
...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...
Setelah kejadian tersebut, semua orang merasa kesal karena di bohongi oleh Alana. Mereka sudah menampilkan wajah yang serius, sedangkan Alana membohongi mereka.
Alana menertawai teman-temanya dengan terbahak-bahak. Hingga tawanya menular pada seluruh temanya. Cara Alana tertawa membuat teman-temanya menjadi tertawa dan melupakan amarahnya.
"Lucu lo Al. Hahhha ... " Kata Giana lalu kembali tertawa terbahak-bahak.
"Iya, emang gw lucu. Hahhaha ..." Jawab Alana sambil tertawa melucu.
Setelah beberapa puluh menit, akhirnya ruangan Arga kembali kosong. Di karenakan semua teman-temanya harus pulang karena sudah larut malam.
Dan yang tersisah hanyalah Miza, Amelia dengan suaminya, Dion dengan istrinya, dan Deon dengan istrinya.
Setelah teman-temannya pulang, keluarganya langsung menjenguknya dengan kebetulan sekali.
Kini ruangan menjadi ramai kembali. Amelia yang masih sangat sedih dengan kejadian yang menimpa anaknya tak tahan dengan yang dialami Arga.
Ia keluar sambil menahan tangisannya yang hampir pecah dan disusul dengan Aditya supaya bisa menenangkan sang istri tercintanya.
Di ruangan tampak sekali Dion dan Deon sedang berbicara dengan Arga. sedangkan Erlana dan Grecila sedang berbicara dengan Miza.
"Yang sabar ya, Za. Ini itu cobaan dari Tuhan. Jadi lo harus tetap semangat ngurusin Si Arganya. dan jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah terjadi dengan Arga! Nanti juga Arga bakal sembuh! tenang, gw do'ain." Kata Grecila menghibur sang adik sambil memakan cemilan yang ia bawa sendiri.
"Hmm, tumben lo mau hiburin gw! Biasanya kalo kayak begini lo selalu komporin gw!" Ketus Miza merasa aneh dengan perubahan sikao dari sang kakak tertua.
"Ya, gw juga harus maklum dengan keadaan lo juga. Dan gw juga merasa kasihan sama lo. Dan juga ngeliat keadaan. Kapan waktunya gw harus komporin loe dan kapan gw harus bersikap dewasa terhadap lo. Gw kakak lo. Dan gw juga harus bisa menghibur lo dan menguatkan lo biar lo tetap semangat. Mamah sama papah kan pergi, jadi gw harus bisa ada untuk adek gw bedua." Tutur Grec terhadap kedua adiknya yang sedang mendengarkanya.
"Iya- gak usah jadi Melow melulu situasinya! Mending kita tidur. Udah tengah malam, tidur aja. Udah pada ngantuk 'kan?! ya, udah." Ucap Erlana sambil menahan Uapan dari mulutnya.
Matanya sudah memerah karena mengantuk. Semenjak ia hamil, Erlana menjadi suka tidur tengah malah dan matanya selalu memerah jika mengantuk.
Erlana juga suka makan banyak dengan minuman yang manis-manis hingga Dion harus bisa memakluminya dan sempat frustasis.
Kini Erlana dan Grecila sudah mengetahui jenis kelamin dari Dokter kehamilan. Dan mereka sama-sama sudah mencapai 8 bulan lebih.
Erlana mengandung seorang baby mungil nan lucu yang berjenis kelamin Perempuan kembar, sedangkan Grecila mengandung two anak kembar laki-laki yang Gembul.
Apa kabar dengan Miza?
Berbeda lain halnya, Seorang kakak laki-laki yang bertubuh tegap sedang duduk dengan menghadap sang adik yang ia sayangi.
Deon menatap Arga dengan instens dan tajam. Ia tak mengeluarkan sepatah kata pun akhir-akhir ini. Sementara Dion yang selalu berbicara agar suasana tak setegang dan dingin lagi.
Dan pada akhirnya Deon mengeluarkan sebuah pertanyaan yang dapat membuat Arga terdiam. "Sepertinya kau sedang ada masalah dan tentu saja kau pasti tidak memberitau itu kepada Miza, bukan?"
Arga terdiam dengan memikirkan seribu alasan supaya rahasia yang ia sembunyika waktu itu tidak diketahui oleh kakaknya.
Memang Deon dan Arga memiliki otak yang cerdas dan tidak dapat dibohongi. Sedangkan Dion berbeda. Arga tau jika ia tidak bisa membohongi sang kakak dan ia juga tak tega untuk membohongi kakanya.
"Hemm, Kakak benar! Gw memang menyembunyikan rahasia yang Miza sendiri gak tau! Tapi gw minta kakak jangan kasih tau ke Miza! Gw takutnya dia khawatir dan gw jadi nyusahin dia lagi." Ucap Arga yang akhirnya jujur kepada kedua kakaknya.
"Kalau mau kakak gak kasih tau rahasia yang kau rahasiakan dari Miza, kau harus mmeberitau rahasia itu. Supaya aku juga mengerti." Deon semakin menatap Arga dengan tajam.
"sebelum gw kasih tau rahasia itu, bawa dulu gw ke suatu tempat! Dan cuma kita bertiga aja yang ada di situ!" Jawab Arga membuat Deon dan Dion semakin penasaran dengan Rahasia yang dimiliki oleh Arga.
Apa rahasianya terlalu sangat-sangat-sangat di rahasiakan?
Apa rahasia itu memiliki sebuah kunci dalam memecahkan sebuah Informasi penting mengenai hal yang selama ini dicari oleh Miza dan teman-temanya?
...**Bacalah terus cerita ini, jika anda mau!...
...See you, Guyss 😊**...