
Pagi pun tiba. Cuaca masih dingin akibat terjadinya hujan kemarin malam.
Para anak sekolah dari TK hingga Mahasiswa memakai jaket ataupun Switer supaya tak kedinginan.
Tampak sekali seorang Wanita yang sudah tiba disekolah tepat waktu sedang berjalan di lorong Sekolah.
Tumben sekali! Ya, Wanita itu adalah Miza. Kini Miza bersama Kelly temanya berjalan di dalam Lorong Sekolah.
Memang biasanya lorong disekolah ini banyak sekali Para Cogan-cogan yang nongkrong di lorong tersebut. Sebenarnya apa niat Miza dan Kelly pergi ke lorong tersebut?
Tampak Miza menduduki kursi sebelah yang sudah ditempati oleh anak seumuranya yang tampan yang tak lain adalah Jerome dkknya.
"Ngapain? Tumben ada disini?" Tanya Arjuna sambil memakan sebuah makanan ringan 'Cemilan'.
"Gw pengen tanya sesuatu hal sama kalian!" Jawab Miza To the point dengan raut wajah yang serius."Tanya apaan?" Tanya Jerome dari samping.
"Kalian tau gak siapa yang make Tato Naga ini?" Tanya Miza sambil menunjukan sebuah gambar Tato yang berada di dekat urat nadi
Milik pak Arn. "Kok kayak Tatonya Pak Arno!" Pikir Jerome dan Arjuna secara bersamaan.
"Yang kalian pikirin itu benar. Soalnya kemarin Malam Pak Arno dateng ke rumah gw terus, gw gak sengaja ngeliat Tatonya dan gw Foto." Jelas Miza yang langsung tau isi pikiran dari Jerome dan Arjuna.
"Terus apa masalahnya ke kami?" Tanya Arjuna.
"Sekarang gw tanya kalian kenal cewek ini gak?" Tanya lagi Miza sambil menunjukan Foto Natasya Nay.
"Loh, Jer dia kan pacar lo yang udah meninggal itu!" Ucap Arjuna dengan kagetnya sambil menatap Jerome didepanya.
"Dari mana lo dapet Foto dia HAH?!" Tanya Jerome dengan tegas dan penuh Emosi.
"Loh, kok lo jadi marah sih kek gw!" Ucap Miza tak terima.
"Terus sekarang gw tanya. Dari mana lo dapet itu foto pacar gw?" Ulang Jerome.
"Gw dapet foto Natasya karena dia Sahabat gw juga!" Jawab Miza balik teriak.
Arjuna yang tau sahabatnya akan marah jika masa lalunya akan ketahuan ia langsung mengambil keputusan. "Sekarang kalian berdua pergi!" Usir Arjuna.
Miza pun tak terima ia langsung saja menendang kaki Arjuna lalu pergi dari sana.
Kelly yang melihatnya itu tak bisa menahanya. Ia hanya bisa mengikuti Miza dan memberi nasihat singkat saja jikalau nasihatnya dibutuhkan disaat keadaan yang tepat.
Miza pergi tergesa-gesa dan tanpa sengaja menabrak Arga yang sedang bersama Petra, Cio dan Bagas.
"Auuu" Miza terjatuh dan Arga pun membantunya berdiri.
Ia merangkul Miza dan membawanya kesebuah tempat yang cukup jauh dari kalangan sekolah.
Sementara Cio mengajak Kelly pergi kesebuah tempat juga. Dan yang tertinggal hanyalah Bagas dan Petra saja.
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
Arga mengejar Miza yang terus berjalan dengan sangat cepat hingga Arga akhirnya dapat memegang tangan Miza dengan genggaman yang kuat supaya jikalau Miza ingin berniat untuk kabur ia tak akan bisa.
"Lepas gak!" Ucap Miza dengan marah.
"Lo kenapa sih?" Tanya Arga dengan raut wajah yang ingin tahu.
"Bukan urusan lo!" Jawab Miza kesal.
"Dulu memang bukan jadi urusan gw tapi, sekarang udah beda. Urusan lo akan jadi urusan gw!" Ucap Arga dengan enam belas katanya.
"LEPAS!" Ucap Miza sambil mencoba melepaskan genggaman Arga yang keras.
"Gw tau lo pasti habis nemuin Jerome sama teman-temanya kan?" Ucap Arga langsung yang memang sudah tau dari Bagas.
"Dari mana lo tau?" Tanya Miza spontan memang dalam hati Miza terkejut sekaligus takut.