Miza & Arga

Miza & Arga
Jeweran Bu Echa!



...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...


Pagi hari yang cerah. Tepatnya berada didalam sekolah, sedang melakukan acara duka yaitu atas kepergian pemilik sekolah yang tentunya Aditya Rezand Zioland dan Istri dari pemilik sekolah yakni, Amelia Charlovin ~ Zioland.


Karena pemberitahuan itu, semua Guru pun berencana untuk Ziarah ke kuburan pemilik sekolah mereka. Karena itu, banyak sekali Guru-Guru mengucapkan 'Turut berduka cita' kepada Arga selaku anak kandung dari Si pemilik Sekolah.


Semua Guru hadir kecuali Pak Arno atau dengan nama Aslinya Glooen Zoevargos. Disatu sisi sedsritadi Miza sedang berfokus mencari salah satu Guru mereka.


Yang sudah pastinya Pak Arno sendiri. Dan kebetulan Bu Echa menhampiri Miza. " Za, "


Panggilan itu memang berasa Familiar tapi karena dadakan, Miza langsung terkaget.


" EH, MONY3T, BAB1, BANGS4T, ANJ1NG!" Kagetnya terperanjat.


Sontak saja Bu Echa yang mendengarnya langsung menjewer Miza dengan kencang sembari membawanya ke ruang BK.


" Ada apa si, Bu? Perasaan saya gak ada salah deh, Bu." Ucap Miza sambil menahan sakit.


" Masih gak ngaku salah kamu dimana, Heh?! Mulut itu dijaga ya, Za! Hewan yang enggak bersalah. kamu keluarin. Kenapa gak sekalian aja semuanya dikeluarin." Ganas Bu Echa menatap tajam pada Miza.


" Ehh, ibu, jangan marah-marah mulu! Inget Bu, sekarang hari pemakaman jadi Ibu, gak boleh hukum saya! 'kan saya udah mau lulus, Bu. Tinggal Graduation aja." Ucap Miza menyerocos.


Bu Echa pun terpaksa harus melepas jeweran dari telinga Si TWO LEGENDSRIS ini yang terbilang nakalnya kebangetan.


" Ahh, Ibu kurang, Bu jewernya." Ucap Miza, sambil mengelus kupingnya yang sudah merah.


" BU ECHAAAA .." Panggil Kelly dari belakang.


Bu Echa dan Miza pun menoleh ke arah sumber suara. " Ada apa kamu? Mau sama kaya Miza saya jewer kupingnya?!" Ganas Bu Echa.


" Ya elah, Bu. Jangan Galak-galak napa, Bu! Nanti cepet tua emang ada yang mau sama Ibu!" Sarkas Kelly yang tuntas membuat Bu Echa naik daun.


" KELLYYYYYYYY!!!" Teriak Bu Echa, Emosi.


" Ibu, jangan teriak-teriak! Inget, Bu sekarang kita mau Ziarah ke makamnya Om Adit! Nanti gara-gara Ibu teriak, Om adit marah terus gentayangin Ibu deh. HIH! 'kan ngeri, Bu!" Ucap Kelly sengaja membuat Bu Echa ketakutan.


"KELLYYYYY!!" Bu Echa pun sudaj tak peduli lagi. Ia menjewer Kelly hingga telinganya Kelly memerah.


" Gin, mana Miza sama Kelly? Perasaan dari kok, gak nongol-nongol ya, Batang hidungnya?!" Tanya Diana pda Giana.


" Mana kutehe. Lo cari aja sono dewek-dewek! Gue mager." Jawab Giana.


" ihh, Gin. Gak SK lo jadi temen!" Cemberut Diana.


" Bodo amat!" Balas Giana.


" Ehh, i-itu, i-itu Miza sama Kelly. Baru juga dibilang." Kata Diana menunjuk kearah Kelly dan Miza yang sedang bersama Bu Echa.


" KELLY, MIZA!" Panggil Diana.


Dari kejauhan Miza dan Kelly pun menoleh dan diikuti oleh Bu Echa. Diana pun berlari dengan rambut yang tergerai lurus hitam lebat.


Sat nyampe Diana pun berkata, " Halo, Bu Echa. " Sapa Diana dengan senyuman manisnya.


" Halo, Neng cantik." Sapa balik, Bu Echa sembari tersenyum manis.


" Din, bantuin gue dong! Nih, emak lo galak banget jadi orang!" Ucap Kelly yang masih dalam keadaan dijewer.


" Hehehe .. Sorry gue gak mau punya emak galak-galak! " Ucap Diana tersenyum menyengir saja.


" Apa kamu bilang?! Saya galak!" Ketus Bu Echa dengan nada tinggi ditambah Emosi yang membara.


" Eh, enggak Bu. Maksudnya Diana, Bu Echa galak-galak tapi cantik kok, Bu. Gak bakalan cepet tua." Ucap Giana menengahi.


" Ini lagi yang satu. Bisa aja ngeggodanya. Gak bakalan mempan!" Tegas Bu Echa.


" Berarti cuma Pak Arno doang dong yang mempan Godain Ibu." Giana pun menjadi tambah menggoda Bu Echa.


Tak disangka Bu Echa beralih menjewer Giana dengan keras seperti yang dilakukanya pada Kelly dan Miza.


" Permisi, Bu."


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!...