Miza & Arga

Miza & Arga
Haru and Nasehat!



...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ⋆♡●⑅◌...


"Pelan-pelan, Za ... Sakit Arga nya!" Mami Amelia khawatir.


"Iya, Mam. Santuy aja!" Jawab Miza.


Arga mulai mencoba berjalan sambil memegang sebuah alat terapi. Sesekali istirahat dan Miza langsung mengurut Arga. Memberinya minum supaya tak kehausan.


...*Cinta Karena Cinta ......


...Tak perlu kau tanyakan ......


...Tanpa alasan cinta datang dan bertahta ......


...Cinta Karena Cinta ......


...jangan tanyakan mengapa!...


...Tak bisa jelaskan karena hati ini ......


...Sedang bicara* ......


Judika ...


Deringan dengan lagu yang dinyanyikan oleh Judika membuat suasana menjadi racau, berisik tapi enak didengar.


Ponsel Mami Amelia berdering. Miza sempat menoleh pada Kontak yang menelepon Maminya. 'Dion sayang'.


Mami Amelia segera menjawabnya. Ia menekan tombol hijau kesamping kanan. "Ada apa, Nak?" Tanya Mami dari seberang Ponsel.


"Mam, Erlan lagi dirumah sakit mam!" Ucap Dion dari seberang.


"Erlan kenapa, Nak? sakit? Sakit apa?" Cecar Mami Amelia dari seberang telepon.


"Bukan mam, Erlan sama Dion dirumah sakit lagi ngechek Jenis kelamin bayi yang ada dikandungan Erlan Mam." Jawab Dion.


"Syukurlah, di kira ada apa! Jadi, kelamin cucu mam, apa?" Tanya Mami, bersemangat sekali.


"Ehhm, anaknya Laki-laki mam. Mam senang gak?" Tanya Dion pada Mami Amelia.


"Mam seneng bangett! Nanti kita rayainya di Hotel Bintang 5 Ya? Terus gimana kabarnya Deon?" Tanya Mami Amelia.


"Kalo kakak saya gak tau mam! Mending Mam telepon aja Kakak. Kali aja lagi ... He'em- He'em .." Godaan dari Dion membuat Mami menjadi Traveling.


"Biarin jangan diganggun! Maybe mereka berdua lagi buat cucu buat Mam." Jawab Mami Amelia.


"Mana mungkin lah Mam! Kak Grec kan udah kayak Erlan. Tapi kalo masalah chek Dion gak tau anaknya laki apa perempuan!" Ucap Deon.


"YEN! YEN!" Panggilan dari Erlan terdengar hingga keluar.


" Mam, Dion tutup dulu ya mam! Erlan manggil. Byeee"


Setelah menutup Telepon secara bersamaan, Lantas Mami Amelia langsung kembali dengan memperhatikan Arga dan Miza.


Sampai akhirnya, Arga pun sudah mulai bisa berjalan walau kadang harus terjatuh. Berkali-kali mencoba tanpa memakai pegangan, tetap saja masih terjatuh.


Hingga Miza yang melihatnya hanya bisa terharu. Menetes air mata sedikit, ia kembali menghapusnya agar Arga tidak melihat ia menangis haru.


Begitu juga dengan Mami Amelia, ia menangis, mengusap air matanya pelan dan sesekali menghirup udara segar dari dalam. Menahan tangisnya karena melihat sang Anak sedang bersusah payah melatih kekuatan tulangnya.


"Mam yakin, pasti kamu bisa Ga! Jangan pernah Menyerah!" Batin Mami Amelia.


Karena tak kuat menahan air mata yang semakin menderas di wajah, Mami Amelia segera keluar dengan beralasan pergi ke kantor untul menemui Suaminya.


"Za, mam pergi dulu ya. Mau ke Kantor bantu Papi disana!" Pamit Mami Amelia.


"Ok, mam. Hati-hati ya ..." Balas Miza.


...o\=\=[]::::::::::::::::>...


" Kell, Lo liat kan kemarin kejadianya! si Cio gak suka sama Rara! Lo jangan terpancing dan jangan buat lo terus menjauh dari Cio!" Nasehat Diana kian membanyak.


"Sebenarnya apa sih yang buat lo kesal sama Cio?" Tanya Diana.


"Yang buat gue kesal sama dia? Banyak jawabanya!" Ketus Kelly menatap tajam lawan sejenisnya.


"Iya, apa salahnya? salahnya tuh dimana?" Cecar Diana, mencoba membantu.


"Mau gue sebutin?" Tawar Kelly, tajam.


"Sebutin sekarang!" Jawab Diana.


Satu persatu kesalahan Cio disebutkan oleh Kelly. Yang membuat dirinya memanas mencoba mrlenahanya tapi tak bisa.


"Dan yang terakhir, Dia temuin cewek malem-malem di Club! Buat apa coba dia ngelakuin hal kayak begitu?! Ada untungnya? Apa dia mau ..." Ucapa terakhir yang memang perbuatan Dewasa yang dipikirkan keduanya saling menyambung.


"Gue tau Kel, Cio yang salah! Tapi-" Saat kata terakhir yang ingin Diana sampaikan akhirnya terpotong dan disambung oleh Kelly.


"Tapi apa?! Coba nyelesainya dengan pikiran dingin? Iya? Dan gue kasih tau sama lo! Lo denger baik-baik perkataan gue! GUE GAK AKAN PERNAH NERIMA DIA, WALAU SEBANYAK APAPUN USAHANYA!" Keputusan yang diambil Kelly sudah Mutlah! Tak bisa di ganggu gugat lagi.


"Kell, lo percaya dong sama Saudara gue!" Air mata Diana mulai menetes.


"Woy, Din. Lo harusnya jangan nangis! Dan kenapa elo yang datengin gue?! Kenapa gak dia ajah yang dateng sampering gue! Bukan jadi Cowok Pengecut! Gue mohon sama lo, jangan pernah ikut campur lagi permasalahan gue sama Cio!" Ucap Kelly.


"Gue gak akan bisa NERIMA DIA LAGI! Dan ini juga udah menjadi keputusan gue! Jadi tolong Hormati dan Dukung keputusan gue! Dan gue juga minta maaf sama lo karena ada kata-kata gue yang mungkin gak enak sama lo!" Lanjutnya.


Kelly pun menangis dan pergi begitu saja. Sementara Diana juga ikut menangis. Ia tak ingin Kelly salah paham pada Cio.


Berusaha menjelaskan tapi tidak bisa dan tidak dikasih waktu untuk memberikan penjelasan. Tapi, Kelly sudah tak ingin lagi mendengarnya.



...Deskripsi Ceritanya!...



...**Hii guys ...😊...


...Kembali lagi bersama Author 😀...


...Hari ini, Author akan memperkenalkan Novel yang dibuat sendiri oleh** Beasty **Author.......


...Kaliam punya** Beasti **gak?...


...Jadi, jangan lupa baca Novel Chasing Your Heart !!!!...


...By** : Elvyana mel...


...**Ceritanya seru dan Menarik!!!...


...Kalo gak percaya, Baca saja!!!...


...Jangan lupa di read**!!!!...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GUYS...


...**Kawal Miza & Arga?...


...Buat Konflik atau Romance?...


...Spam 'Anjut**'...


...Spam 'Cemangat'...


...Mau Flesback tentang permasalahan Cio dan Kelly?...


...Terima Kritik!...


...Terima Support!...