
Malam pun tiba. Kini Cuacanya menjadi adem, tak ada Dingin dan tak ada Panas. Semua berlalu dengan cepat sekali. Kini Seorang Wanita yang sedang Tengkurap di Balkon, sambil mengerjakan Tugas yang sudah diberikan Oleh Bu Echa tadi Pagi.
Wanita itu adalah Miza. Miza mengerjakan Tugas Biologinya sambil menelpon Kelly. Berujung pada Bekerjasama supaya cepat selesai. dan tak lupa mereka mendapatkan semua jawaban itu dengan cepat karena adanya Smart Google.
Keluaran baru dari Akun Google sendiri. Setelah Selesai mengerjakan Tugas, Miza segera pergi ke Tempat yang biasanya ia kunjungi jikalau hatinya sedang gelisah atau pikiranya yang sedang menggoncangnya.
Sebelum pergi ia juga tak lupa dengan Pamit pada Arga yang tengah duduk di Sofa sambil mengerjakan PR dan Bisnisnya yang ia kelola dengan sendirinya, tanpa adanya campur tangan kedua orangtuanya. Setelah berpamitan pada Arga, Miza juga tak lupa berpamitan pada Mami dan Papinya.
"Mam, Pap. Za Pergi dulu ya ..." Pamitnya hendak pergi.
"Iya, hati-hati ya ... Jangan ngebut-ngebut kalo naik motor atau naik mobil. Dan ... Loh kamu gak pergi bareng Arga, Za? Arganya mana Za?" Tanya Amelia yang sudah berada tepat didepan Miza.
"Oh ... Arga lagi Main Laptopnya, tapi Za udah Izin kok tadi. Tapi kalo masalah dia mau ikut apa enggaknya Za, gak tau Mam." Jelas Miza pada Amelia hingga mengerti.
"Ya udah kalo kamu mau pergi pokoknya, harus hati-hati. Jangan bikin Mami sama Papi khawatir You know?!" Ujar seorang Pria paru baya dengan suara Baritonya yang tengah ikut mendatanginya.
"Iya Pap ... tenang ajah. Za gak akan ngebut-ngebut kok. Tapi gak Janji. Soalnya kalo misalnya ada perampok ato ada orang kena Jambret, Za harus tolongin tuh orang. Oke Pap, Mam? Za pergi dulu ya." Ucap Miza hendak pergi dengan wajah yang tersenyum riang.
Papi dan Maminya hanya menggelengkan kepalanya. Capek tapi senang juga jika mengobrol pada Miza yang tak ada habisnya. Setelah kepergian Miza beberapa menit, dari atas tangga munculan Arga yang sudah bersiap dengan setelan khas Badboy.
Amelia dan Aditya yang tentunya sedang dengan Adegan Kiss, harus terpaksa berhenti, karena adanya Arga. Arga memang sudah melihatnya, namun ia hanya menatap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.
"Pap, Mam. Arga pergi dulu ya, Ada Urusan yang penting sama Cio." Ucapnya lalu pergi begitu saja.
Dari kejauhan Amelia dan Aditya hanya bisa menggeleng saja. Aditya dan Amelia cukup Peka jika dalam kondisi seperti ini. Mereka berdua mengetahui jika Arga tengah mencari Miza.
Di suatu Tempat, yang sudah ada Miza disana dengan ditemani Ice cream rasa yang berbeda-beda. Saat Miza terbengong sepanjang detik, Menit dan Jam, suara Nontifikasi pun terdengar hingga memecahkan Keheningan yang sedang melanda Miza.
Miza dengan cepat mengambil Ponselnya yang berada di atas meja dan melihat Layar yang sudah ada Chetan dari Arga.
π±Si Kutub Utara : Za lo dimana?
π±Si Legendaris : Kenapa Emangnya?
π±Si Kutub Utara : Gw lagi ngejar orang yang lagi buntuin lo.
π±Si Kutub Utara : Cepet pergi dari situ!
π±Si Legendaris : Bilang dulu, Kenapa?
π±Si Kutub Utara : Tadi gw dikabarin dari Kantor polisi, ada Tahanan yang kabur. Dia rambutnya Gondrong, matanya hitam terus berjenggot tebal.
π±Si Legendari : Terus gw harus gimana?
Disaat keadaan Genting seperti itu Arga langsung menelponya, dan Miza pun mengangkatnya tanpa berfikir panjang.
π Si Legendaris : Aduh ... Ga. lo jangan bikin gw panikan dong!
π Si Kutub Utara : Sekarang lo dimana?
π Si Legendaris : Didekat Sungai Amazon!
π Si Kutub Utara : Yang Bener, lo dimana?
π Si Legendaris : Disekat Kolam ikan.
π Si Kutub Utara : Okey, gw kesitu. lo jangan kemana-mana!
π Si Legendaris : jangan lama-lama!
(Tuut... )
...TINGGALKAN JEJAK YA GUYS ... ...
...SEE YOU ......
...π...