Miza & Arga

Miza & Arga
Tahanan Kabur? pt. 02



Kini seorang Wanita itu tampak terkejut disaat ada orang yang sedang mengikutinya. Ia semakin takut, dan orang itu semakin dekat. dan tiba-tiba orang itu ...


"AAAAA....."


"Jangan berisik, gw bukan Tahanan!" Ucap Lelaki itu dari belakang.


Wanita itu Miza. Ia membalikan tubuhnya dan nampaklah Arga dengan wajah datarnya. Miza pun akhirnya lega karena sedaritadi ia ketakutan. Memang Miza terkadang Bar-bar, terkadang Letoy, terkadang Penakut dan terkadan penurut. Sesuai Moodnya.


"Adu ... lo mah, kebiasaan kagetin orang melulu! Udah mana wajahnya datar banget sih! Kali-kali senyum kek kalo mau Ngagetin orang." Kesal Miza.


"Udah jangan marah melulu, nanti tua emang mau?" Ucap Arga diaamping Miza sambil melihat pemandangan malam yang cukup sepi.


"Lain kali, kalo mau kesini ajak gw. Pantesan aja lo kesini. Lo lagi banyak pikiran ya? Kalo banyak pikiran lo boleh kok cerita sama gw. Gw siap denger cerita dari lo, selama apapun!" Tutur Arga dengan suara baritonya. .


Miza menatap Arga heran. Tapi tiba-tiba saja, Miza berhenti yang membuat Arga juga ikut berhenti. Miza menyodorkan tanganya ke Jidat Arga.


"Lo sakit?" Ucap Miza keheranan akibat perkataan Arga yang tadi.


Dengan cepat Arga memegang tangan Miza pada saar tanganya Miza masih menyentuh jidatnya. "Gw gak sakit. Gw serius" Ucapnya.


Miza hanya mengangguk dan segera melepaskan tanganya. Saat itu Miza pun bertanya pada Arga. " Ga Tahananya mana? Katanya dia lagi buntutin gw! Apa jangan-jangan lo bohong lagi sama gw!" Ucap Miza asal menyeleneh.


Dengan cepat Arga memegang pucuk rambut Miza dan berkata. "Gw gak bohong, Cuma gw lagi nyari tuh Tahananya. Katanya Pak Polisi dia ada di daerah sini. Makanya gw langsung chet sama lo! Buat sekedar pastiin doang." Ucapnya menjelaskan.


"Bukanya lo khawatir ya sama gw?!" Goda Miza memulai duluan.


"Emang gw gak boleh khawatir sama Istri gw?" Tanya Arga yang membuat pipi Miza merah merona seperti Cerry, Jantungnya berdetak lebih cepat.


"Ya boleh sih... tapi lo gak geli apa manggil 'Istri' ? Gw ajah geli tau kalo manggil kayak begitu. "Ucap Miza terheran. dan saat itu Arga pun segera membekap Pipi Miza yang tengah merah merona.


"Sebenarnya geli sih, tapi mencoba untuk membiasakan." Jelas Arga. " Kok pipi lo merah sih? Lo salah makan ya?" Tanya Arga beruntun.


"INI SI GOBLOK INI, GAK PEKA BANGET SIH JADI ORANG! UDAH TAU GW MALU. DASAR GAK PEKA BANGET SIH LO JADI ORANG! EH ... GEDEG GW AMA LO! TAPI SEBENARNYA GW MAU SIH KALO LO KHAWATIR SAM GW!" Gumam Miza kecil.


"Iye-iye gw paham. Tapi kalo inget ya? kalo gak inget boleh lah, Maafin." Ucap Miza yang membuat dirinya kembali di toyor oleh Arga.


Disaat mereka sedang bersama tiba-tiba Ponsel Arga berbunyi. Dengan cepat Arga pun mengambil disakunya dan segera mengangkat Teleponya.


πŸ“ž Halo Ga....


πŸ“ž Maaf ini siapa ya?


πŸ“ž Ini gw Alef, temen lo. Ga, lo dimana sekarang?


πŸ“ž Gw lagi di Kolam Ikan sama Istri gw. Kenapa emangnya?


πŸ“ž Mending lo cabut deh dari situ!


πŸ“ž Kenapa Emangnya?


πŸ“ž Kakak gw kabur, dia ngincer lo sekarang!


πŸ“ž Okeh-okeh ... gw langsung cabut nih.


πŸ“ž Oke Ga ...


(Tuuttt)


"Kenapa Ga?" Tanya Miza dari samping dengan raut wajah yang meminta penjelasan.


"Ikut gue!" Arga segera menarik pergelangan tangan Miza, yang membuat Miza tertarik.


Mereka berdua lari sekencang mungkin, hingga mereka berdua akhirnya sampai di Mobil dan segera memasukinya. Arga pun langsung mengendarainya dengan kecepatan diatas rata-rata.


Miza hanya bisa memegang tangan Arga yang memang diletaknya didekatnya. Kini kedua Pasutri utu saling bergandengan tangan. Miza kini sudah pama dengan situasinya.