Miza & Arga

Miza & Arga
Gombalan Mesra M&A!



...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ♡⋆♡●⑅◌...


"Jangan nangsi ya? Gue tau ini berat buat lo! Gue udah denger kok, semua pembicaraan lo! Gue gak akam tinggalin lo sedikit pun. Sebagai permintaan maaf gue ke elo!" Tangan Miza mengusap air mata Arga yang sudah jatuh.


Arga menunduk, mengeluarkan air matanya. Ia menangis bukan karena Miza tapi karena ia tak bisa menjaga Miza disaat seperti ini.


Miza pun memeluk Arga untuk menenangkanya. Sambil membuat Gombalan supaya bisa mengibur Arga. Dan supaya Suasana menjadi tak hening. Begitu juga dengan Arga, ia menggombali Miza hingga Bapernya gak ketolong.


"Za, Gue gak peduli dengan Ramalan Cuaca." Ucap Arga.


"Kenapa?" Miza mulai mengerucutkan keningnya.


"Karena, Meski badai bahkan Tsunami, aku akan bertahan pada Cintamu!" Gombal Arga, membuat Miza menjadi Baper sangat Baper.


Lalu ia pun kembali membaperkan Arga dengan Gombalanya. "Ga." Panggil Miza.


"Apa?" Jawab Arga.


"Bahasa Inggrisnya akhir Minggu apa?" Tanya Miza.


"Weekend!" Jawab Arga.


"Tapi kalau cintaku ke kamu itu- " Saat ingin menjawabnya Arga terlebih dulu mrnjawabnya.


" Will never end" Sambung Arga dengan senyuman menggoda.


Arga pun berkata. "Boleh pegang tangan kamu gak?" Tawar Arga.


Miza pun segera memegang tangan Arga dengan lembut sambil tersenyum Salting. "Buat apa?"


" Cuma mau ngerasain aja, gimana megang masa depan yang Indah buat kamu!" Gombalan Arga membuat Miza semakin meleyot dtempat.


"Za, kenapa kalau aku kecelakaan tapi aku masih aja inget kamu?" Tanya Arga, tersenyum menggoda.


"Karena apa, hayoo?" Miza balik bertanya.


" Ya karena kalo aku masih inget kamu, berarti aku masih Sayang sama kamu. Ya kalau seluruh Dunia suruh aku untuk melupakan kamu, aku gak akan mau melupalan kamu." Ucap Arga.


"Kenapa? Kan seluruh Dunia suruh kamu buat lupain gue." Miza mulai ling-lung dengan ucapan Arga.


"Ya berarti aku harus ke kelurahan dulu, minta surat keterangan. karena aku gak bisa melupakan mu!" Gombal Arga.


Miza sempat tersedak dengan Gombalan yang dilontarkan Arga pada Miza. Hingga Arga panik dan segera menepuk pelan Punggu Miza.


...o\=\=[]::::::::::::::::>...


Pagi pun tiba. Sinar matahari yang tadinya tidak ada, menjadi ada. Saat ini tepatnya diruangan Arga, ia sedang di periksa tentang kesehetanya. Apakah semakin sehat, ataukah semakin buruk.


"Gimana dok?" Tanya Miza, saat Dokter sudah selesai memeriksa keadaan Arga.


"Kabar Pasien baik-baik saja. Hanya saja, dengan kakinya, ia perlu menjalankan Terapi. Tapi kalau Pasien dan Nona tidak mau, tidak apa. Saya tidak memaksanya. Tapi kalo Nona dan Pasiem berkenan menjalankan Terapi bersama saya, saya jamin pasien akan sembuh dalam waktu kurang lebih, satu tahun!"


"Tapi kalo Pasien ada niat untuk sembuh dan mau menjalankan Terapi, pasti akan sembuh dengan cepat. hm, kalo misalnya Nona setuju, tolong beritahu saya segera! Supaya saya bisa mengatur jadwal saya dengan baik! Kalau begitu saya permisi dulu Non." Jelas Dokter lalu pergi begitu saja.


Miza menghela nafas sebentar dan langsung berjalan hendak duduk dikursi dekat Arga. "Jadi gimana, mau apa kagak, Terapinya? Tapi kalo ada niat. Kalo gak ada gak usah! jangan dipaksa!" Cecar Miza.


"hm, gue mau. Tapi dengan satu syarat!" Jawab Arga, yang membuat Miza semakin penasaran dengan syarat.


"Apa syaratnya?" Tanya Miza.


" Syaratnya ... Lo hari ini jam sebelas pulang bareng Mam sama Pap." Jawab Arga.


"Kenapa? Apa jangan-jangan lo udah punya ..." Pikiran Miza mulai Traveling kemana-mana. Membuatnya di toyor oleh Arga.


"Shttt ..."


"Makanya pikiran jangan Traveling! Emangnya lo kira gue apaan! Yang penting lo mau apa nggak?" Tanya Arga.


Miza mengambil air minum sejenak dan meminumnya sambil memikirkan matang-matang. "Ahhh ..." Setelah menaruh air minum itu, Miza pun mulai menjawab.


"Yakin?" Arga sudah berfirasat buruk. Apalagi ia tak sengaja melihat seseorang itu di balkon dan sedang menatap kearahnya.


"Hmm, Yodah, gue ambil makanan dulu. Lo pasti laper kan? Jadi gue ambil minum sama makanan dulu, baru gue kesini lagi! Oh, ya, gue titip Hp bentar. Ok, byee .." Miza pergi dengan menggunakan Sweater putih dan celana robek hitam.


...o\=\=[]::::::::::::::::>...


"Woy, Kell. Lo yakin gak bakal nyatu lagi sama Cio? Cio itu masih suka sama lo! dan lo gak boleh nyia-nyia in dia! Lo harua nyambung lagi sama dia! Gue yakin seribu persen, kalo dia gak deket sama Rara." Ujar Diana, yang sedang menasehati Kelly saat dikantin sekolah.


"Udah deh, gue cape dengernya! Mending kita makan, habis itu kita selesai Misi. Pulang sekolah kita ber empat langsung nyusul ke TKP!" Kelly sudah tak ingin mendengarkan nasehat dari Diana lagi. Sudah cape mendengar dan mengalihkan pembicaraan.


Disaat itu juga ....


"CIOO ...!!! Kamu dimana Sayang?" Suara Rara membuat semua pemilik telinga Pengang.


Semua mata asyik memandang kelaukan Rara yang di luar dugaan. Menggoda salah satu orang terpopuler dengan menggunakan Kecantikannya dan Body nya yang aduhai ...


"Lo liat baik-baik wajah Cio! Dia gak seneng dan dia juga selalu menghindar kalo ada Rara datang! Dan gue liatin dari tadi Cio selalu ngelirik lo! Apa lo tega sama dia?!" Suara hasutan dari Giana yang berada tepat ditelinga Kelly, membuat Kelly merasa ...


"Apa bener Cio lirik gue terus? Dan apa bener Cio gak suka sama Rara? Mengenal Rara orangnya Sexsy and Aduhai ..." Batin Kelly menatap tajam interaksi Rara pada Cio.


"Woy, Ra. Mending lo pergi sebelum Cio marah sama lo! Lo di diemin malah ngelunjak!" Peringat Bagas mulai Emosi.


"Apa-apaan sih lo! Ikut campur bae sama urusan orang! Gak punya Ayang ya? Makanya cari!" Ketus Rara pada Bagas.


"Sorry, gue udah jadian sama Giana." Ucapan Bagas membuat semua mata ternganga, terkaget, ter-teran.


Kelly menatap Giana yang berada tepat disamping kananya. Mulutnya ternganga dan segera ditutup rapat kembali oleh tangan Alana.


"Lo-lo kapan jadianya Gin?" Tanya Diana.


"Heheh, baru kemaren pas pulang dari Mall." Jawab Giana menyengir dan menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal itu.


"KOK LO JADIAN GAK BILANG-BILANG SIH KE KAMI?!" Teriakan Kelly membuat semua pasang mata menatapnya.


"GAK SK LO!" Timpal Diana pada Giana.


Giana pun hanya bisa menghela nafs sambil menutup kupingnya erat-erat supaya ia tak Congean pada Saat Kelly dan Diana berteriak.


Dari sebelah Aeros tampaknya melirik sinis pada Kelly dan Petra melirik Alana yang keliatanya jauh beda dari mereka bertiga.


...JANGAN LUPA TINGGALKAM JEJAK YA GUYS ...


...**Kawal Miza & Arga? ...


...Kawal Kelly & Cio / Kelly & Aeros?...


...Spam 'Anjut' ...


...Perbanyak Romance atau Konflik?...


...Apa ada kisah cinta segitiga?...


...Atau segi empat?...


...Kawal Alana & Petra?...


...Putusin Bagas & Giana?...


...Diana buat jomblo apa gimana?...


...Komen SEMUA**! ...


...**Terima Kritikan!...


...Terima Semangat**!...


...Okey, see you ......