
...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...
Pagi hari yang cerah nan indah. Dengan burung-burung di udara yang sudah berkeriuh dan bunga-bunga bermekerana serta udara yang segar.
Kini mereka semua mulai menjalani Misi yang sudah dibagikan kemarin oleh Alana. Saat ini Miza dan Arga sedang pergi ke tempat CCTV untuk memeriksa lebih jelas saat mereka bertarung waktu itu.
Dan di ruang CCTV mereka melihat dengan jelas bahwa Alef, Jerry dan Herry adalah orang yang menculik Ponakan mereka berdua.
Setelah memeriksa CCTV, Miza dan Arga pergi ke suatu tempat yang tampaknya sudah kumuh. Saat mereka masuk, mereka berdua sudah disambut baik oleh sang pemilik rumah kumuh itu.
" Tumben kalian datang kesini?" Tanya Si pemilik Rumah kumuh itu.
" Ada yang harus lo kerjain." Jawab Arga santai.
Seketika pembahasan mereka menjadi lebih serius. Bahkan mereka bertiga harus menjauh sedikit dari kerumunan orang didekat rumah kumuh itu.
" Apa yang harus gue kerjain?" Tanya Si pemilik rumah kumuh.
" Lo tau Alef sama Jerry 'kan? Gue minta lo nyari Identitas mereka yang asli. Dan kehidupan mereka sama keluarganya, kerabatnya sama orang yang pernah berinteraksi sama mereka berdua!" Perintah Arga dengan serius.
" Lah, bukanya Si Alef sama Si Jerry udah masuk penjara?" Tanya Si pemilik rumah kumuh itu terheran dan bingung.
" Ya, lo jangan tanya ke kami lah! Mana kami tau mereka kabur berdua." Kesal Miza.
" Ya, Maaf, Bu Bos." Ucap si pemilik rumah kumuh itu.
" Ya, udah gue pergi dulu! Dan inget, gue cuma kasih lo dua hari doang!" Ucap Arga dengan tatapan tajam.
" Siap Pak Bos. Tenang aja!"
..._______...
Berbeda disisi lain, Alana dan Aron pergi ke tempat Conter HP untuk meminta membenari HP yang bekas telponan dari musuhnya.
" Bang, boleh tolong benarin ga, Bang?! Soalnya nih HP penting banget!" Ucap Aron pada abang-abang Conter.
" Boleh-boleh. Tapi-"
" Udah benarin aja dulu, Bang. Urusan itu mah belakangan. Tenang aja Banh!" Ucap Alana langsung.
" Okelah kalau begitu." Balas Abang Conter nya bersemangat.
Setelah pergi sebentar ke Conter HP, Mereka berdua pergi ke ruangan CCTV lagi untuk memeriksa lebih detail tentang kejadian kemarin.
Kini Diana dan Bagas sedang menjalankan tugas Misi mereka. Mereka berdua menanyakan pada semua orang sambil menunjukan Foto yang mereka cari.
" Permisi Ibu, Ibu pernah lihat orang ini gak?" Tanya Diana dengan sopan.
" Maaf, Neng. Ibu gak liat." Jawab Ibu.
" Kalo gitu, makasih Bu" Ucap Diana.
Mereka berdua pun pergi setelah menanyakan pada Ibu-ibu tadi. Lalu mereka berdua pun pergi beristirahat di Cafe dekat area mereka.
" HAH! Panas banget! Lama-lama kulit gue Hitam dah ini, Hitam!" Kesal Diana sambil duduk dengan leluasa.
" Lebay, Lo!" Ejek Bagas.
" Gas, nih giliran lo yang nanya sama abang-abang pemilik Caffe. Kali aja dia liat 'kan. GC!" Ucap Diana merasa ada kesempatan.
" Hmm .." Sebagai lelaki yangs sejati, Bagas terpaksa harus menuruti keinginan Diana sebagai cewek paling cempreng.
" Bang, maaf, mau nanya. Abang pernah liat cowo ini gak, Bang?" Tanya Bagas, sopan.
" Ohh, cowok itu, Maaf, saya gak kenal!" Jawab Abang-abang pemilik Caffe. Memang dari nada bicara awalnya membuat Bagas penasaran tapi nyatanya Abangnya kagak tau.
" Kalo gitu, Makasih ya, Bang. Nih, sekalian bayar minumanya." Ucap Bagas, lalu memberikan sejumlah Uang yang tak maen-maen harganya.
" Makasih ya, Den." Balas Abang-abang pemilik Caffe.
Bagas pun kembali dan duduk didepan Diana. " Jadi gimana, berhasil apa kagak?" Tanya Diana mode Kepo.
" Kagak. Abangnya kagak tau." Jawab Bagas.
Dan tanpa sadar, hari menjelang malam. Setelah menanyai semua warga di Komplek ini, Diana dan Bagas langsung saja balik pulang.
..._______...
Saat dirumah tempat mereka semua berkumpul, Cio dan Kelly serta Giana dan Petra sudah bersiap-siap menjalankan tugasnya dimalam hari.
Mereka semua berpakaian dengan rapih dan elegant tapi juga tampak sekali tercium bau orang misterius.
" WOY GUYS, SEMOGA BERHASIL!" Teriak Diana memberikan semangat pada teman-temanya.
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!...