Miza & Arga

Miza & Arga
Peperangan part 2



...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ⋆♡●⑅◌...


Peperangan tidak selesai sampai situ saja. Banyak sekali bunyi suara baku tembak didalam rumah besar itu.


Pria paru baya yang berhasil.melawan dua pembunuh bayaran itu jyga pada akhirnya tewas karena kehabisan darah yang tampaknya memakan banyak darah yang keluar.


Berbeda disisi lain, Deon dan Dion berhasil menemuka Arga yang sedang berada di Halaman runah belakang. Dan mereka berdua juga melihat beberapa musuh yang sudah tumbang di Halaman belakang rumah tersebut.


Lantas Deon dan Dion segera membawa Arga ketempat Room Secreat berkedap suara. Saat menuju perjalanan, mereka tak sengaja melihat keadaan Papi Aditya dan Papah Asland.


Sontak Deon langsung berlari sembari mendorong kursi roda milik Arga. Mereka mulai mendekat dan tampaklah dengan jelas keadaan dua pria paru baya yang sudah pycat dan bercak darang diwajahnya serta dipakaianya.


Karena tak ada waktu untuk menangis, Deon dan Dion membawa Asland dan Aditya. Mereka menggendong jasad kedua pria paru baya itu.


Sementara Arga, ia bisa menjalankan kursi rodanya dengan sebuah tombol 'Jalan' dibagian tangan kursi rodanya.


Saat tiba di Room secreat berkedap, mereka sangat terkejut saat melihat Baby Princess dan Baby Prince serta kedua orangtua Kelly dan Kelly serta Grecila yang sedang ditawan dengan todongan Pistol yang akan mengancam nyawa mereka masing-masing.


Deon dan Dion mulai tersudut karena tidak tau harus berbuat apa-apa. Si Misterius setengah Tua-muda itu membuka masker hitamnya. Dan hal itu di ikuti oleh Si Misterius bertopi hitam putih benang dan Si Misterius kurang peka itu.


Arga yang melihat wajah dibalik masker hitam itu tampak terkejut. Ternyata Si Misterius Setengah Tua-muda itu adalah Jerry dan Si Misterius kurang peka itu adalah Harry serta Si Misterius bertopi hitam putih benang itu adalah Alef. Sahabat Arga sendiri.


Arga sempat tak percaya dengan apa yang ia lihat. Melihat sosok sahabat yang sudah ia percayai, justru malah menghianatinya.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang begitu ceoat dan keras menuju ke Ruangan yang dihuni banyak orang saat ini.


Yap, ia adalah Miza. Miza membawa sebuah pistol ditanganya. Ia mendngkan senjatanya kepada ketiga misterius itu.


Ia mengangkat kedua tanganya pertanda ia sudah menyerah.


"Heh! Wanita yang kukira akan melawan ternyata sadar jika ia tak punya pilihan lain selain menyerah." Ucap Harry dengan senyuman kemenangan.


"What do you want you bastard man? ( Apa maumu dasar pria brengsek? ). " Miza menyadari apa yang sedang mereka inginkan.


"Hahahaha ..., ternyata kau peka sekali ya,?!" Ledek Jerry menatap tajam ke arah Arga.


" Baiklah, aku hanya ingin Bayi itu. Bayi laki-laki yang bernama Chaesar Elvaricho Zioland. hanya itu saja pastinya mudah." Ucap Si Jerry tak ber-perasaan.


" Pengawal, bawa bayi itu dengan paksa!" Perintah Harry.


Pengawal pun langsung merebutnya dengan paksa lalu membanting tubuh Felix yaitu ayah Kelly dengan kejam.


Kelly melihatnya hanya mrnangis sambil melirik arah pengawal itu membawa Baby Chaesar. "Sebenarnya apa sih yang mereka mau?" Pikirnya.


" I'm sure, That's not what you want! ( Gua yakin bukan itu mau kalian ). " Ucap Miza tersenyum sinis.


" Baiklah, aku akan memberitaumu apa yang sebenarnya kami incar. Okey, Kami. hanya ingin surat Aset semua perusahaan Milik Zioland serta kode Bank rahasia milik Zioland." Jelas Harry.


Miza pun membalasnya dengan acuh tak acuh. " Dimana lo sembunyiin keponakan gue?" Tanya Miza.


" Hahhaha ... Dimana ya,?" Jerry masih asyik bermain senang-senang terlebih dahulu.


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK! ...