
"Kalo ada luka itu diobatin, bukanya di diamin! nanti Infeksi lo mau?hah!"Oceh Grecilla Deon hanya menatapnya saja.
"Makanya hati-hati!kan gw udh bilang gw ikut.jadinya kayak gini kan Loh!"
"Gw gak mau lu kenapa-napa!"Ucap Deon yang membuat Grecilla menatap Deon.
"Kenapa?"Tanya Grecilla
"Lo, kan istri gw! jadi gw gk mau lo kenapa-napa!"Ucap Deon. membuat Grecilla terdiam mencerna perkataan Deon.
"Alay, Lo!" Deon segera bangkit. "Bukanya Alay tapi, emang gak mau!" Deon pergi kekamar mandi membersihkan diri lalu tidur bersama Grecilla dikasur yang empuk.
Sementara itu Erlena dengan Deon sedang pergi ke Pasar mala. Erlana dan Deon berasa memiliki dunia mereka berdua tanpa kehadiran semua orang. Mereka berdua bersenang-senang hingga larut malam.
"Yen, pulang yok! Udah larut malam nih!"Pinta Erlana menarik tangan Deon. "Ya udah ayok!"Deon mengikuti saja karena ia takut kalau Erlana akan marah.
Mereka pulang mendapati Miza dan Arga yang sedang makan berdua. "Wisss, habis dari mana nih! Apa gw ngerasa akan ada keponakan baru kah?!"Miza menatap canda Erlana lalu dibalik tatap.
"Kalian ngapain disini?"Deons mengalihkan topik pembicaraan. "Kami disini makanlah dan tolong jangan berpikiran yang aneh-aneh. Oke!" Ucap Miza.
"Bukanya gitu..."
"Terus..."
"Maksud gw ini udh tengah malam kalian gak tidur? Nanti telat ajah bangunya!" Oceh Erlana.
"Besok libur karena sekolah mengadakan Olimpiade VVA antar sekolah! So, gw bisa tidur lama-lama or bangun lama-lama. So,kalian boleh kekamar menikmati Indahnya malam bersama dikamar!" Erlana langsung membulatkan matanya.
"Heh! jangan aneh-aneh!"
"Lu sama Arga gimana dah ceritanya?!" Ucap Erlana mengalihkan Topik pada Arga. "Heh!, gw gk mau sama orang yang mukanya kayak sendal jepit and gak suka sama Sendal jepit karena kalo gw suka itu sangat Imposible You no!"
"Mendingan kalian kekamar,dari pada disini terus!"Usul Miza. Erlana dan Deon segera pergi meninggalkan Kedua pasutri itu.
Jam sudah menunjukan pukul 23.35 P.M. Miza sudah tidur didapur tanganya menjadi bantal untuk kepalanya. Sementara Arga masih belajar dan tak sengaja melihat Miza yang sudah tertidur. Ia hanya menghela nafas pelan, ia berdiri lalu mengangkat Miza kekamar dan ia juga ikut tertidur namun ada jarak yang memisahkan mereka berdua.
Ke esokam harinya Miza melihat Arga sudah memakai Baju hitam, Rambut yang rapih, dan tak lupa memakai jaket bersama Celana hitam semua serba hitam Sangat misterius bukan?
"Lo, mau kemana Sendal jepit?" Nama panggilan Arga berubah namun Arga hanya biasa saja. "Sekolah!"Jawabnya.
"Yang, baek ya!" Ucap Miza namun tak dihiraukan oleh Arga yang sudah bersiap. "Gw kebawah dulu!" Arga menutup pintu lalu pergi kebawah.
Ceklek!
Saat Arga turun Amelia tak melihat Miza "Mana Miza Ga?"Tanya Amelia. "Di kamar mah!"Jawab Arga.
" Kamu mau bawa siapa kesekolah? Kan harus bawa satu orang buat jadi penyemangat!"Ucap Amelia yang mengkode Arga untuk membawa Miza kesekolah.
Arga segera naik kembali lalu membuka pintu kamarnya.
Ceklek!
Arga masih melihat Miza yang tertidur sangat pulas ia segera membangunkannya dengan menggoyangkan tubuh Miza. Karen tidak mempan Arga menepuk pelan pipi Miza agar segera bangun.
Akhirnya Miza bangun juga dan menatap Arga dekat. Mereka melakukan tatapan hanya 5 detik saja belum satu menit.