Miza & Arga

Miza & Arga
Episede 9



...Tertimpa!...


Entah bagaimana rasanya sangat gugup hari ini ditambah angin dingin berlewatan membuatku menjadi tambah gugup.


Hari pernikahan dimulai dari kakakku yang tak lain adalah Grecilla dan Erlana sementara aku hanya pernikahan kecil karena aku dijodohkan pada saat aku masih SMA tak tau mengapa hatiku berasa nyaman bila dekat dengan Arga Rezand Zioland.


Ya!, Walaupun orangnya sangat dingin tapi ku berharap bisa bahagaia jika bersamanya.Entah bagaimana juga aku sangat sulit membuka hati apalagi jatuh cinta pada lelaki. Aku hanya merasakan kesepian bila orang yang kusayang menghilang selama-lamanya.


Aku hanya merasa jika aku dicintai oleh seorang lelaki suatu saat nanti aku takut akan menyakitinya dan jika aku mencintainya aku takut akan terluka itulah yang kurasakan sampai aku susah untuk membuka hati dan Ku HARAP ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI!!!


~β™₯~


"Jam berganti Menit berganti, Detik berubah hari pun begitu. Hari pernikahanku sudah lewat sehari sekarang aku memiliki seorang lelaki yang harus selalu berada didekatku dalam suka dan duka." Gumam Miza yang terdiam duduk dikamarnya sekarang bersama Arga.


Miza berganti pakaian hitam memakai jaket hitam dan tak lupa dengan celana hitam robek yang sedang mengendarai motor Balap.


Brumm...


Beberapa Tol sudah dilewati oleh Miza tak tau ia ingin kemana ternyata Miza berhenti disebuah rumah kumuh yang sudh jelek katanya. Tampak seorang nenek tua yang sudah menunggu Miza ternyata nenek itu adalah Nenek yang diangkat Miza saat Miza diculik dan diselamatkan nenek itu sewaktu muda dan sewaktu Miza kecil.


"Nenek! Apa kabar?"Miza memeluk nenek itu dan dibalas dengan peluka hangat. Nenek itu juga termpat Miza bercerita nenek itu sangat menyayangi Miza nenek itu sudah menganggap Miza sebagai Cucunya.


"Baik, apa kabar juga Sayang?"Nenek itu melepaskan pelukan hangatnya menatap Miza yang sudah bertumbuh menjadi anak yang cantik dan baik. "Baik Nek!"Jawab Miza melepas pelukan.


Nenek itu mengajak Miza masuk kedalam rumahnya Miza mengikuti nenek itu dari belakang.Miza melihat sekeliling rumah nenek itu.Miza merasa kasihan pada Nenek ini dia berencana untuk membantu dan mengajak Arga untuk menemui nenek ini.


Jam telah berlalu Miza pulang kerumah dan mendapati Arga yang sedang diruang tamu tampak menunggu seseorang Miza melihatnya Penasaran! Siapa yang Arga tunggu? Kenapa gw jadi gini?


"Nunggu siapa lo?"Miza duduk disamping Arga. Arga menatap Miza tajam. "Nunggu lo!"Jawab Arga. "Tumben mau nunggu gw! biasanya kan lu kutub gak mau nunggu gw!"Cerocos Miza. "GR lo!"Ucap Arga. "Dih,"Jengkel Miza.


Arga pergi kekamar dan diikuti Miza dari belakang. Arga merasa risih lalu berbalik badan "Duluan!"Ucapnya. Miza menatap Arga sekilas lalu pergi duluan kekamar.


Arga keluar kamar mandi menggunakan handuk yang diikat dipinggang berjalan keluar sambil mengeringkan Rambutnya dengan Handuk. Miza tak sengaja melihat dan terkejut saat melihat Arga yang sedang mengeringkan rambutnya ia pun langsung mengambil bantal dikasur dan menutupi matanya. "Sorry-Sorry gw gak liat Cius!"Ucap Miza masih menutup wajahnya. Arga hanya menatapnya "Gila! Bodoh!"Gumamnya tersenyum tipis sayang tak dilihat Miza.


Sudah sekian lama Miza menutup Wajahnya merasa ada yang aneh!apa itu? Tak tau! Lihat saja nanti! "Males!" Betul! Miza mencoba mengintip kecil dari balik Bantalnya. "Oke udh gk ada lagi orangnya!"Ucapnya.


Tokkk, Tokkk, Tokkk


Miza segera membuka pintu dan terkejut melihat Arga lalu mencoba untuk menatapnya. "Ngapain lo disini?"Ketus Miza. "Dipanggil!"Dingin Arga. "Sama?"Tanya Miza. "Mami"Jawab Arga. "Ya udah sono!"Ketus Miza.


Arga pergi menuruni tangga saat itu juga Amelia maminya Arga melihat Arga yang turun seorang diri. "Arga, Mana Mizanya kok kamu sendirian doang sih?"Tanya Amelia. "Diatas!"Jawab Arga. "Ya kamu panggil Dong!"Gerutu Amelia. "Udah!"Jawab Arga. "Ya udah kamu keatas tungguin Mizanya entar kalo dia kenapa-napa gimana?"Khawatir Amelia. "Iya deh!"Malas Arga.


Arga pun kembali menaiki tangga dan bertemu Miza yang masih diatas ia penasaran. "Ngapain si Bodoh Disitu?"Gumamnya. Seketika Miza menatap Arga lalu terheran "Lo mau ngapain disitu? Oh, apa jangan-jangan lo lagi nungguin gw ya?"Ucap Miza menebaknya. "Jangan GR!"Ketus Arga. "Dih... Siapa coba yang mau GR sama orang sedingin loh. Gk asik tau gk!"Ketus Miza ia pun segera melewati Arga dan turun tangga disusul oleh Arga dari belakang.


~β™₯~


"Ga!, bantuin gw dong ngambil koper diatas!"Ucap Miza meminta tolong segera Arga membantunya dan mengambilkan Koper diatas namun Karena Arga Orangnya suka Iseng ia malah meninggikan Kopernya saat Miza ingin mengambilnya.


"Mana,Arga?"Kesal Miza. Arga tetep Kekeh ia tak mau mendengarkan perkataan Miza. "Mana Gk,kalo lo gk kasih gw bilang ke Mami elu isengin gw!"Ancam Miza pada Arga. Namun lagi-lagi Arga menghiraukan perkataan Miza tadi.


tiba-tiba...


BUK...


Miza terjatuh begitu juga dengan Arga dengan posisi Arga yang menimpa Miza jantung Miza dan Arga sama-sama bergemuruh kencang dan pada saar itu juga Amelia membuka Pintu dan melihat Arga dan Miza yang masih seperti itu.


Amelia seketika menutup matanya dan kembali menutup pintu kamar. Arga dan Miza langsung terbangun situasi pun menjadi Hening... Saling menatap lalu mengalihkan pandanganya. "Makanya udah gw bilang kopernya mana?"Ketus Miza sebal.


Miza pun mengambil kopernya dan meminta Arga untuk menaruhnya kembali. "Ga,tolong balikin lagi dong!"Pintanya. Arga segera menurut saja dari pada kejadian tadi terulang kembali bagaimana?


Terimakasih bagi yang sudah membacanya sampai habis semoga ceritanya menarik dan seru see you 😊😘