Miza & Arga

Miza & Arga
Suara apa itu?



...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...


Suasana yang semakin memanas ditambah lagi dengan kedua pasutri yang sedang bermesraan didalam Ruangan dan diatas Ranjang Brankar yang lumayan luas.


Pria yang merupakan suami dari wanita itu lebih memimpin dari istrinya. Mereka adalah Si Gagak dan Si Zaitun. Saat ingin mengambil nasi dibibir manis Miza, Arga malah mengambilnya dengan bibirnya yang kenyal dan manis.


Mereka pun berbagi kemesraan dan tanpa sadar mereka telah dipantau dengan sahabat-sahabatnya.


Beda lainya di tempat CCTV semua temanya tampak bersorak ria, berjungkir balik, berteriak histeria dan tertawa. Sangat bahagia saat melihat moment langka Si Zaitun dan Si Gagak.


Ini adalah moment yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri lewat sebuah CCTV yang hanya ada mereka-mereka saja. Tukang CCTV atau penjaganya? Ya, mereka disuruh keluar dengan bayaran yang nominalnya sangat besar. Bahkan 2× lipat dari gaji mereka.


"AAAA ..... Miza ama Arga ... Bisa banget Kiss nya." Kata Diana, berteriak Happy.


"Loe udah kayak gak pernah Kiss aja loe, Din." Kata Kelly, terlihat biasa saja. Kedua tanganya menyilang dan ditempelkanya didada.


"Woyy, ini tuh moment langka cokkk!" Ujar Giana, menyambar.


"Kayak gak pernah dicipok aja sama pacar loe!" Kata Kelly, pedas.


Seketika Giana memegang bibirnya dan teringat ciuman pertamanya diberikan kepada siapa. Ia pun tersenyum geli dan terlihat tertawa sendiri.


"Tuh 'kan, Gila. loe sih, Kell bikin anak orang Gila! Ketawa sendiri lagi." Ketus Alana, menyalahkan Kelly.


"Ya, berarti dia udah pernah dong. Namanya juga Giana. Apa sih yang gak dipacarin sama Giana ini. Bapak-bapak dipacarin, Om-Om pedok dipacarin, Abang-abang ajah dipacarin, Duda apalagi, Bahkan Sugar Daddy dipacarin, Coyy." Kata Kelly, meremes tanpa Rem.


"HEH! Gue gak pacarin semua orang ya! Gue itu punya tau diri. Dan gue itu, menjaga Derajat gue sebagai perempuan yang cantik, Bahenol, dan imut ini. Bahkwn gue hampir mirip Cimoy mon*Clok!" Kata Giana, merembes balik dengan suara cemprengnya.


"Loe itu ba-"


"Udah-udah ributnya. Kalo kalian ribut terus, nanti gak bakal selesai-selesai." Lerai Petra, dengan baik.


Berbeda lainya di Ruangan tepatnya Brankar yang lumayan luas kini sudah ditempati dengan teman-teman mereka yang pada akhirnya menjenguk Arga dan sekaligus menemani Miza.


Untuk masalah Pak Arno, mereka undur terlebih dahulu karena Miza harus merawat Arga. Miza menyerahkan tugasnya kepad ke empat temanya agar terus memantau pergerakan dari Pak Arno.


Dan mereka juga menjaga rahasia itu supaya tak ada satu orang pun yang mengetahui mereka. Kini suasana di ruangan Arga tampak ramai.


Saling berbagi cerita dan pengalaman. Saling canda tawa, bergurau, saling meng-halu dan banyak hal lainya yang mereka bahas. Hingga sampai titik terakhir mereka membuat Topik mereka menjadi lebih serius saat ini.


"Jadi, nanti kuliah kalian mau pada ngambil apa nih?" Tanya Bagas, pada semua temanya.


"Hmm, kalo gue sih maunya .." Giana masih berfikir dengan pilihanya sendiri.


"Loe aja sono yang nikah duluan. Noh, si Eros nunggu loe, noh." Kata Giana, beralih pada Aeros.


"Gue? Kenapa, gue?" Aeros yang terpanggil namanya, menjadi panik sekaligus bingung.


"Loe nunggu gue, Ros?" Tanya Kelly, pada Aeros yang sedang panik. Nyatanya dalam hatinya sedang berdegup kencang jantungnya. Katanya sedang senam maraton 7 samudra pasifik.


"E-engga. Siapa? Gue gak ada nunggu loe tuh." Jawab Aeros, mengelak. Tak ingin ketahuan.


"Ehh, Ros. Loe nanti mau ngambil kuliah apa?" Tanya Petra, pada Aeros yang terlihat panik.


"Ohh, gue ngambil bagian Menejemen. Kalo loe, ngambil apa?" Setelah menjawab pertanyaan Petra, Aeros pun balik bertanya.


"Gue ngambil Akutansi. Lumayan, bantu Babe gue." Jawab Petra dengan ramahnya.


"Eh, guya, guys, kaluan denger gak, ada suara-suara gitu?" Tanya Alana, hingga membuat semuanya panik. Kecuali Arga dan Miza Mereka berdua tidak takut.


"Suara apaan?" Tanya Bagas.


"Ituu ..., Masa loe gak denger sih! Noh, noh, ada suara-suara." Kata Alana, membuat temanya tambah panik.


"Woy, Al. Loe jangan bikin orang panik dong! ini serius nih." Ucap Kelly, yang sedang panik. Bahkan ia tak sengaja menggenggam tangan Cio.


Aeros pun tak sengaja melihat tangan Kelly yang sedang memegang erat tangan Cio. Sementara Alana, membuat temanya panik sekali.


"Loe denger suara apaan sih, Al?" Enam kata dari Miza akhirnya keluar dengan sebuah pertanyaan pada Alana.


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!...


...kawal Miza & Arga?...


...Bikin Kelly & Cio balikan lagi atau putus?...


...Kawal Aeros sama Kelly?...


...SEMUANYA Komen!!!...


...Okey, See you gyyss...


...😊😀😁😃 ...