
"Baiklah,besok kalian harus membawa Orangtua/Wali jika tidak kalian akan dihukum!"Tegas Pak Arno.
"Lah, kok gitu sih, pak!"Bantah Miza.
"Kalo ada yg bantah, terutama kamu Miza. Akan saya Skors 1minggu!"Ucap Pak Arno.
"Ck, ya elah pak!"Kecut Miza.
"Makanya,jangan suka ngebantah orangtua gak bagus, tau gak!"Jengkel Arla lalu beralih menatap Arga.
"Dih,sok alim lo!"Ketus Miza.
" Beb, nanti malam kamu ada waktu gk?,kalo ada kita kencan yuk, jalan-jalan ke mana-mana.Ke Kuburan juga gk papah, yg penting ada kamu!"Manja Arla menyenggol lengan Arga.
Arga menghiraukanya ia berjalan mengarah Miza lalu menariknya keluar dari Ruangan kepala sekolah menuju Rooftof.
Mengapa tak dijegat oleh Para Guru? Karena Arga akan memasuki VVA khusus untuk anak yg berpendidikan sama aja dengan Olimpiade antar sekolah sekaligus Negara.
"Ishhh, ngapain sih Arga narik Si Miza, padahalkan gw lebih cantik dari Miza.Lebih seksi, bohai, dan lebih Aduhai!"Gerutu Arla.
Sementara Di Rooftof Arga menariknya dengan keras hingga tangan Miza memerah. "Arga, lepasin gk!"Berontak Miza.
Arga berhenti melepaskan genggamanya lalu menatap Miza. Miza memalingkan pandanganya. "Gak usah liat-liat ntar,naksir!"
"Kok, bisa berantem? kenapa?"Tanya Arga.
"Lu, mau tau?"
"Hmm"
"Si Arla itu nuduh gw deket sama eloh, gw bilang ajah gw gk deket!"Jelas Miza. "Jadi, jangan kepe-dean!,sengaja gw bilang kaya gitu biar gak ketauan!"Lanjutnya
"Kenapa gk dikasih tau aja?" Tatap Arga.
"Lo, kok makin ngeselin banget sih!"
"Jangan buat gw marah!"Arga mendekat.
"Kenapa? Marah tinggal marah, apa susahnya!"Ketus Miza.
"Gw gk mau marahin loh, karena gw tau lu gak salah!"Ucap Arga membuat Miza terdiam sejenak mencerna setiap perkataan yg di lontarkan suaminya itu. "Gw percaya sama lu kok!"Lanjutnya
"*Arga dapet kata-kata manis dari mana?"
"Apa gw yang ke ge-er-an!"
"Enggak, enggak, gak mungkin!"
"Paling dia ngeggoda gw,biar gw suka sama dia!"
"Dasar cowok playboy*!"
^^^Sepanjang lamunanya Miza mencibir dalam hati tentang Si Arga. "Gw tau apa yag lo pikirin"Ucap Arga masih menatap lekat mata Miza. ^^^
"Apaan, sih loh!"Ketus Miza.
Tiba-tiba bunyi deringan berbunyi dari Ponsel Arga.Ia segera mengambilnya dan melihat Kakanya yaitu Deon menelopnya.
Arga mengangkatnya.
π Deon.
Ga, nanti malam ikut gw!
^^^π Arga^^^
^^^Okeh! ^^^
...Tuut... ...
...~β₯~...
Malam tiba Arga dan Miza masih dikamar.Miza masih penasaran Dengan siapa Arga berteleponan? Apakah ini yg dinamakan jika sudah berhubungan walaupun Dijodohin.
Miza terus berjalan bolak-balik dengan kepalanya yg ditunduk. saat itu juga "Auuu"Miza meringis.
Arga segera bergegas keluar namun ditahan oleh Miza yang menggenggam tangany Arga. "Mau kemana?"Tanya Miza.
"Ada urusan!"
"Gw ikut!"
"Enggak!"
"Gw ikut!"
"Enggak!"
"IKUT!"
"enggak!"
Cup!
Miza terdiam kaget sementara itu Arga langsung pergi menutup pintu kamar lalu bertemu dengan Deon.mereka menaiki mobil masing-masing menuju lokasi.
Sementara itu Miza masih terdiam ia terkejut kalo Arga tadi mengecup bibir manis Miza. Seketika Miza tersadar. "Aaaaaa,"Teriak Miza.
Sementara itu di Arga dan Deon sudah sampai diLokasi sepertinya ada yanga akan terjadi!
......BUMM......
...DUARRR...
...HYAAA...
Ada yang menyeraang Arga dari belakang namun dengan sigap ia menangkisnya lalu memberi serangan balik. Begitu juga dengan Deon.
Banyak sekali kawanan musuh Deon berdatangan sekaligus musuh Arga beserta orang yang mengechat Deon waktu itu ia juga ada di Lokasi.
"Sudah ku duga pasti kamu membawa Arga kesini!"Ucap Orang tersebut.
"Bunuh, Arga dan Deon.Cepat!"
Semua bawahan orang misterius tersebut menyerang Arga dan Deon. namun berhasil ditangkis oleh Arga dan Deon. namun terdapat sedikit goresan pisau sehingga Jaket yang dikenakan Arga dan Deon terbuka.
Akhirnya semua musuh terkalahkan dan yang hanya tersisah ialah orang misterius itu. orang tersebut memakai topeng hitam berjalan lalu menyerang Arga dan Deon.
Perkelahian sengit terjadi diantara mereka bertiga hingga kelelahan. Akhirnya perkelahian ini dimenangkan oleh Arga dan Deon.
Mereka berdua pergi dengan sedikit luka yg tergores jadi saat dimobil Arga menutup lukanya agara Miza dan juga keluargany tidak tau begitu juga dengan Deon.
Sesampainya dirumah Arga Dan Deon sudah mengganti baju dan memakai sedikit pewangi agar tak tercium bau perkelahian mereka tadi.
Deon pergi kekamar dan Grecilla langsung menghampiri Deon yang sudah berada dikamar.
Ia merasa aneh. Kenapa jaketnya gak ada? terus kok wangi banget aromanya? *Batin Grecilla.
"Lo, gak kenapa-napa kan?"Khawatir Grecilla.
"Hmmm"
Grecilla mencoba mengecek dari ujung kaki hingga rambut tampak perfect. Namun Grecilla malah berjalan mendekati Deon. Sontak Deon mundur ia berharap supaya Lukanya tak ketauan.
Deon langsung saja memegang pundak Grecilla agar tak semakin dekat denganya. "Bisa jangan dekat-dekat gak, pengap!"
"Gw tau dimana luka lo! gk mungkin gk ada.jalan lo aja gk kayak biasanya!"Ucap Grecilla tiba-tiba Grecilla menonjok bagian luka Deon. Sontak Deon meringis kesakitan namun ia menahanya.
Grecilla segera Mengambil kotak obat yang berada dilemari bawah. Grecilla langsung membuka sedikit pakaian Deon lalu mengobatinya.
"Kalo ada luka itu diobatin, bukanya di diamin! nanti Infeksi lo mau?hah!"Oceh Grecilla Deon hanya menatapnya saja.
"Makanya hati-hati!kan gw udh bilang gw ikut.jadinya kayak gini kan Loh!"
"Gw gak mau lu kenapa-napa!"Ucap Deon yang membuat Grecilla menatap Deon.
"Kenapa?"Tanya Grecilla
"Lo, kan istri gw! jadi gw gk mau lo kenapa-napa!"Ucap Deon. membuat Grecilla terdiam mencerna perkataan Deon.