Miza & Arga

Miza & Arga
Rapat Para Misterius!



...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...


Disuatu tempat, tepatnya di rumah mewah nan megah itu, terdapat sebuah keluarga yang sedang bersenang-senang dan tampaknya sedang dipenuhi oleh kebahagiaan.


Yang satu bermain dengan sang Cucu, yang satu sedang adegan Romance, yang satu adegan Sad Ending , yang satunya lagi sedang pijat - Pijat an.


Tapi, tak apa lah. Namanya juga hidup pastinya akan tarik ulur. Kita pasti akan merasa jatuh lalu bangkit kembali.


Terkadang di sia-siakan padahal ia bisa berguna bagi semua orang. Namanya juga manusia, kadang-kadang begitu, kadang-kadang begini.


" Yang, itu anaknya nangis gak kamu urusin?!" Omel Grec pada Suaminya sendiri. ~ Deon.


Berbeda dengan Dion yang masih asyik dengan Handphonenya. Jika bertanya tentang anaknya, Mami Amelia juga sudah mengurusnya bersama dengan Mamah Melana dengan penuh kasih sayang.


" Iya, iya, Sayanggggg. " Lirih Deon tak habis fikir lagi dengan istrinya yang sudah jauh berbeda.


Deon segers mrngambip anak sulungnya dan memberikanya kepada Grec supaya dapat Susu atau Asi dari Grec. Sedang kan Si Bungsu ia masih harus di gendong oleh Sang ayah ~ Deon sambil menunggu.


Setelah memberikan Asi yang cukup untuk Si Sulung, Si Bungsu pun mendapatkanya juga. Bahkan hingga Turu dengan lucunya. Membuat semuanya tertawa karena Lucu melihat gaya tidurnya.


"Bwahahah , hahha , Kak, anak loe gimana sih Turu nya? Ngakak gue ngeliatnya. Bwahahh , hahah ..., " Tawa Miza pecah kembali.


" Apa si lo, Za. Lucu banget loe!" Decih Grec kesal.


" Yee, emang gue lucu." Kata Miza tersenyum senang sambil memuji dirinya sendiri.


" Alah, Lucuan juga anak gue dari pada loe yang mukanya kayak sendal jepit!" Ketus Grecila pada adiknya ~ Miza.


" Apaan dong luc-"


" Sudah-sudah jangan ribut melulu! Cucu Mami lagit tidur. Nanti gara-gara kalian Cucu Mami kebangun." Lerai Mami Amelia pada kedua menantunya.


" Lagian kalian juga ngapain sih berantem-berantem. Biar adil yang Lucu itu Mamah bukan kalian." Kata Mamah Melana dengan senyuman menggoda.


" Dihh, Mamah senyumnya bikin Papah ke Goda aja!" Kata Miza sambil menoleh pelan-pelan pada Papah Asland.


...___________...


" Apa kalian sudah siap?" Tanya Si Misterius itu bertopi hitam putih benang.


" Siap untuk apa?" Tanya Si Misterius lainya yang memang sifatnya kurang peka.


"Rencana." Jawab Si Misterius bertopi hitam putih benang itu.


"Baiklah, mulai sekarang saja. Supaya tidak memakan waktu lama. Aku masih banyak urusan selain ini." Ucap Si Misteriua kurang peka itu.


" Baiklah. Pengawalku akan maju paling depan dengan menggunakan Senjata. Sedangkan Para pengawal mu ( Si Topi hitam putih benang) akan menyerang bagian belakang dan Pengawal mu ( Si kurang peka ) akan menculik satu dari anak laki-laki mereka yang baru lahir itu." Jelas Si Misterius lainya dengan tatapan tajam bak elang yang sedang memangsa makananya.


"Bukankah ada empat anak kembat. Dua perempuan, dua laki-laki. Kita memilih yang laki-laki bukan? Tapi-"


" Kudengar nama anak laki-laki Si sulung Chaesar Elvaricho Zioland dan Si bungsu Jhordans Elvaddison Erg." Ucap Si mata-mata memberikan Informasi penting.


" Kita akan mengambil anak sulung saja. Chaesar. Yang lainya kita tak usah pikirkan." Ucap Si Misterius setengah mudah-tua.


" Terserah kau saja. Tapi akan kita apakan anak itu?" Tanya Si Misterius Bertopi Hitam putih benang.


"Kita akan jadikan ia sebagai Ancaman bagi semua keluarga vesar Erg dan Zioland." Jawab Si mata-mata.


" Anda benar. Kalau menurut hasil perhitungan saya, Bayi itu pastinya akan sangat berpengaruh. Jadi kita bisa lebih mudah untuk mengancam mereka dan mengambil seluruh aset perusahaan mereka dan rahasia Bank yang mereka punya."


" Maka dari itu kita hanya membutuhkan Bayi itu. Baiklah, Rapat ditutup. Kita langsung saja Rencana kita." Ucap Si Misterius tua itu.


Para Misterius itu pun segera melancarkan rencananya dengan Rencana yang sudah mereka jelaskan. Mereka langsung pergi kerumah besar milik Zioland yang kebetulan sekali sedang berkumpul ramai.


Mereka pun langsung menyerangnya dengan brutal. Sebagian menyerang paling depan dengan menggunakan Senjata, sebagian menyerang belakang, dan sebagian lagi berusaha mengambil atau mencari Si Bayi Sulung Chaesar.


JANGAN LUPA TINGGALKANG JEJAK, GUYS!