
Kata demi kata yang di lontarkan oleh Jerry adalah bahasa yang kotor hingga Arga tidk suka berbicara denganya. Arga pun selesai berbicara singkat dengan Jerry ia segera pergi dari kantor polisi itu bersama dengan teman-temannya.
Tapi saat di depan kantor polisi tiba-tiba saja ada Miza dan Kelly. What ada apa Miza dan Kelly dateng ke polisi?
"Kalian mau ngapain kesini?" Tanya Bagas sambil menatap Miza dan Kelly.
"Gw kesini itu bukan urusan lo! Ayo Kel!" Ketus Miza pada Bagas.
Segera Kelly dan Miza pergi dan meninggalkan Arga, Cio dan Bagas. Saat di Ruang kantor polisi. Kelly langsung membuka sifat aslinya yang tadinya ia anak pendiam menjadi anak cerewet.
"Aduh, Za... tadi itu ada Cio Za! CIO..." Ucap Kelly
"Terus kenapa kalo ada Cio? Oh, iya gw baru inget lo kan suka sama Cio! Tapi, gw gak suka kalo temen gw yang ngejar cowok! Gak level tau gak lo!" Ketus Miza pada Kelly.
"Ihh, tapi kan Za lo udah janji mau deketin gw sama Cio!" Ucap Kelly tiba-tiba saja mengerutkan keningnya.
"Iya-iya tapi kan gak gitu juga caranya!" Ucap Kelly malas.
"Emang gimana? Lo ajah belum tentu bisa buat Si Arga jatuh cinta sama lo!" Ucap Kelly ceplas-ceplos.
"Sekarang gw tanya sama lo, Lo mau apa kagak gw bantuin?" Tanya Miza final.
"Iya deh" Jawab Kelly pasrah.
"Ya udah sekarang kita temuin teman lama kita dulu Alef" Ucap Miza.
"Ayok, Gas!" Ucap Kelly setuju
Mereka pun masuk kedalam ruangan yang sama dengan Ruangan Arga. Disana hanya ada Miza, Alef dan Kelly saja.
Miza dan Kelly menatap Alef dan Alef tak membalasnya. Ia menunduk kebawah melihat lantai yang kotor akibat diinjak-injak orang.
"Lef apa kabar lo disini?" Tanya Miza memulai pembicaraan.
"Iya, apa kabar?" Tanya Kelly.
"Gw baik kok. Kalian gimana?" Tanya Balik Alef.
"Kami baik kok!" Jawab Miza.
"Udah gak usah nunduk mulu, Gak kami Makan kok. Tenang ajah!" Ucap Kelly supaya tak tegang.
"Gak kok, asal gw dipenjara ntar juga gw bebas! Dan setelah gw bebas gw akan jadi orang yang baik. Kalian berdua tenang ajah. Gw gak akan nyulik kalian berdua lagi." Ucap Alef.
"Dan gw minta maaf karena kemarin gw nyulik kalian. Itu gw disuruh sama abang gw Si Jerry. klo ge gak nyulik kalian gw yang akan dibunuh sama dia! Karena gw takut gw gak punya pilihan buat nyulik kalian. Jadi, Gw minta Maaf" Ucap Alef menyadari kesalahanya.
"Kalo kalian gak mau maafin gw, gw juga gak papa kok! Gw tau perasaan kalian kalo diculik. dan apalagi kalian disiksa 'kan, di ancam sama abang gw!" Ucap Alef.
"Tenang ajah. Lo gw maafin kok. Asal kalo abang lo gw masih belum bisa maafin!" Ucap Miza.
"Lo juga gw maafin kok! Tapi, kalo masalah abang lo gw gak diculik." Ucap Kelly.
"Jadi, yang dateng sebelum kita berdua siapa Lef? Teman? sahabat? Ortu kah?" Tanya Miza beruntun.
"Sahabat! Gw gak ounya ortu. Ortu gw udah meninggal" Ucap Alef.
"Ouh, sorry ya Lef! Gak sengaja" Ucap Miza.
"Iya gak papa!" Ucap Alef.
"Tapi kalo seandainya lo ketemu sama abang lo gimana?" Tanya Miza
"Ya, gw bunuh langsung orangnya." Ucap Alef.
"Lo gak papa bunuh abang lo sendiri?" Tanya Kelly.
"Gw gak masalah. Lagi pula dia pantes dapat hukuman mati. Karena dia udah banyak ngelakuin hal yang jahat." Ucap Alef.
"Ouhh," Miza dn Kelly mengangguk mengerti.
"Kalo gitu jaga baik-baik ya, Diri lo! Jangan lupa makan dan minum. Kalo sakit jangan lupa minum obat! See you. Gw tunggu lo sampe bebas. lo bakal jadi sahabat gw selamanya!" Ucap Miza yang tak ada rasa takutnya pada Alef.
"Thank you ya!" Ucap Alef.
Mereka pun berpisah Miza dan Kelly segera pulang dan Sementara Alef kembali ke penjara.
...Jangan lupa dilike, komen, rite and give see you...
...πππ...