
......◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌......
Kini peperangan masih berlanjut antara Penghuni rumah yang sudah bersiap siaga dan Si Misterius itu.
Tembak-tembakan terjadi didalam rumah itu. Saat ini Miza masih asyik menembak musuhnya dengan berlipat kali ganda sambil melihat keberadaan Arga.
Dor!
Dor!
Dor!
Sementara Arga saaf ini sedang memegang pistol curian dari musuhnya yang ia lawan tadi. Ya. walaupun Arga masih berada di kursi rodanya tak bisa di alihkan jika ia masih mampu menyerang musuh-musuhnya.
Dor!
Dor!
Dor!
Berbeda disisi Miza, kini ia sedang menembaki musuh-musuhnya. Namun pada saat menembak musuhnya, itu tak mempan.
Miza dirasakan jika musuh yang satu ini berbeda dengan yang lainya. Ia menggunakan Jubah anti peluru seperti Miza saat ini.
Tak punya banyak pilihan Miza harys melawanya dengan bela diri. Miza langsung menyerang musuhnya itu namun masih bisa dapat ditangkis oleh musuhnya.
Musuh nya pun menunjukan sebuah pisau beati putih tajam dengan tatapan tajam menyeringai diwajahnya. Miza semakin kesal dan langsung menyerangnya.
Bertarung secara fisik membuat kita lelah karena pertarungan yang memakan banyak energi.
Miza mencoba melawan bagian yang tidak bisa ditepis Si musuh namun tak ada celah. Miza mencari cara dalam otaknya.
Tampak sekali jika musuhnya masih menyeringai. Ia berlari ke arah Miza dan mencoba menyerang Miza dengan brutal.
Miza pun menepis sikut si musuh supaya tak mengenainya. Untuk saat ini Miza hanya bisa menghindar karena dirinya sudah menghabiskan banyak energi hanya untuk mengalahkan musuhnya yang satu ini.
Pertarungan mereka kembali sengit karena mereka seimbang. Si musuh mencari celah suoaya dapat membunuh Miza, namun Miza yang paham akan hal itu ia langsung menggunakan bela dirinya untuk menjatuhkan pisau belati putih yang sudah berisi darah merah.
Disaat itu juga pertarungan tangan kosong pun terjadi. Miza berdiri dan menyerang setiap sudut supaya dapat melumpuhkan kedua tangan si Musuhnya.
Miza loncat dari bawah dan sampai ke batang leher si musuh. Si musuh pun mencoba membuat Miza turun dan itu berhasil.
Kini Miza sudah tersudut. Karena si musuh mulai mencekiknya perlahan dan itu juga membuat Miza hampir kehabisan nafas.
Dor!
Disaat genting seperti itu, sebuah peluru dapat membuat lawan Miza tumbang dan tewas seketika. Miza melihat ke arah peluru itu datang dan mendapati Mami Amelia yang tersenyun sambil memegang sebuah Sniper.
Mami Amelia hanya.membalas senyumanya saja. Dan tiba-tiba dari belakang Mami Amelia tampak musuh berbadan tegap dan botak berdiri dibelakang.
Miza yang melihatnya langsung panik dan langsung berlari kencang menuju keberadaan Mami Amelia.
Namun saat tiba ditempat Mami Amelia, ia sudah melihat Wanita paru baya itu tewas berdarah dengan wajah babak belurnya.
Sementara di posisi Asland dan Aditya, mereka sedang tersudut karena melawan pembunuh bayaran yang sangat kuat. Wajar saja mereka kalah karena pembunuh banyaran itu ada tiga.
Dengan terpaksa Asland dan Aditya harus melawan ketiga pembunuh bayaran itu dengan sisa tenaga mereka.
Karena kawasan rumah mereka tidak ada orang ataupun tetangga sama sekali, jadi tidak ada yang bisa menyadari tempat tinggal mereka. Karena keluarga Zioland dan Erg itu saling terhubungan dan sebenarnya keluarga yang harus disembunyikan.
Bahkan rumah mereka harus dibuat dengan penjaga ketat dan beladiri yang kuat. Tapi karena jumlah mereka yang tak sepadan dan kebanyak menggunakan Senjata pistol dan belati, mereka harus kalah telak dibuatnya.
Asland dan Aditya sudah tak berdaya lagi dan mereka pun mulai tumbang satu persatu. Ya, walaupun ada hasilnya karena pembunuh bayaran itu tersisah dua saja.
Dengan brutal Asland mencoba menghabisi pembunuh bayaran itu dan menyuruh Aditya meningglkanya. Dengan terpaksa dan dengan berat hati Aditya harus meninggalkan Asland melawan sendirian disana.
Aditya berlari kencang dan menemuka Melana yang sudah tewas akibat tembakan yang terkapar tepat dibagian kepalanya.
Aditya pun menggendong jasad Melana dan membawanya. Saat tiba di Secreat Room berkedap, Aditya melihat sang istri yang juga sudah tewas.
Aditya pun tak bisa berbuat apa-apa. Ia meninggalkan Melana dan Amelia disana dan segera berlari kencang untuk membantu Asland.
Jika nasibnya harus mati, mungkin ia akan mati. Jika nasibnya akan hidup, mungkin ia akan hidup.
Tak butuh waktu lama, saat kondisi Asland mulai sekarat Aditya datang dan langsung membuat pembunuh bayaran itu terkapar pingsan.
Dan Aditya pun melawan pembunuh bayaran yang satunya lagi dengan mengambil sebuah pisau tajam yang digunakan untuk memotong cabai.
Satu lawan satu terjadi diantara Pembunuh bayaran itu dan Aditya. Dan pada akhirnya pembunuh bayaran itu tewas dengan menjatuhkan sebuah pistol. Namun disitu Aditya sudah mendapatkan tembakan yang terdapat dijantungnya.
Dengan sisa tenaganya ia menembak pembunuh bayaran yang pingsan itu dikepalanya.
DOR!
DOR!
DOR!
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!...
...JANGAN LUPA BERI VOTE DAN LIKE DAN GIVE!...