saya yang udah pada pulang dan yang masih disini karena sudah mau berziarah ke kuburan Pemilik sekolah Maharani ini yaitu, Bapak Aditya Rezand Zioland beserta Istri tersayangnya yaitu, Ibu Amelia Rezand Zioland. " Salam Miza kepada Bapak, Ibu Guru beserta teman-temanya.
" Ya, semoga yang ditinggalkanya tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian dari kedua orangtuanya. Kalau begitu saya ucapkan sekali lagi, Turut berduka cita. Kalau begitu saya pulang duluan ya, anak-anak." Ucap Pak Vino.
" Saya juga pulang duluan ya, anak-anak." Ujar Bu Rinai.
" Saya juga pulang duluan ya, anak-anak. Jangan lama-lama!" Ucap Bu Echa merasa khawatir.
" Baik, Bu. Terimakasih." Balas Arga dan Miza serempak.
Setelah kepergian Bapak dan Ibu Guru, Miza dan kawan-kawanya beserta Arga dan kawan-kawanya masih stay di depan Kuburan Pemilik sekolah mereka.
" Dah, yo, Dah, yo, Jangan melow melulu! Nanti Om sama Autynya sedih juga. " Ucap Giana.
" Gimana kalo kita semua Nongki sebentar di Caffe. Sambil nunggu Info tentang rencana kita. Kali aja yang jomblo bisa dapet pacar." Usul Diana.
" Eh, lo, Pinter banget lo ngomongnya, ya. Orang lagi berduka lo ngajak ke Caffe." Ujar Bagas tak suka.
" Ahh, Bacot lo, Gas bocor!" Balas Diana.
" Udah-udah jangan berantem melulu! Udah kayak Tom and Jerry aja lo bedua!" Ucap Alana terkekeh.
" Bacot Lo, Al. Liat noh si Brian lo gantung melulu perasaanya." Balas Diana.
" Heh, itu dah beda lagi ceritanya!" Balas Alana.
" Woyy, berisik banget lo pade! Lo pada gak ngira-ngira apa, kalo kita lagi didepan Kuburan?! Berantem melulu, gak bakal ada habisnya." Ucap Miza menengahi.
Sontak semuanya langsung terdiam seribu kata. Miza pun menaburi bunga kepada kedua kuburan mertunya dan ditaburinyalah bunga di kuburan kedua orangtuanya.
Setelah menaburi bunga, mereka pun pergi ke rumah masing-masing. Sementara itu, Miza dan Arga sudah memilik Rumah yang lumayan besar dengan bercat Elegant.
Karena merrka berdua tidak mau menyusahkan kedua kakaknya dan akan berjanji untuk datang ke rumah Kedua kakaknya.
Saat dirumah Miza tampaknya sedang menonton TV serial Laporpak. Lalu tanpa sadar Arga datang dengan kakinya dan tanganya memegang tongkat.
Arga pun melihat Miza yang asyik tertawa terbahak-bahak sambil memakan cemilan yang berada ditanganya.
" Seru gak nontonya?" Tanya Arga mulai duduk disamping Miza.
" Enak lah. Kerjaanya Nge-gombal melulu. Lucu jadinya." Jawab Miza tersenyum..
" Ohh, berarti suka dong di Gombalin sama Om-Om." Ketus Arga.
" Ya, enggak lah. 'Kan cuma nonton doang." Sarkas Miza.
" Tapi 'kan sama aja." Ucap Arga sambil memakan Cemilan yang dipegang Miza.
" Beda "
" Sama "
" Beda "
" Sama "
*Ting, Nong,
Ting, Nong*
...JANGAN LUPA TINGGALKANG JEJAK!...