
Kelly pun hanya mengiyakan saja dan langsung memberikan perintah di Grupnya dengan mengechet.
π© Yolana: MISI DIMULAI!
Dengan cepat Violen, Angel dan Elen langsung menjawabnya.
π© Violen: π
π©Angel: π
π© Elen: Oks π
(Read)
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
Saat ini Miza dan Kelly pergi ke Rumah Pak Arno untuk mencari Informarsi dengan beralasan Untuk menjenguk anaknya Pak Arno yang sedang sakit.
"BAPAK...!!! INI SAYA, ANAK MURID BAPAK YANG PALING CANTIK!!! SI TWO LEGENDARIS!!!" Miza berteriak dari Gerbang depan Halaman milik Pak Arno.
Memang saat ini Pak Arno tidak mengajar atau lebih tepatnya untuk tidak datang ke sekolah untuk sementara. Karena anaknya yang sedang sakit.
Dari dalam Pak Arno mendengar suara yang tak asing. dengan cepat Pak Arno bergegas untuk mengeceknya dan mendapati Miza dan Kelly.
Pak Arno segera membuka Gerbangnya dan mengajak Miza dan Kelly untuk masuk dan mengambilkanya segelas air putih.
"Nak Miza sama Nak Kelly mau ngapain ke rumah Bapak?" Tanya Pak Arno.
"Jadi Pak, kami kesini itu, mau jenguk anak Bapak yang Bernama Revaldo. Pak!" Jawab Kelly.
"Kadi Bapak Jangan Ke-pede-an Ya Pak?! Ngomong-ngomong anaknye mana Ya Pak? Kok gak nongol-nongol!" Ucap Miza mencari ke sekeliling.
"VALDO!" Teriak Pak Arno memanggil anaknya yang sedang berada di Kamar.
"Iya Pi. ada apa ya?" Ucapnya manis.
Miza dan Kelly sontak langsung memegang pipi Revaldo, dan mengunyel-nyel pipinnya. Rasanya ingin sekali ia bawa ke Rumah. Tapi sayang, bukan anaknya.
"Maaf ya, kakak cantik ini namanya siapa?" Tanya Revaldo dengan suara yang imut.
"Kenalin, nama kakak. Mizael Zexila Erg! Salam Kenal ya, Ganteng!" Ucap Miza sambil meminta jabat tangan pada Si Ganteng Revaldo.
"Salam kenal kakak cantik. Kalo yang ini?" Tanyanya lagi.
"Salam Kenal kak. Kenalin Nama Aku Revaldo Elarnoice Xu. Panggil aku Revaldo. Kalo kakak mau panggil aku, Valdo juga boleh. Soalnya Papi manggil aku Valdo!" Jelas Revaldo.
"Okey Ganteng. Kakak panggil kamu Aldo aja boleh?" Ijin Miza sambil mengelus pucuk rambut Revaldo yang halus.
"Boleh kok kak!" Jawab Revaldo setuju.
"Jadi kabarnya Aldo gimana sekarang? Udah mendingan? Emangnya Aldo sakit apa?" Tanya Miza beruntun.
Sebelum menjawab tampaknya Revaldo sedang manatap Ayahnya. lalu menjawabnya. "Aku udah baikan kok, kak. Soalnya aku punya penyakit keturunan dari, Mami Kak!" Jawabnya.
Miza mengangguk saja begitu juga dengan Kelly yang hanya menyimak Interaksi antara Ketua GANK OALA dengan Anaknya Guru Mereka --- Pak Arno.
"Pak. Boleh Room Toor gak Pak?" Tanya Kelly saat menoleh pada Pak Arno yang tampaknya sedang mrmbaca koran.
"Hmm, Bo-boleh saja. Asalkan kalian tidak boleh memeriksa Ruangan Itu!" Ucap Pak Arno sambil menunjuk Ke sebuah Ruangan yang di tutup dengan erat.
Miza, Kelly dan Revaldo ikut menoleh pada Ruangan tersebut. Miza dan Kelly tampaknya sangat kebingungan namun, beda dengan Revaldo yang memang sudah mengetahui isi Ruangan tersebut.
Ada banyak sekali Ruangan Rahasia di Rumah milik Pak Arno. Sehingga anaknya sendiri harus mencari tahu isi dalam Ruangan tersebut dengan diam-diam Walau Revaldo sering ketahuan.
"Okey, it's okey!" Jawab Miza dengan cepat menyetujuinya.
Miza dan Kelly bersama dengan Revaldo dan Pak Arno pun melihat-lihat seisi Rumah Pak Arno yang memang cukup besar. Ini adalah salah satu Rencana mereka supaya dapat mengetahui bagian-bagian apa saja yang ada di rumah Pak Arno.
Tanpa di ketahui oleh Pak Arno, Miza mencantumkan alat penyadap dibawah meja Pak Arno. Alat Penyadap itu sangaglah kecil sehingg, tidak memungkinkan untuk mudah dilihat.
Sampai tiba di tempat Ruangan Pak Arno yang Tampaknya sangat mencurigakan. Miza menoleh dan mendapati Ruangan yang penuh dengan Barang-barang.
Ruangan yang sangat gelap dan kotor dan untung saja baunya tak sampai keluar Ruangan.
...OKE GUYS ...
...JANGAN LUPA ...
...TINGGALKAN JEJAK ...
...THANK YOU...
...β₯β₯β₯...