
...*** Miza and Arga ***...
Seminggu sudah berlalu dengan cepat hingga pada akhirnya Arga siuman. Semua kerabat, saudara bahkan sahabat dan teman mengunjungi Ruangan Arga.
Ramai sekali orang di Ruangan tersebut. Sementara Miza saat ini hanya berdiam diri di Kursi Ruang tunggu dengan ditemani oleh Kelly.
Miza dan Kelly tampaknya sedang membicarakan hal penting mengenai kecelakaan yang menimpa Arga. Sangat tidak biasa.
Karena Jalan Raya tersebut terdapat perempatan. Disaat itu Miza berada dibaris belakang dan Arga mengikutinya dari belakang. Lampu saat itu masih berwarna hijau. Dan pada saat itulah sebuah Truk yang besar mulai berjalan. Padahal lampu bagianya itu masih berwarna merah.
Jadi pada saat itu Truk tersebut melanggar lalu lintas jalan raya dengan kecepatan tinggi, dan menghantam Arga yang hanya menggunakan Mobil Fortunernya tapi dengan kecepatan tinggi karena saat itu Arga sedang mengejar Miza.
Tabrakan itu seperti disengaja dan pastinya ada dalang dibalik semua itu. Dan benar saja. Sopir yang mengendarai Truk itu sedang di introgasi mengenai kecelakaan tadi.
Tapi para polisi yang mengintrogasikanya hanya bisa menahan emosi karena si sopir tidak mengakui siapa orang yang memerintahkanya.
Para polisi juga meretas telepon yang digunakan si sopir supaya bisa menemukan dengan siapa sopir itu terakhir menelepon. Dan terdapatlah sebuah telepon yang tidak dikenal dari ponsel si sopir.
Para Polisi mengecek dimana lokasi si nomor tak dikenal ini dan segera bergegas kesana. Mereka mengepung lokasi itu dan segera menelepon Miza.
Karena sebelum mereka pergi ke rumah sakit, Miza menelepon Pihak Rumah sakit terlebih dahulu dan menelepon Pihak kepolisian setelah selesai menelepon Pihak Rumah sakit.
Pihak dari keduanya datang dengan bersamaan. Bunyi mobil polisi dan suara Ambulans bercampur aduk dan membuat semua orang menoleh. Memang sangat berisik tapi itulah pertanda buruk.
Jalan raya di tilang sebentar oleh Pihak Polisi karena Jalan raya itulah TKPnya. Sementara Korban dan Wali dari Korban memasuki Ambulans.
Disaat itulah Pihak Kepolisian mendapatkan nomor telepon Miza.
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
"Lo yakin, Za? Pak Arno yang lakuin ini semua?" Tanya Kelly.
"Masalah itu, gue bakal cari bukti dulu. Karena gue gak mau nuduh tanpa bukti yang kuat." Jawab Miza serius.
"Bagus, Za. Gue setuju sama lo." Ucap Kelly sambil mengusap punggung Miza.
"Tapi gimana caranya lo dapetin itu bukti? Jangan bilang lo mau nyusup lagi ke rumah Pak Arno dan langsung masukin Ruangan itu!" Ucap Kelly pada Miza.
"Lo gila ya? Ya kali setelah kejadian ini gue langsung nyusup dan beralasan jenguk anaknya lagi! Ya udah pasti Pak Arno tau lah kalo gue nyari bukti. Setelah kejadian yang menimpa Arga. Nanti dia kiranya gue lagi nuduh dia!" Jawab Mza menjelaskan panjang kali lebar kali sudut.
"Bener juga sih, kata lo Za! Pinter juga lo ya." Puji Kelly disaat-saat seperti ini.
"Halo?"
"Halo, Apakah ini Nona Miza?"
"Iya, ini siapa ya?"
"Kami dari pihak kepolisian sudah menemuka lokasi tersangka untuk saat ini! Saya kirimkan lokasinya dan Nona datanglah ke sini!"
"Baik, Pak."
"Kalau begitu saya tutup teleponya. Terimakasih."
"Terimakasih banyak, Pak."
Tuttt ...
Miza menutup teleponya dengan Pihak Kepolisian dan berkata pada Kelly. " Kell temenin gue bentar ke lokasi ini!" Miza memberikan alamatnya pada Kelly dan ia langsung pergi duluan tanpa menanyakan jawaban dari Kelly.
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
Saat tiba di Lokasi yang dituju, Polisi sudah mengerumuni Rumah tersangaka atau rumah nomor yang tak dikenal itu. Dan memberikan tanda penilangan supaya orang tidak diperbolehkan untuk masuk.
Miza dan Kelly akhirnya masuk begitu saja karena ia wali dari Korban sekaligus Istri dari korban.
Miza menemui Kapten dari Kepolisian serta Detektif dari Pihak Polisi. Mereka berbincang-bincang mengenai kejadian kecelakaan satu minggu yang lalu.
"Untuk saat ini tersangka sudah ditemukan. Namanya Non harus sembunyikan dan tidak boleh sampai publik mengenalnya karena masih di intropeksi dalam satu minggu ini. Dan pihak kami juga menemui bukti yang cukup kuat untuk memenjarakan sopir dan tersangka. Nama nomor tak dikenal ini adalah Harry salah satu teman tahanan yang bernama Jerry." Jelas Ditektif.
"Terimakasih banyak Pak Ditektif atas informasinya." Ucap Miza.
"Tidak masalah. Ini sudah menjadi Tugas saya!" Jawab Pak Ditektif.
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK GUYS......
...MCUH ......
...πππ...