Miza & Arga

Miza & Arga
Momen Sebenarnya!



Momen orang nyalain kembang api lah. Emangnya kenapa?" Tanya balik Miza.


"Ouhh, Tapi, jangan lama-lama besok udah sekolah ntar tidurnya lama bangunya kelamaan" Peringat Arga langsung.


"Yelah..." Pasrah Miza.


Kedua Pasutri itu sudah menunggu Kembang api begitu hingga malam tiba.


Miza yang sudah bosen ia mulai berjalan mengelilingi tempat disana. Banyak sekali orang beramai-ramai berlibur sambil membawa keluarganya.


Setelah merasa lelah berjalan kesana kemari Miza kembali duduk sambil berharap akan ada kembang api.


Namun, Naasnya Kembang api tak kunjung datang. Miza merasa kesal dibuatnya. Bibirnya manyun menurun wajahnya tampak murung.


Arga tak sengaja melihat Wajah Miza yang murung. "Kenapa murung? Karena gak ada Kembang Apinya hm?" Tanya Arga.


"Udah tau nanya lagih!" Ketus Miza dengan raut wajah yang tambah kesal.


Dalam hati Arga tertawa karena menurutnya Miza sangat lucu dan menggemaskan saat marah.


"Capek-capek gw dateng kesini buat liat Kembang Api doang! eh... Nyatanya.. Gak ada!" Gerutu Miza kesal sambil menghentakan kakinya ke tanah.


Arga melihatnya dan mencoba menenangkan Miza. "Ikut gw yok!" Ajak Arga langsung sambil menarik tangan Miza ke sebuah tokoh.


Saat sampai Arga membeli dua bungkus Kembang api dan sebungkus petasan kecil.


Langsung mata Miza berbinar ia kembali senang seperti biasanya. Arga yang melihatnya ikut senang.


"Yok nyalain!" Ajak Miza antusias menarik tangan Arga lalu pergi ke tempat mereka.


Kedua Pasutri itu mulai menyalakan Kembang Api. Dan...


DOR!!!


BLAR...


TUSH...


DOR...


BLAR...


Semua orang menyaksikan Kembang Api itu. Semua orang menjadi tambah ramai karena adanya Kembang Api.


Karena menurut para penduduk setinggal momen yang paling bahagia adalah Momen disaat malam berbintang dan adanya Kembang Api yang menyala.


"HOREEEE" Sorak girang Miza.


Tanpa sengaja Miza melihat orang diseberang sedang bertukar air liurnya atau sedang 'Berciuman'.


Sontak saja Miza kaget matanya membola namun sedetik ia tersadar. Miza memang kaget namun ia memaklumi hal itu karena hal ini adalah hal yang bahagia.


"Pemandanganya sih bagus. Tapi, yang paling bagus adalah disaat kedua Pasutri saling berbagi rasa sukanya" Ucap Miza sengaja.


Miza menoleh dan...


Kedua Pasutri itu saling berbagi rasa sukanya. Walau Arga masih belum menyatakanya. Mereka melakukanya pada malam ini.


Momen itulah yang sebenarnya Miza tunggu-tunggu sedaritadi.


Arga mencium bibir manis Miza hingga mereka saling bertukar air liur yang mereka miliki.


Deru nafas mulai terdengar ciuman dari kedua Pasutri itu sangatlah mantap.


Hingga tiba saatnya Miza kehabisan nafas. Ia melepas ciumanya dan Arga hanya mengikuti alurnya saja walau ia yang mulai.


Miza melihat kesamping kanan kiri. ia mengalihkan penglihatanya dari Arga karena ia menahan ras malunya pada Arga yang tepat berada disamping kirinya.


Dalam hati Miza merasa sangat Happtly sekali. Karena First Kissnya sudah diambil duluan oleh Arga. Yah...Walaupun Miza pernah berpacaran dengan Aron. Namun, hubungan mereka hanya sekedar berpacaran saja.


Karena hubungan antara Miza dan Aron sudah tak ada lagi karena Miza yang memutuskanya. Tampak seorang anak laki-laki yang tampaknya sangat kumel datang dan meminta makanan.


Miza yang melihatnya pun Iba. ia membelikan makanan bersama Arga. Anak itu pun makan sangat lahap dan puas. Miza dan Arga hanya bisa tersenyum karena anak itu sangatlah lahap makanya.


"Makanya Enak ya?"Ucap Miza dengan senyum manisnya.


"Hmm" Anak itu hanya berdehem dengan dibantu kepalanya yang mengiyakan.


Miza memegang kepala anak laki tersebut sambil tersenyum. ia mengelusnya pelan.


Miza melihat anak laki-laki itu menyisakan makanan dan dibungkusnya.


"Kenapa dibungkus?" Tanya Miza.


"Mau saya bawa kerumah. Supaya saya nenek saya sama adik saya bisa makan." lirih anak laki-laki itu sambil menundukan kepalanya.


"Ouh, ya udah. Mba!" Ucap Miza mengiyakan dan Pada akhir kalimat Miza memanggil kembali pelayan.


"Iya ada mba?" Tanya Pelayan itu sambil membungkungkan tubuhnya 30 derjat.


"Tolong bungkus lima porsi makanan yang enak kalo udah selesai langsung kasih aja ke anak ini. dan saya yang bayar ya mba?!" Ucap Miza segera.


"Baik mba"


"Tunggu mba!" Ucap Miza


"Ini uangnya" Ucap Arga tiba-tiba dan langsung mrmbayar semua makananya beserta pesanan lima porsinya.


"Okey, T'rimakasih mba" Ucap Pelayan itu.


Pelayan itu seger pergi dan menyiapkan lima porsi tersebut. Sementara Miza segera berpamitan pada anak laki-laki itu. "Kakak pergi dulu ya?"


"Hati-hati kak"Ucap Anak laki-laki itu.


Miza pun segera pergi bersama Arga dari tokoh itu. Dan tiba sampai Rumah kediaman Zioland pada Jam 21.00 .p.m.