
Kedua pasutri itu segera membuka pintu secara bersamaan. dan nampaklah Mamahnya Miza dan Papahnya Miza. ~ Asland dan Melana ~
Sontak saja Miza langsung memeluk Asland dan Melana dengan eratnya. Melepas kerinduan yang sudah lama tak pernah dirasakan akibat, Kedua orangtuanya Miza harus bepergian karena urusan Pekerjaan Bisnis Sang Ayah.
Setelah berpelukan, Arga segera memeluk kedua mertuanya dengan erat. Melepas kerinduan disaat-saat bersama dan Melana sangan bersyukur mempunyai Menantu seperti Arga.
"Makasih ya nak, udah mau nolongin. Untung ada kalian berdua tadi. Kalo gak ada kalian pasti kita semua masih jadi Tahanan." Puji Melana dengan senang hati.
Saat itu juga tibalah giliran Melana menanyakan sesuatu yang memang membuat kedua pasutri itu terkejut. "Jadi gimana, kalian udah entu-entu belom? Hem?" Ucapnya menggoda.
Miza yang paham akan itu langsung mengajak mamahnya pergi sebentar ke Balkon. Miza hanya bisa menggerutu saja dengan Melana sepanjang obrolan. Bukanya Miza melawan tapi mungkin bukan saatnya ia melakukan hal seperti itu, apalagi mereka berdua masih sekolah.
"Mamah ... kalo mau nanya soal anak itu ... mending tanyanya ke Kak Erlan sama Kak Grec. Jangan tanya ke Miza! Kalo tanya ke Miza, Miza masih belom mau, karena Miza masih mau merasakan rasanya masa-masa muda." Jelas Miza yang membuat dirinya mendapatkan toyoran lumayan keras dari Melana.
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
Sementara saat ini, Kedua Pria yang sudah memiliki istri namun berbeda umur. Pria paru baya ini yang sedang menasehati Sang menantunya dengan tuturan yang baik dan yang mudah untuk dipahami. Namun kalau untuk sekarang Pria paru baya itu yang merupakan ayah dari Miza, sedang menceritakan pengalamanya bersama dengan Istirnya Melana dengan sedikit-sedikit menggodanya untuk mendapatkan Seorang anak.
"Pas saya masih seumuran kamu, Saya udah punya anak. Si Grec sama Si Erlan. Terus, kalo ditanya susah? Ya sebenarnya memang susah Pas saya masih mudah dan lebih tepatnya masih seumuran kamu. Ya, saya di nasehatin sama Papahnya Papah sama Mamahnya Papah. Gimana cara gendong anak, Nasehatin anak, sekaligus gimana cara bikin anak."
"Ya memang pas saya masih seumuran kamu, Papah masih gampang terpengaruh sama Papahnya papah. Sampe-sampe Apa yang papahnya papah suruh, papah lakuin tuh. Dan akhirnya Lahirlah Miza." Cerita Asland.
"Jadi emang kamu gak mau punya anak, hem..?" Tanya Asland dengan nada menggodanya sambil tersenyum.
"Maksudnya papah mau punya cucu?" Saat Arga bertanya seperti itu Asland pun langsung antusias mengangguk saja.
"Ya itu sih terserah Miza sih Pah. Soalnya Arga gak bisa maksa." Jelas Arga singkat.
"Tapi kalo menurut papah memang itu tergantung dikalianya, mau apa enggak. Tapi sekarang papah tanya, Kamu mau gak punya keturunan?" Tanya Asland dengan cepat dan tak sabar untuk mendengar jawaban dari Arga.
"Memang kalo mau punya anak harus siap terlebih dahulu. Okey? Papah gak maksa tapi, Mamah kamu yang maksa. Makanya itu Papah kasih arahan dulu sama kamu, Gimana caranya, Okey?" Tutur Asland dengan nada yang lembut dan suara baritonya.
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
Setelah Kedua orangtuanya Miza berbicara dengan Pribadi antara Pria ke Pria dan Wanita ke Wanita. Mereka pun akhirnya memutuskn untuk turun kebawah. Saat tiba di Ruang tamu, Sudah ada Dokter dan dengan terkejut Melana langsung menghampiri dan Heboh sendiri.
"Maaf Dok, ini ada apa ya? Maksudnya siapa yang sakit?" Tanya Melana dengan pelan pada Sang Dokter.
"Maaf ibu, Apakah Ibu keluarga dari Kedua Wanita ini?" Tanya Dokter wanita itu.
"Iya Dok, ada apa ya?" Tanya Melana.
"Gini Mel, Tadi Si Grec sama Si Erlan tiba-tiba mual-mual dan saya langsung bawa mereka berdua kekamar mandi. Ya jadi karna mual-mual melulu sepanjang Obrolan akhirnya saya panggil aja Dokter Kehamilan, Cuma buat pastiin ajah sekalian Ngechek!" Jelas Amelia dari samping Erlan.
Melana pun langsung Mengangguknya paham dan antusias langsung berfirasat. "Dok apa anak-anak saya Hamil Dok?" Tanyanya.
"Iya Bu. Selamat untuk semuanya ya, Kabar baik sedang ada di Pihak kalian." Ucap Dokter. "Kalau begitu, Saya pamit undur diri ya Buk, Pak" Ucapnya.
"Iya Dok, Terimakasih banyak Dok!" Ucap Amelia dan Melana sambil menghantarkan Dokter itu keluar Gerbang.
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GUYS...
...β₯ β₯ β₯ ...
...π...