
Sebulan berlalu, akhirnya Ujian kelulusan mulai diadakan. Banyak Siswa dan Siswi yang belajar sebelum dimulai Ujian. Dan setelah Ujian mereka biasanya Nongki di Warung.
Ada kesempatan untuk berpacaran, Pdkt-an, Belajar dan lain sebagainya. Berbeda dengan orang yang Ambisi. Ia hanya belajar dan belajar supaya ia bisa kuliah ditempat yang ternama.
Saat ini seorang Wanita yang sedang berjalan dikoridor bersama dengan sahabat terbaiknya. Mereka berencana untuk menemui tiga orang temenya.
Saat tiba dikelas teman-temanya dengan cepat mereka memanggil ketiga temanya itu dan pergi ke Atap sekolah.
"AHHHH.... SEMOGA NILAI GUE BAGUSSSSS" Teriak Diana dengan kencangnya disaat angin sedang kencang-kencangnya.
"SEMOGA GUE JUARA SATUUUU" Teriak Giana ikut.
"SEMOGA HIDUP GUE BISA TENANGGGG" Teriak Alana beda.
"SEMOGA GUE BISA BERPACARAN TANPA HALANGANNNN" Teriak Kelly beda.
"SEMOGA HIDUP GUE BAHAGIAAAA SELAMANYAAAA " Teriak Miza dengan kencangnya.
Setelah berteriak, mereka malah tertawa terbahak-bahak. Hal seperti itu sering terjadi untuk mereka berlima. Berteriak di Atas Sekolah, mencari masalah dengan Bu Echa, mencari tau tentang Pak Arno.
Masih banyak hal lainya yang mereka lakukan bersama-sama. Rasanya sangat menyenangkan bila dilakukan bersama-sama. Semuanya seru-seru saja, tidak dianggap masalah.
Hingga suatu saat masalah terjadi yang membuat Pak Arno mengetahui bahwa ia sedang dibuntuti yang membuat dirinya menjadi jarang masuk sekolah dn jarang mengajar.
Miza dan teman-temanya mengetahui akan hal itu. Namun Miza berpikir Apakah CCTV kecilnya sudah ketahuan? Karena ia juga jarang Mengecheknya. Dan juga kalau tidak dichek juga data akan tersimpan jadi, Miza lebih memilih untuk mengumpulkan data tersebut.
Disaat-saat seperi itu, Kelly memikirkan sesuatu yang akan terjadi selanjutnya. "Tapi gimana kita disekolah? Pas pelajaran Pak Arno. Pasti bakal Canggung lah."
"Iya juga sih. Tapi tenang ajah, Kita bakal punya bukti yang kuat. Dan kita akan segera tau Siapa Pak Arno sebenarnya." Ucap Diana dengan senyum smirknya.
"Anj*ayyyy, tumben nih. Nggak merusak suasana. Kayaknya lagi mode serius Si Diana." Kekeh Giana.
"Kali-kali gitu gak merusak suasana." Kekeh balik Diana.
"Tapi gak akan lama, pasti Pak Arno bakal tau itu CCTVnya. soalnya pas gue cek rumahnya. Dia punya alat yang bisa liat benda kecil loh. Apalagi anaknya, Revaldo." Ucap Miza.
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
"Ga, lo kenapa sih? Muka lo kayak lagi marah tau gak!" Risih Cio melihat Arga tampak murung.
Disaat-saat seperti itu datang Gadis populer disekolah Maharani. Ia adalah teman SMP Arga. Ada yang masih inget Temen Arga yang SMP? Ya walau tidak dekat tapi Gadis itu menganggap Arga berteman denganya.
Gadis populer itu datang menghampiri Arga dan Cio dengan ditemani banyaknya Babu dibelakangnya. Berparas cantik nanvAnggun memakai Make up tebal dan berpakaian seragam baru.
"Oh, ternyata lo anak barunya. Gak kerasa udah jadi Populer ajah." Sinis Cio tak suka.
"Sorry gue gak berurusan sama lo. Mending lo pergi dari sini. Karena gue mau bicara berdua sama Arga. Ya Kan Beb?" Gadis itu menatap Arga Genit.
Kebetulan Miza dan teman-temanya datang walau belum sampai pada Arga, Cio dan Gadis itu. Mereka hanya ingin menguping pembicaraan sambil mengetes Arga. Apakah ia tergoda atau tidak.
"Lo tau kan gue siapa? Gue temen SMP lo dulu. yang hampir pacaran tapi gagal Karena lo nolak gue. Tau kannnn?" Ucap Gadis itu.
"Kayle." Singkat Arga.
"Haha? Lo masih inget nama gue? Emang ya Jodoh gak akan kemana." Ucap Kayle histeris.
"Sekarang lo pergi, sebelum gue marah." Arga mulai menekankan.
"Ga lo inger kan, kenangan kita dulu. Jalan-jalan ke Taman, Ke Sungai, Hutan, Petualangan. Bahkan lo berencana mau nikahin gue setelah kita lulus." Panas Kayle.
Teman-teman Miza begitu juga dengan Miza langsung gusar. Tak tahan tapi harus ditahan. Aneh! Tapi memang harus karena Miza sengaja melakukan hal itu supaya ia tau tentang Arga dari Kayle.
"Dasar Gadis ******" Umpat Miza kesal. Wajahnya marah dan cemburu.
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK GUYS...
...MCUHHH...
...LOPE YOU ... πβ₯ ...