
...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...
Hari ini adalah hari yang suram dan duka bagi keluarga Erg dan Zioland. Hari yang begitu sedih lagi bagi Dion.
Tak terima akan hal ini namun harus bisa menerima kenyataan yang pahit. Wajah sembab dengan berpakaian serba hitam dikenakan oleh keluarga Zioland, Erg dan kerabat lainya yang menghadiri acara pemakaman.
Tubuh Erlana dimandikan lalu dipakaian dengan pakaian yang indah bagaikan Ratu yang paling berkuasa.
Setelah itu didoakan dan peti itu dimasukan kedalam tanah lalu para tukan gali kubur segera menutupnya.
Deraian air mata masih menggenaingi semuanya. Baby princess sudah digendong oleh Melana dan Amelia.
Sedangkan Dion masih berdiri terdiam tak bergeming hingga ia harus disadarkan oleh Arga yang masih duduk di kursi roda.
"Bang, yang sabar. Kak Erlan sudah pulang ke tempat yang lebih indah, Bang." Kata Arga.
Lalu datanglah seorang wanita paru baya yang sedang menggendong Baby Princess dengan wajah yang sembab.
Ia memegang bahu sang anak agar sang anak bisa tabah dengan semua yang sudah dikehendaki oleh Tuhan Yang Maha Esa.
"Yang sabar ya, sayang. Itu semua sudah direncakan oleh Tuhan. Jadi kamu harus tetap tegar dan jangan lupa untuk memberikan kaish sayang yang banyak sama anak-anak kamu." Tutur mami Amelia.
"Tapi gimana nanti kalo-"
"Kalo apa, Sayang? Kalo nanti anak-anak kamu nanyai tentang Mami mereka? Hem?!" Potong Mami Amelia segera.
"Sudah, kamu jawab saja dengan sejujur-jujur pada saat mereka sudah menginjak umur 18 Tahun." Kata Mamah Melana tiba-tiba dari belakang.
"Kamu yang sabar ya, Nak. Jangan salahkan dirimu juga! itu bukan salah mu! Itu memang sudah menjadi kehendak Tuhan. Jadi kamu harus tabah dan kuat. Mengerti?" Tutur mamah Melana.
"Sudah-sudah, jangan Melow melulu! Erlan yang ngeliatnya juga ikut sedih. Jadi lebih baik kita berdoa supaya Erlan tenang dan ditempatkan di sisi Tuhan." Ujar Aslan mulai melangkah di ikuti oleh Aditya yang disampingnya.
"Lebih baik kita pulang saja. Baby Princess nya nanti nangis. Dan Dion, kamu sudah memberikan nama untuk kedua Cucu kami, Hemm?" Ujar Aditya sambil bertanya.
"Sudah, Pah. Erlan yang namaian. Yang sulung namanya Allison Erlanviolettha Erg yang kedua Auxillia Erlanviolittha Zioland." Jawab Dion dengan lantang.
"Baiklah, Kalau begitu kamu sewa saja Baby sitter untuk kedua cucu ku. Supaya kamu jangan kesusahan nantinya." Ucap Aditya memberikan Solusi agar Dion tidak Repot.
"Baik, Pah." Jawab Dion.
"Tapi, kamu juga harus memberikan waktu kamu sebagai 'Ayah' untuk mengurus kedua anak mu. Nanti Papah sama Mamah akan mengunjungi Cucu kami dan sekali-kali akan menginap." Ucap Asland ikut.
"Baik, Pah." Jawab Dion.
"Baik, Pah." Jawab semuanya dengan serentak.
..._____________...
Suasana pagi hari ini sudah sangat terang dan Cahaya matahari sudah menerangi semua permukaan bumi.
Ditempat Deon dan Grec. Mereka berdua sedang acara masa Romance. Deon sedang duduk di Sofa dengan sebuah Laptop yang melekat di Meja.
Sedangkan Grecc sedang asyik melihat wajah Deon dengan intens. Entah mengapa Saat mengandung Grecc makin lama semakin suka melihat wajah Deon ~ Sang Suami idaman.
Berselang beberapa menit, Tiba-tiba terjadi sesuatu dalam kandungan Grec. Deon yang sudah panik menghubungi semua keluarganya sambil mengendarai mobilnya.
Sampai di Rumah sakit, ternyata Grec sebentar lagi akan berkontraksi. Sampai Semuanya berkumpul, tiba saatnya Grec mengeluarkan erangang demi arangan yang dapat membuat semua kuping pengang.
Semuanya hadir kecuali Baby Princess A yang memang harus dirumah dan juga Baby Sitter sudah pekerjakan dua orang untuk Baby Princess A.
Suasana menjadi sangat tegang. Wajah Grecilla sudah memudar, bibirnya yangs sudah pucat menambah kesan khawatir pada Deon.
"Tarik nafas ..., lalu hembuskan. Pelan-pelan ya. Ibu. Anaknya sebentar lagi keluar. Ikutin instruksi saya! Tarik Nafasss ..., Hembuskan pelan-pelan." Instruksi dari Dokter yang sama dilakukan oleh Grec juga.
Seketika suara bayi laki-laki keluar. "Owe .. Owe .. Owe .." Tampak saat melahirkan satu saja Grec sudah sangat kelelahan.
Namun berkat dukungan kuat dan dengan keyakinan dirinya, Grec dengan kuat langsung melahirkan anak kedua laki-lakinya dengan selamat.
Grecilla kehabisan nafasnya tapi untung saja Deon selalu memberikanya peringatan untuk tidak menutup matanya.
Dengan sekuat tenaga Grec menahanya dan langsung dibawa ke ruang inap untuk masa pemulihanya.
Baby Prince dibawa keruangan Bayi. Dan Deon yang tau itu, langsung menuju keruang Bayi. Ia melihat kedua bayi itu yang masih mengatas namakanya.
Ia mengambil kedua anaknya dan membawanya langsung ke dalam ruang Grec. Saat ini Grec masih sendiri karena belum bisa dimasuki oleh semuanya. Dan hanya Deon yang diperbolehkan.
Deon membuka pintu, dan membaringkan kedua anaknya dalam pelukan Grec. Grec melihatnya dan merasa sangat senang. Tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya.
Bukan air mata kesedihan tetapi air mata Bahagia. Itulah yang membuat Grec bisa sangat bahagia sekali.
Itu disaksikan sendiri oleh Miza lewat jendela kecil. Ia tersenyum senang dengan keadaan yang bahagia.
Padahal kemarin mereka berdukacita sekrang sudah diberikan Tuhan kebahagiaan.