Miza & Arga

Miza & Arga
Episode 11



πŸ“© Cio


Ga,ayo jadi gak?


^^^πŸ“© Arga^^^


^^^Ayo^^^


πŸ“© Cio


Ok.


(Read)


Arga segera pergi namun diberhentikan oleh amelia. "Mau kemana kamu Arga?"Tanya Amelia.Arga berhenti lalu menoleh pada mamhnya. "Mau ketemuan ama Cio!" Jawab Arga.


"**dimana?"


"Didepan, mah!"


"Oh, ya udah, tapi jangan lama-lama ya! kasihan si Miza sendirian**!"Arga menoleh pada Miza lalu pergi.


Setelah Arga pergi!


"Mah, Miza mau ke kamar dulu ya!" Amelia menoleh.


"Nanti aja, tunggu Arga balik dulu! baru kalian ke kamar" Miza menganguk.


Setelah itu Amelia pergi dan yg tersisah di ruang makan hanyalah Miza seorang.


"Nagapa harus ditunggu sih!" Gumam Miza kesal.


"Lagian juga, sendal jepit ngapain sih, pergi-pergian! kan, gw jadi nunggu disini!"Gumam Miza kesal


"Heh, nyasahin baek tuh anak!"


Arga kembali ke rumah dan menemukan Miza yg sedang duduk di ruang makan tampak seperti menunggu seseorang. Arga hanya jalan seperti biasa menghiraukan Miza,seketika Miza melihat Arga yang berjalan menuju tangga.


"Heh, lu tau gk gw udh nungguin lu, sejam tau gk! bisa g sih lu gk keluar melulu!"Ucap Miza menggerutu.


Arga hanya terdiam tak menangapi Miza. Ia terus berjalan menaiki tangga hingga masuk kamar. banyak sekali ocehan yg dikeluarkan Miza padanya.


"Gw itu capek, tau gk nunggu lo terus!"


"lama banget lagi!"


"bisa diam gk!"


Miza menatap Arga yg sedang membuka Lapotopnya.


"Woi, lo denger gk sih omongan gw?"


Arga terdiam.


Miza menatapnya.


"ARGA!"


"Woi"


"dipanggil gk nyaut-nyaut nih, bocah!"


"bisa diam gk!"


Tokkk... tok.... tokk...


Ceklek


Miza membukakan pintunya dan dibalik pintu tersebut terdapat Amelia.


^^^"Mamah"^^^


"Za, sini bentar!" *Suara pelan*


"Oke, mah!"


Miza menutup pintu kamar lalu keluar.saat di luar kamar Amelia memberitaukan semua rahasia yg Arga miliki.


"Za, jadi Si Arga itu punya penyakit!"


"Penyakit,apa mah?"


"Jadi, Si Arga ini gampang marah!"


"Itu mah bukan penyakit mah"


"Maksud mamah, kamu harus bisa kendaliin amarahnya si Arga!"


"Kenapa emangnya?"


"Si Arga, ini kalo udah marah bisa sampe org yg jadi lawanya,kalo gk barang yg didekatnya yang dihancurin."


"Serem, juga ya mah"


"Makanya itu mamah suruh kamu buat kendaliin amarahnya Arga!"


"Mamah, tau kok, cuma kamu yg bisa kendaliin amarahnya Arga!"


"Si Arga ini sifatnya mirip banget kayak Ayahnya, jadi kamu gk boleh takut sama Arga!"


"Pokoknya, apa yg dia suruh ikutin aja!"


Miza mengangguk saja sepanjang Amelia berbicara padanya.


"Okeh"


"Mamah, pergi dulu.Bye!"


"Bye juga mah!"


Amelia pergi meninggalkan Miza sendirian didepan kamar. Saat Amelia pergi Miza mulai kasihan pada mamahnya karena memiliki anak yg amarahnya harus bisa dikendaliin.


"Makanya, mamah jangan buat anak!"


Miza pun masuk ke kamar dan mendapati Arga yg sudah terlelap tidur dengan Laptopnya yg masih menyala.


Miza merapikan semuanya hingga rapih dan bersih. Miza juga membenarkan posisi Arga dengan benar setelah itu Miza kembali tidur karena besok sudah masuk sekolah.


Sementara di kamar Grecilla dan Deon semuanya hening tak ada suara karena Deon asyik menatap layar Lapotopnya karena Grecilla bosen ia duduk disebelah Deon dan menatap layar Laptopnya Deon.


Apa yang terjadi selanjutnya antara Grecilla dan Deon dikamar guys. See you