Miza & Arga

Miza & Arga
Rahasia? Part 2



...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...


Kini hari sudah cerah ditambah lagi dengan pemandangan yang indah. Kini ketiga orang lelaki dengan dua orang yang dapat berjakan bebas dan berbeda dengan satu orang yang hanya bisa memakai Kursi Roda.


Sang kakak duduk dihadapan Arga dengan tatapan menyelidik. Lalu, bagaiamana dengan kedua orangtua mereka? Ya, kedua orangtua mereka sedang pergi dengan terpaksa karena harus menyelesaikan proyek yang berada di Luar kota. Sedangkan kedua mertua mereka harus pergi ke luar kota juga dengan pekerjaan mereka yang belum selesai.


Arga melihat pemandangan yang indah saat di Taman. Taman belakang rumah sangatlah indah. Banyak bunga-bunga yang bermekaran, berwarna-warni, dan berbagai jenis bunga lainya.


Aromanya menyerbak keseluruh Taman itu. Bahkan ada tiga ayunan yang disediakan oleh sang pemilik Taman itu.


Kembali dengan sang kakak yang sudah tak sabar dengan jawaban sang adik. " Jadi apa yang kau rahasiakan?" Tanya Deon.


"Huftt ..., Baiklah. Waktu itu gw sama Miza lagi diruangan. Dan Miza tidur sedangkan gw belum tidur. Gw disitu lagi banyak pikiran dan tiba-tiva deringan ponsel dari HPnya Miza bunyi. Dan yang ngangkat gw. Gw jawab telepon itu, dan mereka bilang bakal datengin ke ruangan gw jam 11 malam dan itu juga bareng Alef~ Sahabat gw waktu SMP. Dan disitu gw gak percaya kalo mereka bakal datangin gw dan sekalian Alef ikut sama mereka."


"Jadi gw balik ngancam mereka dan langsung gw matiin HPnya dan gw dikasih tau kalo dia ada dirumah sakit samping. Habis itu gw nunggu sampe jam 11 malam lewat. Tapi mereka gak dateng-dateng sampe hari ini. Dari situ gw sempat bingung kenapa mereka gak dateng?!"


Rahasia itu pun akhirnya Arga beritahu pada kedua kakaknya. Deon yang sedang asik mendengarkan Arga sedangkan Dion asik memakan Cemilan yang ia bawa sehabis dari RS dan tentunya sambil mendengarkan Arga.


"Hari ini juga lo harus pulang ke rumah! Lebih baik mencegah sebelum dia udah kesini duluan. Karena kita 'kan gak tau kapan dia akan datangin lo." Ujar Dion masih dengan asik memakan cemilanya.


"Nyambung ae lo, Bang." Ucap Arga, sambil tersenyum tipis.


Sangat jarang Arga dengan kedua kakaknya berbicara secara enam mata seperti ini. Biasanya tidak pernah berbicara dengan depan-depanan.


Karena kedua kakaknya~Dion & Deon suka sibuk mengerjakan Tugas dan perusahaanya dan juga menjaga kedua istri mereka.


Dan pada saat kedatangan Miza itulah membuat kehidupan Arga menjadi berwarna kembali. Yap, tanpa disadarinya juga, Arga sudah luluh dengan semuanya.


Walaupun tidak merasa kekurangan kasih sayang, Arga masih tetap kesepian. Keluarganya sangat jarang untuk berkumpul bersama.


Dan pada saat kedatangan keluarga Miza, mereka menjadi berkumpul bersama. Hanya waktu kecil saja Arga merasakan semuanya. Dan pada saat kedua kakaknya sudah mulai bekerja dan membangun perusahaanya sendiri, Ia mulai merasa kesepian.


Karena itulah Arga berubah menjadi sangat dingin dan kutub. Kecuali pada Cio, Bagas dan Petra.


Berbeda lain halnya, ketiga Ciwi-ciwi itu sedang menikmati indahnya pemandangan dibelakang Balkon dari rumahs sakit. Ya, walaupun cuma ada Motor lewat, mobil lewat, sepeda belok dan seorang anak kecil yang sedang digendong dengan ayahnya dan seorang ibu yang sedang mengandung.


Tapi tiba-tiba erangan dari Erlana membuat Miza dan Grecila menoleh. Mereka terpanik dengan Erlana.


"Ahhhhhh .... Arghhh ..., Ahhhh ... Za.... Pah-" Suara Erlan hanya bisa mengerang dan susah untuk berbicara akibat sakitnya yang ia rasakan dari perutnya.


"Za, Za, Za, panggil Dion dibelakang rumah GC!" Ucap Grecila semakin panik dengan keadaan Erlana.


Darah mulai keluar dari bagian ******** milik Erlana. Grecila pun langsung dengan cepat menelepon Dokter kandungan dan memberitahukan Lokasinya.


...**Thank you Guyss ......


...Nungguin ya**? ...