
"Gw setuju, tapi gw harus pastiin kalo istri gw dan sahabatnya selamat" Ucap Arga
"Hei, You yang ada di sana lepaskan mereka dan bawa mereka dengan selamat" Perintah Bos itu
"Baik bos"
Suruhan dari Bos tersebut langsung pergi sambil membawa Miza dan Kelly. Di sisi lain Arga langsung menjalankan rencananya ia tak akan semudah itu untuk di kalahkan. Ia memiliki seribu satu cara.
Disisi lain Miza dan Kelly sudah keluar dari marlas tersebut. Namun karena kepicikan dari Musuhnya itu ia terculik kembali oleh seseorang yang tak dikenal. Namun tidak dengan Kelly.
Saat keluar Miza dan Kelly sudah memilih jalan mereka sendiri. Miza ingin tetap menunggu sampai Arga kembali sedangkan Kelly ingin langsung pulang.
Miza diculik oleh para Mafia yang berbadan kekar dan tentunya berotot. Ia tak sanggup untuk melawanya meskipun ia berlatih bela diri namun seni bela dirinya masih belum terlalu pandai.
Ia dibawa ke suatu tempat yang amatlah indah ternyata ia dibawa ke sebuah rumah megah dan mewah yang tentunya milik seseorang.
"MAJU LO SINI! PENGECUT! DASAR PENGHUNI BRENG*SEK! BANG*SAT LO! BALIKIN GW KE TEMPAT SEMULA." Ucap Miza berteriak namun sayangnya ia di hiraukan oleh semua orang yang menjadi pengawal di rumah itu.
Tiba-tiba ada seorang pria paru baya yang sedang meminum anggur namun di lantai yang berbeda. Tanpa sengaja Miza melihatnya dengan raut wajah yang sangat kesal.
Baru saja ia diculik lalu di selamatkan dan diculik kembali. Apa tidak kelelahan? Ia terus di siksa dan dipukul bahkan di ancam.
"BUAT APA LO CULIK GW HAH!"
"GW GAK PUNYA URUSAN SAMA LO"
"LEPASIN GW! DASAR PRIA PARU BAYA BRENG*SEK!"
Pria paru baya itu turun dari tangga dan mendekati Miza. Ia menatap Miza dengan penuh kebencian hingga matanya melotot tajam hampir keluar.
"Kalo lo mau gw lepasin, ada syaratnya"
Miza masih terdiam dan menatap Pria paru baya itu dengan kekesalan.
"Jadi lo yang nyulik orang tua gw. lepasin mereka. Mereka gak ada urusanya sama lo"
"Urursan lo itu sama gw bukan sama orang tua gw! BRENG*SEK"
pria paru baya itu berdiri tegap dan melihat suruhanya.
"Lo yang ada di sana bawa kedua orang tuanya segera."
"Baik bos"
Dengan cepat suruhanya itu pergi untuk membawa kedua orang tuanya Miza sesuai bosnya tadi (Pria paru baya).
"Lo akan lihat keadaan mereka sekarang. Setelah sekian lamanya mereka gw culik. Dan kebetulan juga yang nyulik lo itu adek gw sendiri dan teman kalian dulu waktu dia masih bersekolah di SMA Maharani. Pasti lo kenalkan dia? Gak mungkin enggak"
" Alef XOX! Pantesan ajah dia sekarang udh kayak Breng*sek. Abangnya ajah Breng*sek apa lagi adeknya." Ejek Miza
Orang yang di suruh oleh kakak dari Alef itu datang sambil. membawa kedua orang tuanya Miza yang sudah berlumuran darah.
"Mamah, Papah. Kalian baik-baik ajah kan?" Khawatir Miza saat melihat kedua orang tuanya.
"Uhuk.., uhuk...,"
"Lo pasti kenal paman lo kan? Si Levi dia sendiri yang bawa kedua orang tua lo ke gw jadi sekalian ajah gw siksa sampe kayak gitu dan karena gw punya alasan tersendiri."
"Mi-mi-za, Uhuk.., uhuk..,jangan denge-rin di-dia nak, di-dia bo-hong" Ucap Asland terbatah-batah
"Pah..."
"Kisah keluarga yang sangat menyedihkan kalian sekali" Ejek kakaknya Alef.
"Jadi apa lo mau menikah dengan gw?"