
...***Miza and Arga***...
Diluar Ruangan mereka sudah menunggu dengan rasa khawatir. Dan juga sudah ada kedua orangtua Arga. Disaat itu Amelia hanya bisa mendoakan sang anak yang masih terbaring di ranjang.
Dan Aditya hanya bisa bersabar dan menenangkan istrinya untuk tak terlalu khawatir. Sebenarnya ia juga khawatir dengan kondisi anaknya saat ini. Tapi ia berusaha untuk menutupinya supaya ia tetap tenang.
Dan jangan lupakan disana ada Kedua kakak Miza dan Suaminya. Dan masih ada teman-temanya yang setia menunggu Kabar dari Dokter.
Ceklek! Suara dari gagang Pintu Ruangan Arga dari dalam berbunyi. Pertanda Dokter akan keluar. Semua sontak langsung berdiri dan mengerumuni Dokter.
"Bagaimana Dok, keadaan anak saya?" Tanya Amelia lirih.
"Keadaan Pasien baik-baik saja. Tapi ada dua kabar, Yaitu kabar baik dan kabar buruk." Ucap Dokter.
"Apa kabar buruknya Dok?" Tanya Aditya sambil menenangkan istrinya.
"Kabar buruknya adalah Pasien lumpuh akibat tabrakan yang besar hingga tulang bagian kakinya patah. Dan kabar baiknya, Pasien sudah baik-baik saja. Tapi tidak boleh menjenguknya dengan banyak orang. Jadi hanya bisa satu atau dua orang saja secara bergantian." Jawab Dokter pada semuanya.
"A-anak saya, A-an-anak saya Lu-lu-lumpuh Dok? Dokter, pasto bo'ong kan Dok? Iya kan?" Cecar Amelia tak percaya dengan keadaan yang di alami dengan anaknya~ Arga.
"Sabar mah ... Tenang ya?" Ucap Aditya menangkan istrinya.
"Kalau begitu saya ijin undur diri dulu, Pak, Bu." Dokter pun pergi dari sana.
Akhirnya pecah sudah tangis semua orang. Amelia menangis dengan kencang dan Aditya harus menenangkan istirnya walau ia juga sangat sedih dan rapuh seketika.
Berbeda dengan Miza, ia menahan tangis agar tidak sedih saat melihat keadaan Arga nantinya. Ia tak tau kapan Arga akan sadar. Tapi dari sorot matanya tampak sudah membenci dirinya sendiri.
Kelly yang disampingnya hanya bisa menenangkan Miza. Ia mengusap lembut bahu Miza. Lirih melihat Miza yang memang ingin menangis tapi ia berusaha menahanya.
Bahkam Kelly mengeluarkan setetes air matanya. Ia sangat kasihan pada nasib sahabatnya. Dan setelah acara tangisan itu, mereka pun mengunjungi Arga yang sedang terbaring.
Dengan Amelia dan Aditya lalu Miza dan Kelly, Cio dan Bagas, serta lainya secara bergantian. Tanpa mereka sadari malam akhirnya muncul. Malam yang buruk bagi Miza karena keadaan Arga yang masih terbaring dengan ranjang.
Hanya dia seorang yang berada didalam Ruangan. Semua sudah pulang kerumah masing-masing karena besok adalah hari sibuk bagi mereka. Aditya dan Amelia harus bekerja, dan teman lainya harus bersekolah dan setelah pulang sekolah mereka kembali menjenguk Arga di Rumah sakit.
Setelah seminggu Arga tertidur dan pada akhirnya ia membuka matanya dengan perlahan. Ia menoleh sekeliling dan mendapatkan Miza yang sedang tertidur dibangku dengan tanganya yang menjadi bantal kepalanya.
Arga tertawa tipis dan membangunkan Miza. Miza pun bangun dan terkejut dengan perihal ini. Ia mengucak matanya dan tak percaya tapi bahagia.
"A-Arga! Lo beneran dah si-siuman?" Kejut Miza. Lalu ia memukul pipinya supaya dapat merasakan apakaj ini nyata atau tidak. Dan benar saja, ia merasakan sakit di bagian pipinya.
"Aww, sakit." Ringis Miza.
"Lo? Ini beneran lo kan, Gan?" Miza mencoba untuk percaya pada kenyataan yang membuatnya senang.
Bola matanya melebar, bibirnya sudah dihiasi dengan senyuman manis yang susah untuk dilupakan. Dengan cepat Miza menelepon Kedua orangtuanya Arga yang juga orangtuanya.
"Halo mam?"
"Halo sayang, ada apa?"
"Mam, Arga dah bangun mam!"
"Bener? Kamu yakin?" Dari seberang telepon Amelia tampak bahagia.
"Iya mam. Kalo gak percaya mam sama pap kesini aja!" Ucap Miza antusias.
Setalah berselang lama akhirnya Amelia dan Aditya tiba di Rumah sakit dan langsung berlari menuju Ruangan Arga.
Ceklek! Pintu sudah terbuka dan mendapati Amelia dan Aditya beserta kedua kakaknya dan suaminya.
"Arga anak mami, akhirnya udah Siumn juga! Mami khawatir tau sama kamu!" Amelia langsung memeluk Arga dengan erat.
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK GUYS ...
...MCUH ......
...πππ...