
Sontak Miza dan Kelly menjadi malu-malu dan Salah tingkah. Mereka segera kembali duduk ke tempat duduknya semula.
Dan orang yang menjadi korbanya datang menghampiri Kelly dan Miza.
"Terimakasih banyak Kak" Ucap perempuan itu
"Iya sama-sama"
Akhirnya Miza dan Kelly turun dari Kereta dan tanpa sadar mereka berdua di culik oleh segerombolan Pria.
Miza dan Kelly mencoba melawan namun mereka sudah terlebih dahulu di Bius oleh Ketua dari Segerombolan Pria itu.
Miza dan Kelly pun dia angkat dan di bawa masuk ke dalam mobil yang cukup besar. Saat di perjalanan akhirnya Miza sadar tapi tidak Kelly.
"Siapa kalian? Lepasin. Aaaaa" Ucap Miza dengan setengah teriak.
"Diam"
"Kasih dia obat bius"
"Baik bos"
Miza akhirnya tertidur kembali. Selama di perjalanan Ketua dari segerombolan Pria itu sedang menelepon pada seseorang.
π Halo Bos
π Apa kalian sudah menculiknya?
π Sudah bos. kami membawanya bersama temanya.
π Bagus, Bagus sekali. Bawa dia ke Markas
π Baik Bos
Tutttt
Telepon pun dimatikan secara sepihak oleh atasanya ketua pria itu. Saat tiba di Markas seorang Pria yang seperti Bos dari segerombolan Pria itu sedang duduk.
Miza dan Kelly di ikat kedua tanganya dan kakinya di kursi begitu juga dengan mulutnya yang di lakban.
Miza dan Kelly akhirnya tersadar setelah sekian lamanya tertidur akibat obat bius tadi. Miza menatap seorang Pria yang sedang duduk dengan kaki kirinya yang di tumpuk dan kaki kananya yang dibawah.
"Siapa loe? Lepasin nggak? Atau loe akan terima balasaya dari gw!" Ancam Miza dengan suara setengah teriak
Kini rambutnya sudah acak-acakan begitu juga dengan Kelly.
"Oouuh, Loe gak perlu tau siapa gw! Yang penting gw akan menggunakan elo untuk mengancam seseorang. Dan orang itu adalah Arga Rezand Zioland. Loe kenalkan dia?"
"Hahha, Coba saja Nona" Jengkel Bos Pria itu
Bos Pria itu mendekat pada Miza dan memegang dagu Miza lalu di goyangkan. Miza mencoba melepaskan tangan Bos Pria itu namun naas, tetap saja tak bisa karena ikatanya terlalu ketat sehingga tanganya merah.
Bos Pris itu mengambil HP Miza yang terlihat di sakunya.
"Hay jangan coba-coba mengganggunya atau kau yang akan kena imbasnya" Ucap Miza
" Cobaa, Saja Gadis Cantikk. Ouhh, atau Orang tuamu saja supaya dia bisa kembali kesini. Bukanya loe sangat merindukanya? Ahahaha" Tawa Bos Pria itu dengan nada yang mengejek pada Miza
"Jangan ganggu kedua orang tua gw ataupun Arga atau... " Ucap Miza terpotong
"Atau apa? Hem! Atau apa?" Tanya Bos Pria itu dengan tenang dan santai
"Atau loe yang akan gw bunuh malam ini!" Ucap Miza penuh penekanan
" Aku tidak yakin padamu? Sudahlah terlalu banyak waktuyang ku buang." Ucap Bos Pria itu.
Tanpa banyak tanya Bos Pria itu menemukan kontak Arga dan langsung meneleponya. Seketika Arga mengangkatnya tanpa butuh waktu lama.
π Za loe dimana?
π Ahahha Arga, Arga
"ARGA JANGAN DENGERIN OMONGAN PRIA BANG*KE INI GA!" teriak Miza dari belakang
π Za loe dimana?"
π Arga Loe kenalkan siapa gw?
π Gw kenal
π Gw orang yang dulunya teman kalian tapi sekarang malah jadi musuh kalian. Sangat bagus bukan?
π Gw tai siapa loe?
"ARGA SIAPA DIA?" tanya Amelia
"BUKAN SIAPA-SIAPA KOK MAH" jawab Arga
π beruntung banget loe masih punya kedua orang tua loe. Tapi kali ini orang yang loe sayangin akan mati di depan mata loe sendiri. Kalo loe selamatian dia, Datang loe ke Jln. Ma**** No ** tapi inget loe harus sendiri kalo nggak Cewek loe pasti akan gw bunuh sekrang juga
Tuutt
Arga segera menutup teleponya. Ia langsung pergi tanpa memeduliman orang lain saat di Vila. Ia berjalan tergesa-gesa hingga akhirnya sampai ia melajukan mobilnya ke arah yang di tunjukan.