
"Ya, Sekarang lah! 'Kan, disuruh ayah pindahnya sekarang." Jawab Grecilla dengan nada yang sedikit dinaikan.
"Maksud gw kakak Pindahnya itu Siang atau Sore!" Ucap Miza dengan nada yang dinaikan.
"Sore lah!" Jawab Grecilla.
Tiba-tiba saja ada bunyi Notifikasi Chat dari Kelly. Miza yang mendengar Nontifikasinya langsung mengambilnya didalam sakunya.
Ia melihat Pesan dari Kelly.
📩 Kelly 🐭
Woy, Za jam berapa
Perginya?
📩 Mizael♥
Jam 09.00
📩 Kelly🐭
Ok
(Read)
Miza kembali memasukan Ponselnya kedalam saku. Ia pun pergi setelah selesai bersenam. Tampak diruang tamu sudah ada banyak barang.
"Langsung disiapin Kak? Cepet Banget!" Heran Miza sambil bertanya pada Erlana yang sedang memegangi kopernya.
"Iyalah, langsung disiapin. 'Kan, nanti siang langusng pindah" Ucap Erlana.
"Emangnya kakak pindah dimana?" Tanya Miza.
"Pindah di Block samping doang" Jawab Erlana.
"Ouh, Jadi, enak ya kalo lagi ehem-ehem gak ada yang ganggu" Goda Miza pada Erlana.
"Emang kamu gak mau punya Nephew?" Tanya Erlana.
"Mau sih kak. Tapi, 'kan kalo sekali buatnya jadi, gak rame tapi, kalo buatnya berkali-kali!" Ucap Miza dengan sedikit menggoda yang membuat Erlana menjadi kegelian mendengarnya.
"Apaan, Sih dek! Emang kamu gak mau punya keturunan?" Tanya Erlana balik menggoda Miza.
"Mau sih kak. Tapi, kalo untuk sekarang sih jangan dulu yah. Tapi, kalo memang udah dikasih... belum tau juga nanti gimana. 'kan, gw belum siap gendong-gendong anak!" Jelas Miza pada Erlana yang sedang memakan
"Lahh, mau bagaimana pun lo harus siap. Karena kita kan gak tau kapan kita dapat keturunanya. Emang kita Tuhan apa tau semuanya!"
"Iye juga sih kak. Tapi, kan gw gak mau sekarang. masih mau menghabiskan waktu masa muda. Lagi besok juga udah sekolah kok!" Ucap Miza
"Ouhh, baguslah kalau besok kalian Sekolah. Biar gak libur terus. Kan kalo libur terus bisa-bisa kalian jadi orang pemalas." Senang Erlana sambil meminum Teh Tarik diatas meja lalu kembali menaruhnya.
Miza tanpa sengaja melihat Jam dan Ternyata oh Ternyata..
"AAA....!!!"
Miza terkejut saat melihat Jam di Teleponya. Di karenakan Jam sudah menunjukan Setengah Sembilan yang artinya waktunya tidak lama lagi.
Miza bergegas pergi dari Ruang Tamu menuju Kamarnya untuk membersihkan diri lalu memakai bajunya. Setelah selesai melakukan kegiatan, Miza tampak basah-basahan.
Miza berbalik badan dan melihat Arga. Sontak Miza langsung mengeringkan Rambutnya karena Arga tak suka dengan yang namanya Basah karena air kecuali Mandi dan tak suka dengan orang yang kotor.
Setelah berpuluh menit tibalah Miza dan Arga di Alun-Alun Bandung. Miza melihat kesana- kemari namun, tak melihat Kelly dan Cio disekitar.
Tiba-tiba saja deringan dari Telepon Miza berbunyi menandakan ada Telepon. Miz pun mengangkatnya.
"Halo"
"Halo Za"
"Lo dimana? Gw dah nyampe nih"
"Sorry Za. Gw gak bisa hari ini.
Kapan-kapan aja ya perginya?"
"BANGSUL... Kalo begitu lo sama ajah nyusahin gw! Awas lo kalo ketemu gw PENGGAL KEPALA LO YA!!!"
"Ya Ampun kali.... Lagi juga ini tiba-tiba. Ada Acara keluarga."
"Yadeh"
"Makacih Miza yang cantik dan baik hati"
"Eleh... Yelah"
Telepon pun dimatikan. Miza segera berbalik badan dan melihat Arga yang sedang berdiri sambil melihat Awan yang bagus.
Miza mendekatinya dan berdiri di samping Arga. "Baguss... Awanya" Girang Miza sambil tersenyum.
Arga menoleh pada Miza kebingungan. "Kenapa? Ada masalah?" Tanya Arga yang memang tau kejadianya karena sebelum Miza berteleponan pada Kelly ia sudah berteleponan duluan oleh Cio.
"Nggak" Elak Miza berbohong.
"Jangan Bohong gw dah tau kok Si Kelly sama Cio gak bisa kesini" Ucap Arga langsung.
Miza segera menoleh dengan mata yang melotot terkejut. "Kok lu bisa tau?"
"Kan gw di kasih tau sama Cio" Ucap Arga tanpa rasa bersalah.
"Kok lo gak kasih tau ke gw sih?! Okehh.. Sekarang kita maen Rahasia-Rahasia-an" Final Miza berjalan ke Sebuah toko.
Arga segera mengejarnya dari belakang dan mengenggam tangan Miza. Miza sempat Shock namun, ia memilih untuk diam saja. Wajahnya sudah memerah karena malu dan terkejut.
*MIZA MALU TAPI MAU YA BUND😁😁
LANJUT*!
Tampak Miza membeli sebuah Kalung yang lumayan murah karena ia tak membawa banyak uang. Ia juga membelikan sesuata pada Arga, Erlana dan Grecila.
Setelah selesai Arga pergi bersama Miza kesuatu tempat yang ramai sekali orang naiki. Ia menaiki Kora-kora.
Setelah selesai menaiki Kora-kora Miza tampak mual-mual dan badanya tak enak. Arga menepuk- nepuk punggung Miza dan merasa bersalah.
Secara kebetulan Tampak seorang cewek cantik yang menghampiri Arga. Ia adalah teman SMP Arga. Dan Arga juga mengenalnya. Namun, Arga mengacuhkanya, Ia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya bersama Miza dibanding berbicara hal yang tak penting dengan Gadis itu.