
"Udh ayok, nanti mamah cariin kita"Ucap Miza sambip berjalan meninggalkan Grecilla, Arga dan Deon.
"Za!!!"Panggil Arga sambil berlari menuju Miza lalu menariknya ke suatu tempat.
Disisi lain Grecilla berdecak kesal. "Aduhhh, Yon kenapa sih adek lu gak jagain adek gw!"Ketus Grecilla pada Deon sambil menatapnya kesal.
Disisi lain Miza sampai di Vila pertama diikuti Arga yg dibelangkangnya. "Za!"Panggil Arga yg masih berada dibelakang Miza.
Miza menoleh belakang. "Apa?"Tanya Miza. "Nggak jadi"Datar Arga.
Arga berjalan terlebih dahulu untuk masuk kedalam Vila. "Garing lu"Ketus Miza.
Miza dan Arga pun pergi ke kamar. Sebelum masuk tiba-tiba mereka berdua mendengar suara yg tak asing dari sebuah kamar yg tepat didepan kamar Arga dan Miza.
Miza penasaran ia pun mengintip dari lobang. Seketika Miza terkejut matanya membulat lebar seakan tak percaya. "Kenapa Za?"Tanya Arga kebingungan.
"Liat sendiri"Bisik Miza pelan. Miza segera menyingkir dan melihat dari lubang. Saat melihatnya Arga tak terkejut sama sekali. Sebenarnya Arga sudah sering melihat hal yg seperti itu. Bukanya jorok, Tapi itu sangat sering dilakukan oleh kedua orangtuanya tanpa sengaja Arga melihatnya.
Setelah Arga melihatnya ia balik menatap Miza Lalu pergi. "Ga, tunggu gw!"Ucap Miza dengan suara yg keras.
Dari dalam kamar ternyata itu adalah Erlan dan Dion. Mereka terkejut bila ada orang diluar. Mereka takut bila aksi mereka ketahuan. Erlan segera berpakaian kembali begitu juga dengan Dion.
Setelah berpakaian kembali Dion melihat Miza yang berada didepan pintu kamarnya Arga sambil mengetuk pintu.
Tok! Tok! Tok!
"Ga, buka!"
Miza tak sengaja menoleh kebelakang dan mendapati Kakak iparnya yaitu Dion dan kakaknya Erlana. "Eh, kakak ipar!"Sapa Miza ramah.
Seketika Arga langsung membuka pintunya dan menarik Miza masuk lalu menguncinya. Di luar Erlana sudah ketakutan duluan. "aduhh, gumana nih Yen, jangan-jangan Si Miza liat lagi! "Cemas Erlana menatap Dion.
"Kok kamu takut sih Lan, udh biarin ajah lagi pula kita kan udh nikah. Nanti juga adik kamu lakuian hal yang sama!"Ucap Dion dengan santainya.
"Yen, Miza itu gak mau hal yg kayak gituuu,"Ucap Erlana.
Mereka berdua mendengar suara langkah kaki orang dan ternyata itu adalah Deon dan Grecilla yg ingin ke kamar juga.
"Loh, kalian dari tadi disini?"Tanya Grecilla menatap Erlana dan Dion bergantia.
"Iya kak"Sopan Erlana
"Oh, Miza ada gk?"Tanya Grecilla yg masih mengkhawatirkan Adiknya.
"Ada,barusan masuk.Emang kenapa kak?"Tanya Erlana.
"Si Miza tadi Ke rumah hantu.Jadi gw takut dia kenapa-napa ajah!"Jawab Grecilla
"Tapi bukanya Si Miza takut sama Hantu ya? Kok dia malah ke rumah hantu? Hati-hati nanti si Miza sakit!"Ucap Erlana
Saat didalam kamar Arga melihat Miza yang pergi ke kamar mandi terburu-buru. Arga segera ke kamar mandi dan mendengar suara muntahan dari Miza.
Miza pun keluar dan mendapati Arga. Ia hanya menatapnya sekilas saja lalu pergi. Miza mengambil minum di nakas lalu kembai tertidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang lembut milik Arga.
Arga mendekat dan memeriksa Miza. Ia menempelkan tanganya ke jidat Miza dan benar saja Miza langsung demam. Dengan segera Arga langsung mengompres Miza dengan kain yg diletakanya di Jidat Miza.
Arga menjaganya sepanjang malam hingga ia tak sengaja tidur diperut Miza yg mungil dan langsing itu.
Pagi hari tiba Arga langsung terbangun dan melihat Miza yg masih tertidur. Ia segera mengambil kain itu dan pergi ke kamar mandi. Saat Arga ingin mengompresnya kembali Miza terbangun.
"Ga, lu ngapain sih?"Tanya Miza yg masih setengah sadar dan setengahnya lagi tak sadar.
"Kenapa gk bilang kalo lu takut sama hantu? Kalo gitu gw gak bakal ngijinin lu masuk!"Ucap Arga.
"Ya, maaf"Ucap Miza dengan tulus.
Halo guys saya kembali lagi, Terimakasih karena sudah membaca Novel Miza & Arga π Dan jangan lupa dilike, komen, rite and give. See you guys π