
Makan Bersama!
(***Comiendo Juntos***)
Sementara itu Miza sudah selesai mandi ia segera berganti pakaian dengan baju crop pendek hingga perut Miza terlihat dan tak lupa dengan celana Ala Branden Style bergaya seperti cewek biasanya beda dengan saat ia disekolah menjadi Sang Two Legendaris bisa dibilang menjadi anak Badgirls.
Wajah Miza polos ia tidak suka wajahnya dibedakin apalagi dimekapin karena menurutnya seperti cewek yang sok cantik! Miza pun keluar dari rumah ia tak lupa mengambil alamat dilemari yang sebelumnya diberikan oleh mamahnya.Tiba-tiba bunyi pesan datang diHP milik Miza.
Kling...
Miza pun segera mengambil HPnya disaku celananya itu. Ia melihat Mamahnya Melana yang memberikan pesan segera Miza membacanya.
📩 My Mom (Online)
Miza cepetan mamah udah sampe dirumah sahabat mamah!
📩Mizael (Online)
Iya ini mau berangkat!
📩 My Mom (Online)
Yaudah cepetan
(Read)
~♥~
Sesampainya di gerbang rumah yang ditunjukan oleh mamahnya lewat kertas yang berisi alamat segera Miza turun dari motornya dan melepaskan Helmnya dari kepalanya.
Rambut panjangnya yang indah itu tergerai-berai apalagi terkena angin malam rambutnya semakin tergerai-berai dan kinclong seperti iklan sampo LifeBoy orang yang melihatnya pasti akan merasa iri tak butuh waktu lama Miza segera berjalan dan melihat satpam yang berada tepat didepan gerbang Satpam itu pun langsung membukakan gerbang.
Sriiinggg
"Selamat datang Non!"Ramah Satpam itu
"Mang! jangan panggil saya Non panggil aja Miza Mang!"Ramah Miza
"Baik Non-Eh, Miza!"Ragu satpam
Kliingg...
Miza yang mendengar suara pesan dari HPnya ia segera mengetahui mamahnya yang mengirim pesan segera Miza berpamitan pada satpam itu. "Saya masuk dulu ya, Mang!"Pamit Miza sopan. "Eh, iya Non-Eh, Miza silahkan!"Ucap sopan satpam itu.
Miza pun segera pergi meninggalkan Satpam itu diluar,saat sudah sampai tepat didepan pintu rumah itu Miza langsung mengetuknya.
Tok...tok... Tok...
Pintu segera dibukakan ternyata yang membukanya adalah Amelia sahabat dari Melana mamahnya. "Halo, Tan!"Sapa Miza sambil tersenyum. "Halo, sayang! ayo masuk!"Sapa balik Amelia sambil tersenyum. Miza pun masuk dan menutup kembali pintu rumah itu.
Ceklek...
Saat melihat dari dalam rumah Amelia sahabat mamahnya Miza langsung terkesan dan terkagum dengan keindahan dan aksesoris serta tata benda yang berada dirumah tersebut sangat elegant dan mewah.
"Miza!Ayo duduk!"Ajak Amelia. "Iya,Tan santuy aja!"Ramah Miza yang membuat Amelia senang. "Dion panggil kakak kamu sama adik kamu!"Perintah Amelia pada anak keduanya. "Iya mah!"Jawab Dion segera.
Tok... Tok... Tok...
"Kak!dipanggil mamah makan!"Ucap Dion namun tidak dijawab oleh kakaknya Deon.
Segera Dion beralih kekamar adiknya.
Tok... Tok... Tok...
"Dek!,dipanggil mamah makan!"Ucap Dion namun tidak dijawab juga oleh adiknya. "Memang kakak adik gada bedanya 11-12!"Gumam Dion dalam hati.
Seketika pintu dari Kakak beradik itu segera terbuka disaat Dion bergumam hingga terdengar oleh kakak beradik itu dan menatapnya tajam seperti psikopat berdarah dingin sehingga Dion mengalihkan pandanganya.
Setibanya Ketiga kakak beradik ini diruang makan terdapat Mamahnya (Amelia),Ayahnya (Aditya) dan sahabat dari kedua orang tuanya yaitu Asland dan Melana.
Ketiga kakak beradik itu segera duduk dibangku mereka masing-masing acara makan bersama pun dimulai. Selama makan tidak ada yang berbicara sama sekali hanya terdengar suara garpu, sendok saja bahkan angin pun terdengar.
"Mel!,ini anak saya!"Ucap Amelia membuka suara supaya tak hening. "Namanya siapa yang ganteng-ganteng ini?"Tanya Melana. "Ganteng apaan?!Muka udah kayak sendal jepit aja dibilang ganteng!"Gumam Miza sambil menatap tajam kearah Ketiga kakak beradik ini. "Yang ini anak saya yang pertama namanya Deon,ini Dion anak kedua,ini Arga anak terakhir!"Jawab Amelia yang membuat Miza kaget dan tak sengaja menumpahkan makanan yang berada di mulutnya.
Erlana yang melihat itu merasa jijik dengan makanan yang sudah ditumpahkan oleh Miza. "Jorok Lu Za!"Ketus Erlana yang membuat semua orang yang makan bersama menatap Erlana dan Miza. "Bodo"Ucap males Miza.
Miza pun segera membersihkan muntahanya yang membuat Amelia tertawa terbahak-bahak karena ia merasa Miza mengenal anaknya. "Kenapa Za? Kok kaget pas dengar nama Arga?"Tanya Amelia. "Gak! kok Tan Gppah!"Jawab Miza sambil tersenyum
"Tan! Si Miza suka sama Arga Tan!"Ucap Grecila yang membuat semuanya menatap Miza dengan tatapan memastikan. "Lu apaan sih kak?!"Ucap kesal Miza sambil memukul tangan Grecila. "Benar kamu suka sama anak saya Za?"Tanya Aditya memastikan. "Enggak kok Om!"Antusias Miza
"Yang benar?"Ucap Aditya memastikan kembali dengan menatap Miza. "Iya Om!"Jawab Miza. "Jangan panggil saya Om panggil aja Papah!"Ucap Aditya. "I-Iya Pah!"Ucap Miza yang membuat Aditya tersenyum.
Acara makan pun segera selesai saat Aditya ingin menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan selama ini.
"Jadi Mah,Mel,Land,Kalo kalian sepakat bagaimana kita menjodohkan Grecila dengan Deon, Erlana dengan Dion dan Miza dengan Arga bagaimana?"Pesan Aditya yang mendapatkan sebuah ide yang pas.
Sontak Deon,Dion,Arga,Grecila,Erlana dan Miza langsung tercengang kaget dengan ide yang dibuat oleh Aditya barusan.
"Bagus itu pah, saya setuju!"Ucap Amelia setuju dengan ide Suaminya. "Jadi Land, Mel gimana? Setuju gak?"Tanya Aditya Asland pun mengangguk saja dan Melana juga ikut mengangguk setuju dengan ide Aditya.
"Baiklah!Lusa kita akan mengadakan pernikahan secepatnya!"Usul Aditya yang segera menentukan pernikahan anak-anaknya.
Deon,Dion dan Arga hanya pasrah saja dengan usulan Ayahnya karena kalau merek menolak Ayahnya akan membuat mereka hingga mengerti.
"Tapi kan Miza masih sekolah!"Gerutu Miza pada saat itu juga Asland mendapatkan sebuah ide yang menurutnya sangat bagus untuk Miza yang masih bersekolah. "Kalo untuk Miza,kamu nikahnya diam-diam aja jangan bikin acara terlalu besar ajak aja orang yang paling dekat menurut kamu Za,Arga!"ide Asland yang membuat Aditya menyetujuinya. "Betul itu!"Ucap Amelia ikut setuju.
"Tapi kenapa harus sama Arga Tan?!"Gerutu Miza. "Si Arga ini Dingin banget orangnya Tan!"Lanjutnya. "Emang kamu mau sama kakaknya yang umurnya udah 20-an?"Tanya Amelia Miza pun menggeleng saja sebagai jawabanya.
Miza hanya pasrah saja beda dengan kakaknya yang pasrah sedaritadi tanpa perlawanan ataupun protes.
"Apalah jadinya kalau saya nikah secepat ini!Udah mana sama Si Sendal Jepit Lagi!"Gumam Miza merutuki nasibnya yang dijodohkan dengan orang yang paling ia benci.
Halo Gays Saya Author ingin menyampaikan
Terimakasih Banyak Bagi yang Sudah Membacanya Sampai Akhir Semoga Cerita Ini Seru Dan Menarik Untuk Dibaca
~♥~ TERIMAKASIH~♥~