
...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...
Disebuah Gedung seorang lelaki yang masih bersekolah dengan memakai pakaian seragam SMA sedang disekap. Mulutnya dibekap menggunakan Lem dan kaki diikat menggunakan Tali tambang.
Cio, dialah orang yang dibekap itu. Kejadianya cukup rumit hingga ia harus diculik dan dibekap. Seorang yang berbeda pangkat seperti lebih berkuasa dari pada yang lainya duduk didepanya.Memandang Cio dan tersenyum sinis. Dunia memang penuh dengan kekejaman manusia. Cio berusaha membuka tali yang mengikat kedua tanganya dan naasnya ia malah terkena pukulan tepat di pipinya.
"Jangan coba-coba kabur lo dari gue! Satu kata buat lo, PERCUMA!!!" Sinis Pria itu.
"Heh, " sinis balik Cio. Tidak bisa berkata apapun.
"Oh, iya, gue baru inget! Kalo lo mau keluar dari Gedung ini, ada syaratnya!" Ucap Pria itu. Memikirkan hal yang sudah tak diluar dugaan lagi.
Cio seolah bertanya dalam tatapan matanya pada si Pria itu. 'Apa syaratnya?'. Pria itu mengerti dan segera menjawabnya dengan didampingi tawa mengejek.
"Syaratnya, lo harus putus sama Kelly. Karna lo, gue ditolak sama dia. Oh, satu lagi. Kalo lo gak mau putusin Kelly, lo harus pergi ke Club dan menggoda cewe yang akan culik. Kalo lo gak berhasil, Gue bunuh lo!" Ancaman Pria itu membuat Cio tersenyum sinis padanya. Seolah merendahkanya.
"Dan pasti lo bertanya. Kenapa gue bisa nyuruh lo buat putusin Kelly. Ya, kan? Gue kasih tau sama lo. Dia cewek pertama yang gue sukain dan karna ada lo, gue gak bisa dapetin dia lagi. Dan bahkan gue cuma ajak ngomong aja dia langsung menjauh. Semenjak lo masuk dalam kehidupanya."
"Dia ngejar lo dan gue, gue cuma bisa liat interaksi lo sama Kelly. Gue yang nyelamatin dia waktu dia ada ditengah jalan yang bahkan dia gak tau kalo dia dimana. Sementara lo, lo cuma duduk-duduk dan bahkan gak ada merasa lo khawatir sama orang yang selalu ada buat lo! Sadar! Gue lebih pantes dari pada lo!"
"Dan ini buat kebaikan lo dan juga Kelly. Besok lo harus ngelakuin apa yang gue suruh sama lo! Awas kalo lo gak ngelakuin yang gue mau! Bakal gur bunuh lo depan mata Kelly!"
Ancaman dari Pria itu membuat Cio berpikir sejenak. Memang bener apa yang dikatakan oleh Pria itu. Dari dulu Kelly lah yang terus mengejarnya hingga sampai sekarang dan berakhir sampai Cio mrmbalasnya.
Cio pun hanya mengiyakanya walau berat. Sesampainya dirumah ia langsung didatangi sang Ayah dan Bundanya beserta sang Adik lelaki yang disukai oleh adiknya Kelly. ~ Jornia.
"Dari mana kamu Ci? Dari tadi Ayah cariin kamu, sampai ayah nelpon polisi. Ayah juga udah nelpon kamu sebanyak 15 kali. Emangnya ada yang lebih penting dari itu ya?" Cecar Ayahnya Cio. Seorang yang tegas dan sangat teliti dan sangat khawatir dengan sang anak.
Cio pun memeriksa Hpnya, dan benar saja apa yang dikatakan oleh Ayah. Sudah ditampakan oleh Nontifikasi lewat Hpnya sendiri dengan tanda 'Telepon tidak terjawab' sebanyak 15 kali.
"Kamu dari mana saja nak,? Ayah sama Bunda udah nyariin kamu loh. Itu kenapa kaki kamu?" Bunda melihat kaki Cio yang pincang.
"Cio gak papa Bun." Jawab Cio.
"Jawab dulu pertanyaan ayah. Dari mana kamu? Nyari Kelly lagi? Anaknya si Felix, iya?" Ayahnya Cio secara spontak meninggikan nadanya seakan ada permusuhan antara ayahnya dengan Ayahnya Kelly.
Cio menatap tajam ayahnya lalu tersenyum sinis. Ia berjalan menuju kamarnya yang berada diatas menggunakan Lift.
Sementara disisi lain, Kelly sedang berjalan sana kemari sambil menggigit bawah bibirnya. Ia berjalan seperti gosokan yang tak tau mau kemana.
Dengan rasa cemas yang tiba-tiba menghampirinya ia langsung berfirasat bahwa Cio dalam bahaya. Firasatnya tak pernah salah mengenai Cio. Dia tau betul siapa Cio ya, walaupun Cio sendiri kurang tu mengenal Siapa Kelly sebenarnya.
Jornia yang hanya duduk disofa kakaknya mengernyit. Risih? Bener, risih banget kalo udah ngeliat kakaknya kayak begitu.
"Kak, kakak jalan melulu sih. Kenapa gak duduk aja? Apa jangan-jangan kakak lagi khawatir ya sama abangnya crushnya Nia?!" Tebakan Jornia tepat sekali!
"Kakak kalao khawatir sama Crushnya Nia, langsung samperin aja Abangnya. Tapi jangan lupa! Ajak Nia juga. Soalnya Nia mau ketemu sama Crushnya Nia." Jornia sedang menggoda kakaknya supaya pergi ke rumah Cio. Sekalian ia ikut juga supaya bisa melihat Crushnya.
"Heh, dek! Lo masih kecil udah main Crush-Crush an segala! Gak boleh-gak boleh!" Tentang Kelly.
"Kak, Nia kasih tau ya, Jaman sekarang tuh beda sama Jaman kakak! Jaman Nia lebih keren, masih kecil aja boleh pacaran sama Presiden. Kalo jaman kakak kan gak boleh!" Cibir Jornia menyerocos tak jelas.
"Tetep gak boleh!" Tentang Kelly.
"Yaudah aku kasih tau aja sama Papah biar kakak kena omel." Ancam Jornia.
"Anj1ng adek siapa sih ini!" Batin Kelly bergidik tak mau.
"Kakak, boleh yaa?" Jornia menye-nyenye supaya bisa bertemu dengan Crushnya.
"Enggak!" Tentang Kelly lagi.
"Emangnya kakak gak tau kalo Om Edward sama Papah ada masalah? Apalagi kakak Pacarin Anaknya Om Edward lagi!" Cibir Jornia mengancang-ancang.
Kelly sempat berfikir sebentar dengan pertanyaan yang diucapkan oleh sang adik.
"Anj1ng bener juga kata Nia! Kok jadi pinteran dia sih dari pada gue! Aduuhh, tapi ini gimana! Woy Cio kabarin kek! Bab1 banget sih ahh!" Batin Kelly menggerutu.
Tak punya pilihan lain, akhirnya Kelly memperbolehkan Jornia ikut denganya. Tepat oada malam hari Kelly dan Jornia pergi diam-diam dari rumah melewati pintu belakang.
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GUYS ...
...Kawal Miza & Arga?...
...Siapa Pria yang suka sama Kelly?...
...Cio sama Kelly putus apa kagak nih? ...
...Komen ya ......
...Spam! 'Semangat!' ...
...Spam! 'Anjutt!'...
...Ditunggu!!!!...
...Bye ......
...😊😀😁😄😃...