Miza & Arga

Miza & Arga
Sembuh!



Amelia pun segera beranjak dari tempat duduknya keluar kamar. Lalu pergi ke ruang tamu dan mendapati Arga yang sedang main HPnya di Sofa. "Ga, kasih makan si Miza. Kasihan dia belom makam dari tadi. Ambil gihh,Sekalian suapin dia biar cepet sehat"Ucap Amelia


"Hmm"


Arga hanya menjawabnya dengan deheman. Ia segera berjalan dan mengambil makanan untuk Miza di kamar. Saat sampai di kamar Miza langsung terkejut jika yang datang bukanlah mamahnya tapi malah Arga.


Miza pun menjadi malu dengan kejadian semalam. kejadian semalam melintas di benaknya hingga ia menjadi menundukan kepalanya.


"Ngapain nunduk? Malu?"Tanya Arga


"Enggak! Siapa juga yang malu"Sangkal Miza


"Ya udah makan nih"


Arga menyodorkan sendok yang sudah berisi bubur dan lauknya. Bukanya memakanya Miza malah mengambil sendok itu lalu menurunkanya ke dalam piring.


"Gw mau makan sendiri. gak perlu di suapin gw udah besar! Sana"Usir Miza


"Hmm"


Lagi-lagi Arga menjawabnya dengan deheman. ia keluar dari kamar dan langsung di tatap oleh mamahnya.


"Kenapa gak di kamar?"Tanya Amelia


"Di usir"


"Kamu apain dia?"


"Tadi pengen aku suapin tapi karena dia bilang "Gw perlu disupain gw udah besar Ya udah aku biarin ajah dia makan sendiri"


"Teruss"


"Dia ngusir aku, ya udah aku keluar ajah"


"Arga kamu tau kan si Miza itu orangnya maluan. Kamu kesana gihh, kasihan si Miza sendirian melulu sebagai suami itu harus merawat istrinya di kala istrinya sedang sakit. kalo Miza butuh apa-apa gimana?"


"Ya udah sana gihh, temenin dia. Ngapain kek, gitu"


Arga pun langsung pergi ke kamar dan mendapati Miza yang sudah tertidur pulas. lagi-lagi ia harus menyelimuti Miza agar Miza tak kedinginan.


Seorang perempuan sedang mengintip ia adalah Grecilla. Jujur saja Grecilla tipikal orang yang gampang khawatiran,cerewer dan manis.


Grecilla mengintip kelakuan Arga yang menurutnya Si Arga itu sama sekali tak peduli dengan Miza adiknya.


Tiba-tiba dari belakang Grecilla tampak lelaki pendiam dan tampan itu mengikutinya. Ya, lelaki itu adalah Deon siapa lagi kalo bukan Deon?


"Ngapain?"


Sontak Grecilla langsung terkaget hendak bibirnya langsung berisik namun untung saja Deon dengan sigap membekap mulut Grecilla sehingga tak terdengar kebisingan yang akan datang.


"Mbppphh"


Deon oun langsung melepasnya dan menatap Grecilla. Mereka pun saling bertatapan namun hanya 5 detik saja karena Arga sudah berada tepat di samping mereka.


semenjak Grecilla mengintip Arga sudah menyadarinya hingga kakanya datang. Jadi Arga langsung menyusul saja.


"Kalian kenapa disini?"


"Mau liat adek gw lah. Ya kan Yon??"


"Hmm"


"Terus kenapa ngintip? Kan bisa langsung masuk?"


"Kan gw gak mau mengganggu"


"Ya udah gw sama Deon cabut dulu. Ayo Yon"


Segera Grecilla pergi di ikuti dengan Deon yang sudah berada di samping kiri Grecilla. Arga menatap punggung Grecilla dan Deon yang sudah tak ada lagi.


Ia balik ke kamarnya dan mengunci pintu.


Ke esokan harinya tampak Miza bangun duluan. Ia melihat Arga yang tidur sambil duduk di samping dengan tanganya yang dijadikanya sebagai pengganti bantal.


Hari ini Miza terlihat sangat bersemangat. saking bersemangatnya sampai-sampai Miza mandi pagi-pagi. Tumben sekali bukan?


Itulah Miza ia hanya mandi jika ia mau dan jika ada moodnya yang sudah terkumpul. Tampak Miza sudah berada di ruang tamu sambil menonton dengan tanganya yang memegang cemilan.


Amelia melihanya dan langsung mendekatintnya. "Wah, wah, ada yang sudah sembuh nih" Goda Amelia


"Iya dong... Miza gitu cepat sembuhnya gak kayak cewek lain, kalo sembuh lamaaaa banget"


"Iya deh, menantu mamah gitu loh..."